
Setelah sarapan Revano dan Kalvin pamit pulang, karena Revano harus segera ke kantor. Kalvin juga harus sekolah, karena guru nya sudah datang.
"Mom terima kasih, sudah jaga aku malam itu. Kalvin tidak tau bagaimana jadi nya, kalo mom tidak ada." ujar Kalvin sedih sambil memeluk sayang Ayu.
Ayu tersenyum dan berkata, "iya sayang, tidak papa. Sekarang pulang yah belajar yang rajin, nanti kalo sudah besar bisa lindungi papi dan orang-orang tersayang."
Kalvin kembali memeluk ayu, dia menganggukan kepala nya. Setelah kepulangan Revano dan Kalvin, Ayu di introgasi oleh orang tua nya.
"Yu, Kalvin kenapa bisa tiba-tiba demam begitu?" Ujar sang Ayah penasaran. Ayu menghela nafas, dia menceritakan perihal trauma Kalvin.
"Kalvin punya trauma yang cukup parah Yah, Bu. Ayah tau kan perusakan toko aku?" Tanya Ayu. Ayah menganggukan kepala nya.
"Nah itu yang lakuin adalah mantan tunangan Revano, papi nya Kalvin. Namanya Karen, dulu dia sering menyiksa Kalvin. Padahal aku cuma menyebut nama wanita itu, badan Kalvin langsung menggigil ketekutan. Kalvin pernah di puk*l dan di t*mpar, hanya karena masalah sepele. Dan Kalvin juga pernah di masukan ke dalam gudang, hanya karena makan nya berantakan." Ujar Ayu panjang lebar sambil menyeka air mata nya.
"Oh jadi begitu cerita nya, pantes dia sayang banget sama kamu, Yu." Ujar Ayah tersenyum. Ayu menganggukan kepala nya. Ibu juga sama sedih nya mendengar, kisah trauma Kalvin.
Siang hari nya, Ayu pergi ke toko roti. Karena pagi tadi Andre telpon Ayu, dia memberitaukan bahwa barang-barang di gudang banyak yang sudah habis. Maka siang ini, mereka akan belanja ke butuhan membuat Roti.
Barang yang di beli di antara nya:
-Tepung terigu
-Gula pasir
-Pewarna makanan
-Pengembang kue
-Telur
-Vanila essens
-selai dan banyak lagi yang lain nya.
Sehabis belanja, mereka makan siang menjelang sore bersama. Mereka makan di rumah makan padang, Ayu memesan dengan lauk rendang sapi. Sedang karyawan nya, memesan pake lauk Ayam bakar.
__ADS_1
Sehabis makan mereka pulang ke toko, dengan mobil bak nya. Sesampai nya di sana, sedang banyak pembeli roti manis dan roti tawar. Ayu pamit pulang, pada Andre dan karyawan yang lain nya.
Di depan pintu masuk Ayu melihat Gilang, sedang menggendong baby Elang. "Mungkin Gilang sedang berkunjung ke tempat ibu nya." pikir Ayu.
Ayu meminta beberapa roti manis dan roti tawar, untuk di beri kan pada Gilang. "Mas Gilang." panggil Ayu dari belakang Gilang.
Gilang yang merasa nama nya di panggil menoleh, "Yah ada apa, Yu?" Ujar Gilang tersenyum.
"Mas, aku nitip ini ya untuk Ibu. Aku, dengar ibu lagi sakit sekarang." Ujar Ayu sambil menyodorkan bungkusan di tangan nya.
"Ngga usah, Yu. Mending sekarang, kamu tengokin ibu. Beliau, ingin bertemu sama kamu sekarang. Dan untuk bungkusan itu, kamu bisa kasih sendiri." ujar Gilang.
"Aduh maf Mas, kalo sekarang saya tidak bisa mampir kerumah Ibu. Mungkin lain kali aku mampir ke rumah ibu." Ucap Ayu beralasan masih menyerongkan bungkusan roti.
Setelah memberikan bungkusan roti pada Gilang, Ayu berlalu pergi meninggal kan nya bersama baby Elang. Setelah kepergian Ayu, Gilang pulang ke rumah ibu nya.
Sesampai nya di rumah Gilang, mendapati Diva dan ibu nya sedang bertengkar entah memperebutkan apa.
