Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 71 Pov Aji


__ADS_3

"Tidak usah, Bu. Nanti saya di marahin lagi sama pak Bagas." ujar Dewi.


"Sudah ambil saja, jangan bilang sama pak Bagas kalo saya kasih kamu tips yah." ujar Ayu tersenyum.


"Iya terima kasih, Bu." ucap Dewi.


"Sama-sama, Wi." ucap Ayu.


"Ya sudah bu, saya permisi sudah sore. takut ibu nyariin." ujar Dewi.


"Iya, kamu hati-hati di jalan yah." ujar Ayu memperingat kan.


Setelah drama Karina, akhir nya Gilang bisa pulang ke rumah nya. Gilang sampai rumah sudah jam 7 sore, perjalanan lumayan lancar.


Di rumah Karina...


Aji masih berusaha menenangkan istri nya yang sedang mengamuk, Karena Gilang tidak mau menginap di rumah nya.


"Sayang sudah dong jangan marah terus nanti cantik nya hilang loh." rayu Aji.


"Aku masih kesal Mas, kenapa Mas Gilang sekarang tidak mau lagi, menuruti yang aku mau tidak seperti dulu." rengek Karina sedih.


"Dulu sama sekarang beda sayang, Mas Gilang sekarang sudah punya keluarga jadi yang sekarang di dulu kan keluarga nya. Seperti juga kamu Sayang, Sudah punya keluarga dan yang di dahulu kan adalah keluarga kamu buka orang lain." ucap Aji panjang lebar.


"Tapi kan Mas Gilang Sudah berjanji sama Aku, Mas. Kalo dia tidak akan berubah sikap nya sama aku, walau pun sudah menikah Mas." ujar Karina kekeh dengan asumsi nya.


Aji hanya menggelengkan kepala nya dan tidak habis pikir dengan pemikiran Karina, yang selalu posesif dengan sepupu nya itu. Memang dia pikir suami nya, tidak punya rasa cemburu dengan sikap nya yang selalu begitu dari pertama menikah 2 tahun yang lalu.


4 tahun lalu...(Aji pov)


Aku kenal karin pada saat masih duduk di bangku SMA, waktu itu aku tidak sengaja lewat toilet wanita. Di toilet itu terdengar sangat ramai, seperti terjadi pertengkaran sesama siswa perempuan.

__ADS_1


Sayup-sayup Aku mendengar orang meminta ampun pada yang lain nya.


"Tolong ka, jangan sakiti saya. Ampun ka jangan pukul saya, sakit." ujar Karina.


Sahut orang yang lain nya "Apa kamu bilang ampun, sakit ha...ha... maka nya jangan pernah kamu dekati cowok inceran ku itu." ucap Kaka kelas Karina.


"Wah, tidak bisa di biarin. ini nama nya pembulian aku harus menolong nya." monolog Aji.


Aji mendobrak pintu kamar mandi, dan menolong Karina yang sudah hampir tak sadar kan diri.


"Heh apa yang kalian lakukan pada anak baru itu, kalian bisa kena pasal berlapis tau tidak." bentak Aji. "Awas kalian kalo kalian ketauan melalukan hal ini lagi, pada siapa pun akan aku laporkan kalian ke polisi biar di penjara sekalian." lanjut nya lagi.


"Ka, jangan dong. kita cuma bercanda sama anak baru itu. lagian saya kesal sama dia, anak baru saja sudah berani menggoda Deren pacar saya." kesal kepala geng sekolah tersebut.


Aku gendong Karina dari dalam kamar mandi sampai uks, untuk mendapat pengobatan dari dokter jaga di sekolah.


Aji juga melapor kan kejadian ini pada kepala sekolah, Namun mereka berkelit dan balik menuduh ku.


Beruntung tadi aku sempat merekam suara mereka semua, untuk berjaga-jaga dan benar saja mereka berkelit.


Bapak Karina tidak terima, anak kesayangan nya di buli sama teman nya. dia mendatangi Sekolah dan berbicara pada kepala sekolah.


