Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 124 Elang Di Culik


__ADS_3

Seminggu lagi akan di adakan pengajian di rumah mempelai wanita yakni di rumah Ayu. Revano dan Ayu juga sedang di pingit, dan tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan. Sedang Kalvin kembali tinggal bersama Ayu, setiap bangun tidur ia akan merengek meminta bertemu dengan Ayu.


Revano sekarang-sekarang ini, masih sangat sibuk sekali. Dia menyelesaikan, semua berkas-berkas yang kemarin terbengkalai. Saat di tinggal ke singapura, waktu dalam acara lamaran dan pertunangan kemarin.


Hari berganti minggu, tidak terasa acara ijab qobul tinggal menghitung hari. Semua persiapan sudah dari gedung, catering, gaun, dan segala hal yang kecil-kecil sudah berjalan 70 %. Ayu dan keluarga nya sudah sampai di indonesia, mereka tinggal di rumah yang lama.


Sesampai nya di rumah masih siang hari, mereka berangkat dari bandara changi singapura sekitar pukul 8.30 pagi waktu setempat.


Setelah beristirahat beberapa jam, Ayu pergi mengunjung toko roti. Ayu ingin tau perkembangan nya, apa makin bagus atau malah merosot turun. Ayu juga sempat mendengar, kalau ada tuntutan terhadap toko roti nya. Tapi alhamdulilah, sekarang sudah selesai masalah nya.


Sesampai nya di toko roti, Ayu menuju ruang kantor nya. Tidak lama kemudian ia memanggil Andre, selaku penanggung jawab toko dan menanya kan kejadian yang sebenar nya.


"Mba bisa tolong panggilin Andre, untuk ke ruangan saya." ujar Ayu pada karyawan yang sedang lewat depan ruangan nya.


Karyawan tersebut keluar dari ruangan Ayu, dan mencari keberadaan pak Andre. Dan ketemu di dapur, "Permisi pak Andre anda di cari oleh bu Ayu, anda di suruh menemui nya di ruangan nya." Ujar karyawan tersebut.


"Tolong sampai kan sama bu Ayu, untuk menunggu sebentar. Saya sedang membuat adonan, untuk roti buaya yang akan di antar, besok pagi." ujar Andre.


Karyawan yang tadi di titipi pesan oleh Ayu kembali dan menyampaikan. "Maf Bu, pak Andre sedang membuat adonan. Nanti setelah selesai, beliau akan menemui anda." Ujar karyawan tersebut.


"Baik, terima kasih yah. Sudah bolak balik menyampaikan pesan dari saya dan pak Andre." Ujar Ayu tersenyum manis.


"Iya bu, sama-sama. Kalo begitu, saya permisi mau lanjut kerja lagi." Ujar karyawan toko tersebut dengan tersenyum tipis. Ayu meng anggukan kepala nya. Selang 30 menit, baru Andre menghampiri Ayu di ruangan nya.


Tok...


Tok...

__ADS_1


Tok...


"Permisi bu." Ucap Andre sambil tersenyum manis pada atasan nya.


Ayu yang sedang asik membaca beberapa berkas, pun mendongak dan menyuruh Andre masuk kedalam.


"Sini masuk, Ndre." Ujar Ayu sambil tersenyum. Andre, menganggukan kepala nya.


"Maf bu, lama. Saya sedang buat adonan, untuk bikin roti buaya dengan ukuran yang paling besar." Ujar Andre dengan mengembangkan senyum nya.


"Iya, tidak apa-apa. Saya ingin tau kejadian roti yang jamuran, tapi masih berada di pasaran." Ujar Ayu.


"Oh yang itu, jadi sebenar nya roti itu bukan punya toko roti kita. Itu punya toko roti saingan kita, dia menukar bungkus nya dan menyuruh orang untuk memfitnah toko kita. Tapi tenang saja, kini pelaku nya sudah tertangkap." Ujar Andre menjelaskan.