"Dasar mantu kurang aj*r, kenapa kamu nencengkal kaki aku sampai jatuh. Ayu dulu tidak pernah seperti ini." Ujar ibu marah sambil bangun dari lantai.
"Tapi memang kenyataan nya, Ayu jauh lebih baik dari pada kamu yang suka kasar sama ibu." Ucap lantang Ibu.
Gilang yang tadi nya bersembunyi di balik pintu keluar, dia berjalan kedalam rumah. Ibu dan Diva diam tidak bertengkar lagi, ibu meninggal kan Diva dan Gilang di ruang tamu.
"Mas, kamu bawa apa?" Tanya Diva.
"lihat saja sendiri." Ujar Gilang sambil meletakan katong di atas meja.
"Mas kamu belanja tidak ngajak-ngajak sih, aku kan ingin ikut. Aku sumpek tau di rumah terus, setiap hari ketemu cucian sama sapu dan kain pel." ujar Diva merajuk.
"Apa an orang yang setiap hari nyuci, nyapu juga ngepel itu saya. Kenapa kamu yang sumpek sih?" Tanya Gilang sewot Diva hanya nyengir saja.
"Mas, kita cari rumah kontrakan saja yah. Aku tidak mau tinggal bersama ibu, ibu bawel dia selalu bandingin aku dengan mantan kamu itu." sewot Diva. Gilang yang mendengar keluhan istri nya hanya diam, dan meninggal kan nya di ruang tamu.
"Orang di ajak bicara ko diam saja sih, Mas." ketus Diva. Gilang hanya membalikan badan nya dan pergi lagi.
__ADS_1
Sedang Ayu baru sampai rumah nya, dia di kaget kan dengan bunyi pecahan botol. Seperti nya itu botol yang di lempar dari luar ke dalam, Ayu bergegas ke luar dan mendalpati beberapa pria bertopeng. Mereka sedang melempar botol dan batu, di salah satu batu terdapat sebuah pesan.
Berikut isi pesan nya:
JAUHI REVANO, KALAU KAMU MASIH INGIN HIDUP.
Setelah membaca pesan yang ada di batu itu, Ayah jadi semakin khawatir dengan keselamatan Anak nya.
"Ayu kalo begini terus lebih baik, kamu tinggal bersama Kaka di Singapura." Ujar Ayah dan ibu khawatir sekali sama kamu.
"Nanti kalo aku disana, bagaimana dengan Ayah dan ibu? Apa kita semua tinggal di sana saja, biar toko roti di pegang sementara sama Andre." Ujar Ayu panjang lebar.
"Kalau Ayah dan ibu pindah, bagaimana dengan rumah ini?" tanya Ibu sedih.
"Rumah ini biar bibi yang jaga, Bu. Dan nanti biaya perawatan rumah dan gaji bibi, kita transfer saja dari sana." Ujar Ayu menenang kan.
"Tolong kasih kami waktu untuk berpikir, Yu." Ujar Ayah dan ibu bersamaan. Ayu, hanya menganggukan kepala nya.
Setelah membicara kan itu, Ayu berlalu ke kamar nya untuk beristirahat. Dia benar-benar lelah fisik dan mental, baru selesai kasus teror di toko roti. Sekarang ada yang neror aku lagi di rumah, dan ini sudah membahayakan nyawa keluarga nya.
Ayu sungguh frustasi dengan keadaan ini, 'Siapa lagi yang neror, aku? Perasaan aku tidak memiliki musuh sama sekali.' Ucap nya dalam hati.
'Harus kah aku membicarakan ini dengan, Revano? Atau aku pergi tanpa pamit pada nya dan Kalvin.' Gumam Ayu, berperang dengan batin nya sendiri.
Ayu mengirim pesan, pada Revano. Yang isi nya: "Mas tadi ada yang lempar botol dan batu ke rumah aku, di batu itu terdapat pesan agar aku menjauhi mu."
Ayu juga mengetik lagi, "Maf kan aku harus menjauh dari mu dan Kalvin. Ini untuk keselamatan bersama, bila kita berjodoh kita akan di pertemukan kembali suatu saat nanti."
Pesan terkirim ke handpon Revano, saat ini Revano sedang sibuk. Berkas di atas meja sangat tinggi, jadi dia tidak sempat membuka pesan dari Ayu.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.
Mohon tinggal kan jejak di karya ini
__ADS_1