
Setelah membuka warung, Ayu mengajari bu Susi. Bagaimana menakar gula, tepung dan lain nya.
"Bu Susi, ini gula dan tepung di timbang menjadi 1/4 kg, 1/2 kg, dan 1 kg yah." ujar Ayu.
"Baik, Bu." ucap Bu Susi.
"Nanti kamu di sini di temani Ibu mertua saya yah." ucap Ayu ramah.
"Iya, Bu." ujar Bu Susi.
"Saya tinggal masuk ke dalam ya bu. Oh ibu sudah sarapan." ucap Ayu tersenyum.
"Sudah Bu, tadi bareng anak di rumah." ujar Bu Susi tersenyum.
Setelah menjelaskan, apa yang harus di lakukan oleh bu Susi. Ayu kembali ke rumah untuk sarapan.
"Bu Sumi, sarapan nya sudah siap belum?" tanya Ayu.
"Sudah Bu, saya taro di meja makan tadi." ujar Bu Sumi.
"Bu, tolong bikinin teh manis anget yah. pake gelas yang besar, gula nya 2sendok makan yah." ucap Ayu.
Tidak lama kemudian Bu Sumi datang membawa teh manis yang di pesan Ayu.
"Permisi non, teh manis nya." ujar Bu Sumi.
"Terima kasih, ya Bu. Ibu Sumi sudah sarapan apa belum?" tanya Ayu.
"Sudah Non, tadi pagi sama anak-anak" ujar Bu Sumi.
"Oh ya sudah, saya makan ya Bu." ujar Ayu.
"Silahkan, Non semoga suka dengan masakan saya." ujar Bu Sumi.
__ADS_1
Di kos-an Gilang...
Pagi-pagi sekali Gilang sudah bangun dari tidur nya, Dia mandi dan memakai baju kerja nya. Setelah itu keluar kamar untuk membeli sarapan di luar kosan.
Baru berjalan beberapa langkah dari belakang ada yang memanggil nya.
"Lang... lang..." panggil orang itu.
Gilang membalikan badan nya untuk melihat siapa yang memanggil nya dari belakang.
"Eh Dini, ada apa Din?" tanya Gilang.
"Kamu kemana saja 3 hari ini tidak kelihatan." ujar Dini.
"Iya nih, Kemana 3 hari kemarin." timpal Meta.
"Aku pulang ke tempat Ibu ku 1 minggu sekali" ujar Gilang.
"Nih pada mau makan di mana?" tanya Meta.
"Ya sudah ayo lah kita beli sama-sama saja." ujar Dini.
Gilang membeli nasi uduk lengkap sama teh tawar, Meta dan Dini membeli bubur ayam dan sate usus dengan es teh tawar, sedang Rudi di beliin lontong sayur oleh Meta.
Selesai sarapan Gilang berangkat kantor sekitar pukul 7.30 pagi. Karna pekerjaan Gilang masih menumpuk di meja kantor.
Di rumah Orang tua Ayu...
"Pak, kira-kira si Nur terima tidak yah syarat dari Kita?" tanya Ibu.
"Tidak tau Bu, yang saya pikir kan sekarang. bagaimana reaksi Nur dan perlakuan nya pada anak kita." ujar Ayah.
"Ya sudah Pak, seminggu lagi kita jenguk Ayu. kita lihat, Apakah Nur masih suka membentak Ayu atau tidak!." ucap Ibu.
__ADS_1
Seminggu kemudian...
Ayu, sudah menemukan usaha yang akan di jalan oleh nya. dan dia sudah menemukan tempat yang cocok untuk merintis usahanya.
"Bu, Ayu tinggal sebentar yah. Aku mau survai tempat untuk memulai usaha." ujar Ayu meminta izin untuk pergi.
"Ya sudah, jangan lama-lama yah. nanti sore Gilang pulang." ujar Ibu.
Ayu segera berangkat untuk menemui pemilik ruko yang akan di sewakan yang ada di jalan besar.
Di depan ruko, ada seorang laki-laki paru baya yang terlihat sedang menunggu seseorang. Ayu berhenti tepat di depan laki-laki itu berada.
"Maf, apakah ini dengan pemilik ruko yang di sewakan." ujar Ayu.
"Benar saya pemilik ruko, apa benar kamu yang bernama Bu Ayu yang akan menyewa ruko saya?" ujar Pemilik Ruko.
"Kenal kan saya Ayu, ini dengan Bapak siapa yah?" tanya Ayu.
"Saya dengan Pak Joko pemilik ruko." ujar pak Joko memperkenal kan diri.
"Jadi kira-kira berapa Pak, harga sewa ruko ini untuk 1 tahun kedepan?" tanya Ayu.
"Untuk 1tahun uang sewa nya 15 juta saja Mba Ayu." ujar pak Joko.
"Bisa kurang kan pak? ini untuk 1 tahun kedepan loh, masa tidak ada diskon pak." rayu Ayu.
"Bagaimana yah..." pikir pak Joko.
Bersambung...
Bagaimana gaes, kira-kira dapet diskon tidak yah dari pemilik ruko itu?
Tunggu di bab selanjut nya yah.
__ADS_1
Dukung terus karya ini...
Terima kasih...