"Baik lah, terima kasih penjelasan nya. Lain kali, lebih hati-hati lagi yah. Seperti perumpamaan semakin tinggi pohon, semakin kencang angin nya." Ucap Ayu sambil penepuk punggung Andre dan tersenyum.


"Ya sudah, terima kasih yah info nya." Ujar Ayu. Setelah perbincangan tadi, Andre kembali ke dapur untuk memanggang roti seperti yang di katakan tadi.


Hari sudah mulai gelap, Ayu bersiap-siap untuk pulang kerumah nya. Dia pun berpamitan, pada semua karyawan yang di berjaga di depan. "Semua, saya pamit yah. Tolong sampai kan pak Andre, kalo saya sudah mau pulang." Ujar Ayu tersenyum.


Ayu keluar dari toko tersebut, masuk mobil dan pulang kerumah nya. Di rumah Ayu sudah di tunggu oleh keluarga nya, untuk makan malam bersama. Kalvin juga, sudah sejak tadi merengek minta ketemu sama Ayu.


Sesampai nya di rumah, Ayu segera membersihkan diri dan berganti baju. Setelah itu baru Ayu turun tangga menuju dapur, untuk makan malam bersama.


...*******************...


Sedang Diva masih saja datang, dan meminta rujuk sama Gilang. Tapi berkali-kali pula dia menolak, dan mengusir Diva dari rumah itu. Akhir nya Diva, berusaha menculik anak nya sendiri untuk di jadi sandra.

__ADS_1


Berkali-kali dia gagal, menculik Baby Elang. Dan pada suatu hari, Diva berhasil menculik baby Elang. Dengan cara berpura-pura menjadi pengasuh yang baru, pada saat menjemput Elang di play grup.


Karena baby Elang, baru masuk play grup beberapa hari. Jadi para guru belum hafal, orang-orang yang menjemput anak didik nya. Dan itu di jadikan, kesempatan untuk menculik anak itu.


Gilang di beritau oleh pihak Guru, bahwa baby Elang ada yang bawa dia mengaku pengasuh nya. Gilang yang saat itu sedang bekerja, seketika izin untuk mencari anak nya. Beruntung pihak kantor mengizinkan nya, untuk mencari sang anak.


Dia mendapat izin 2 hari kerja, untuk mencari anak nya. Gilang buru-buru, mencari anak nya di setiap jalan raya. Hingga terdengar suara dering handpon, yang menandakan ada panggilan masuk.


Setelah berhasil, Diva segera menghubungi mantan suami nya. "Mas, ini Aku Diva.kalo kamu tidak mau rujuk sama aku, maka aku akan membuang anak itu. Dan kamu, tidak akan bisa menemui nya lagi." Ujar Diva mengancam.


"Apa mau kamu sebenar nya, kenapa kamu culik anak kamu sendiri Diva? Apa tidak ada rasa sayang sedikit pun pada anak itu!" Tegas Gilang kesal.


"Aku tidak perduli sama sekali sama anak itu, aku cuma mau kita rujuk. Kalo kamu menolak, jangan salah kan saya kalo aku buang anak itu di jalan yang cukup jauh." Ujar Diva tersenyum licik.


"Baik aku akan rujuk sama kamu, tapi kamu jangan sakiti dia." Ujar Gilang memelan kan suara.


Gilang juga akan memberi, beberapa syarat pada Diva. Mereka berdua membuat janji, di sebuah cafe yang tidak jauh dari tempat kerja Gilang. Mereka sudah janjian akan ketemu pukul 7 malam, namun Diva sudah dari pukul 6 di cafe tersebut.


Sesampai nya di sana, Diva melambai kan tangan pada Gilang. Ia pun menghampiri Diva dan langsung di tanya apa mau nya. "Di mana kau sembunyikan baby Elang, kenapa tidak kamu ajak kemari." ucap Gilang emosi.


"Tenang sayang, anak kita aman. Lebih baik kita makan dulu baru berbincang." ujar Diva merayu.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini. Semoga banyak yang suka dengan karya ini.


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini.

__ADS_1


__ADS_2