"Maf Pak kepala sekolah, saya wali dari Karina anak yang di buli tadi siang oleh kaka kelasnya. Saya mau anak-anak nakal itu di tindak lanjuti kalo perlu laporkan ke polisi biar jera mereka." ujar Pak Marno marah.


"Iya pak, sabar. Kami selaku Guru pembimbing di sekolah ini sudah menindak lanjuti siswi-siswi yang membuli anak Bapak." ujar kepala sekolah.


"Baik pak, Saya tunggu kabar selanjut nya dari pihak sekolah tentang kasus ini. Dan saya mau kejadian ini, jangan sampai terulang lagi pada anak saya, kalo sampai itu terjadi saya akan tuntut sekolah ini." ancam pak Marno.


"Baik pak, saya mengerti. Sekali lagi kami minta maf yang sebesar-besar nya atas kejadian ini." ucap kepala sekolah.


"Kalo begitu saya permisi Pak, terima kasih karna Bapak sudah mau dengar keluhan saya." ucap Pak Marno.

__ADS_1


Setelah dari sekolah Karin, pak Marno segera ke rumah kaka nya untuk menemui Gilang. Karna hanya Gilang yang bisa menenangkan Karina.


"Gilang, paman minta tolong tenangin Karina yah. Karina sedang menangis karena di sekolah baru, dia di buli lagi oleh kakak kelas nya. Hanya gara-gara laki-laki yang di incar kakak kelas nya membantu mengantar kan ke ruang kepala sekolah, Karina di pukul dan di siram air. Beruntung ada siswa yang mendengar permintaan tolong Karina, jadi karina tertolong." ujar Pak Marno menjelas kan.


"Baik paman, nanti selesai mengerjakan tugas kuliah ku, Aku ke rumah paman untuk menjenguk dan menenangkan nya. Apakah paman sudah menemui siswa yang menolong Karina tadi." ujar Gilang.


"Belum, aku malah lupa dengan orang yang telah menolong Anaku. Bagai mana kalo nanti kita temui siswa itu dan mengucap kan terima kasih pada nya." ucap pak Marno.


Ke esokan hari nya, Gilang dan pak Marno ke sekolahan karin untuk mengucap kan terima kasih. Pada siswa yang telah menolong Karin.


"Nak Aji, Bapak mengucap kan terima kasih yang sebesar nya. karena telah menolong anak saya Karina." ujar pak Marno.


"Iya dek Aji, saya juga berterima kasih. karena telah menolong adik sepupu saya, ini ada sedikit tanda terima kasih dari kami sekeluarga. Mungkin Aji berkenan menerima nya." ujar Gilang menimpali.


"Tidak usah pak, Mas. saya ikhlas menolong Karina. Dia juga teman saya walau pun masih murid baru." ujar Aji tersenyum ramah.


"Nak Aji boleh Bapak minta tolong? tolong jagain Karina sewaktu di sekolah. Bapak, khawatir akan ada yang membuli nya kembali." ujar Bapak Marno.


Setelah kejadian itu, aku dan Karina makin dekat. Aku sangat bahagia karna dari sekian banyak mantan, hanya Karina yang tidak memandang dari harta nya saja.


Apalagi aku yang dari kalangan ekonomi rendah, banyak perempuan yang aku nyatakan cinta. Awal nya menerima tapi setelah tau, kalo aku orang tidak berpunya mereka mumutus kan hubungan begitu saja.


Pekerjaan orang tua ku hanya buruh tani biasa. tapi aku bangga dengan orangtuaku, mereka selalu berusaha menuruti kemauan anak-anak nya dalam hal yang positif. Tapi kalo kami bersalah jangan di tanya seberapa tegas nya orang tua ku.


Ah sudah lah, kalo di bicarain tidak pernah habis seberapa bangga nya kami. Semakin lama Karin, semakin posesif sama diriku.


Aku bahagia sekali kalo Karina cemburu karna mantan aku suka iseng mendekati ku. Aku juga, suka kesal kalo aku di banding-banding kan dengan Mas Gilang. sepupu nya.


Bersambung...


Dukung terus karya ini...

__ADS_1


mohon dukungan nya untuk karya chat story saya yang berjudul( Dia sahabat ku ).


Terima kasih


__ADS_2