Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 104 Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

"Anita kamu kemana saja? Tidak pernah kasih kabar setelah aku nikah dulu." Ujar Ayu penasaran. Sedang yang dicecar pertanyaan, bukan nya menjawab malah tersenyum.


"Aku di pindah tugas kan oleh bos ku, ke Kalimantan. Dan baru pulang beberapa hari yang lalu. Aku baru dengar kalau kamu sedang sidang perceraian, di Pengadilan Agama." Ujar Nita.


"Hhmm." Ayu hanya menghela nafas berat. "Kamu tau dari mana, aku di sini?" Tanya Ayu. "Tau lah, kamu kalo lagi suntuk kan suka ke sini." Ujar Nita sambil tersenyum. Sedang Ayu hanya mengangguk dan tersenyum.


"Sudah pesan makanan belum, Nit?" Tanya Ayu. Nita, hanya menggeleng sebagai jawaban nya.


"Ya sudah pesan gih, biar aku yang traktir." Ujar Ayu tersenyum. Nita dengan senang hati memesan, makanan kesukaan nya.


Tidak berapa lama, makanan yang mereka pesan datang. Mereka makan dengan sangat lahap, sampai tinggal piring nya saja. Setelah makan mereka berbincang mengenai Gilang, dan kenapa Nita bisa di tugas kan di Kalimantan.


Sedang Gilang masih di kamar hotel, dia sedang tidur sekarang. Dia mematikan handpone nya, agar tidak di telpon oleh Diva terus menerus.


Di rumah Diva klimpungan, karena sedari tadi baby Elang menangis terus. Sedang Gilang tidak bisa di hubungi, karna handpone nya mati.


Setelah capai, menangis baby Elang pun tertidur pulas. Diva yang lelah pun ikut tidur di sebelah baby Elang. Gilang baru keluar dari kamar hotel sehabis maghrib, dan sampai di rumah sehabis isya. Gilang pulang kerumah, langsung menghampiri anak dan istri nya.


Diva yang baru bangun tidur, mendiam kan Gilang. Diva kesal sekali, pada Gilang yang tidak bisa di hubungi.


"Mas kenapa handpone mu tidak bisa di hubungi." ketus Diva. Gilang, yang merasa di panggil nama nya pun menengok.


"Handpone aku low bat, memang kenapa sayang?" Ujar Gilang beralasan. Sambil tersenyum kikuk.


"Low bat atau di matiin, Mas. Jujur sama aku." Ujar Diva tak percaya. "Aku cape tau seharian Baby Elang merengek minta di gendong terus tidak mau di tidurin di kasur." Sambunng nya kembali. Sedang Gilang hanya diam saja, tak merespon perkataan Diva.


Sedang di restoran Bagas, sedang bahagia karena hotel yang di kembangin bersama Ayu banyak yang melakukan reserfasi. Setiap hari tidak kurang dari 20 kamar hotel, yang terisi dari kamar yang biasa sampai VVIP. Jumlah kamar, yang ada di hotel itu sekitar 35 kamar.


Setiap hari tidak kurang dari 15 juta pemasukan dari hotel, belum lagi dari restoran sehari lebih dari 10 juta keuntungan bersih nya. Jadi pendapatan Ayu dari hotel dan restoran, setiap bulan nya lebih dari 50 juta.

__ADS_1


Saham join untuk restoran, sebanyak 70:30. 70% punya Bagas, sedang 30% punya Ayu. Jadi selain dari toko roti, penghasilan Ayu juga dari hotel dan restoran yang di kelola oleh Bagas.


Sedang di perusahaan Mertua Gilang sedang terjadi pencurian data, yang di lakukan oleh orang kepercayaan Ayah mertua nya. Sebut saja, nama nya pak Rizal. Orang itu bergerak santai, tanpa di ketahui oleh orang lain.


Tanpa sepengetahuan Ayah mertua Gilang telah memelihara serigala berbulu domba, dia hanya baik di depan tapi culas di belakang. Dari jaman kuliah pak Rizal, selalu iri dengan apa yang di miliki oleh Ayah Diva.


Pada hal Ayah Diva sering sekali menolong nya dulu, sampai sekarang juga masih begitu. Tapi pak Rizal seakan tidak pernah puas dengan pencapaian nya sekarang, beliau ingin menguasai apa yang di miliki oleh Ayah Diva.


Sudah sering kali teman-teman seangkatan nya menasehati Ayah Diva, agar lebih berhati-hati terhadap Pak Rizal.


Ayu dan Nita berbincang cukup lama di situ, mereka seakan nostalgia dengan masa-masa kerja di perusahaan yang sama. Mereka sering sarapan bareng, tukeran bekal makan siang, kadang juga tukeran pake baju tidur(ini yang bersih yah).


Dulu mereka tidak ada rahasia, semua di ceritakan. Dari masalah gebetan yang di gebet teman sendiri, sampai sudah jadi pacar di rebut sahabat yang lain.


Hari sudah menjelang sore, Ayu dan Nita pulang kerumah masing-masing. Ayu mengantar kan, Nita pulang ke kos-an nya. Baru setelah itu, Ayu pulang ke rumah orang tua nya. Di rumah sudah ada Kalvin dan Ayah nya, mereka datang dari tadi.


"Mommy, dari mana? Kalvin sudah dari tadi loh di sini. Kalvin juga sudah makan di sini bersama Papi." Cerocos Kalvin. Ayu menganggukan kepala nya.


"Kalvin telpon Mom, tapi handpon nya tidak aktif." Ujar Kalvin. Ayu merogoh, handpon nya di tas dan memeriksa nya.


"Maf sayang, handpon Mom low bat. Sudah sore, Kalvin sudah mandi belum? Ujar Ayu tersenyum." Sedang Kalvin menganggukan kepala nya.


"Aku sudah mandi, Mom. Tadi Yang uti, yang temenin Aku mandi." Ujar Kalvin.


"Oke, Mom mandi dulu yah, nanti kita makan bersama yah. Kalvin main dulu, sama papi dan Yang kung." Ujar Ayu tersenyum.


Setelah itu Ayu berlalu menuju kamar nya untuk mandi dan ganti baju. setelah ganti baju, Ayu merebahkan diri nya kasur nya.


Karena kecapaian Ayu langsung terlelap di atas kasur, dia lupa kalo di bawah sedang ada Kalvin. Karena tidak sabar Momy nya lama, Kalvin pun menyusul nya ke kamar.

__ADS_1


Sesampai nya di kamar Ayu, Kalvin langsung masuk tanpa mengetuk nya. Kalvin melihat Ayu tertidur di kasur nya, ia pun ikut merebah kan diri di atas kasur. Mereka berdua sama-sama terlelap di kamar Ayu. Ayu terbangun, saat Azan maghrib berkumandang.


Ayu sedikit tersentak, saat ada sebuah tangan kecil memeluk nya dari belakang. Dia baru teringat, kalo Kalvin sedang ada di sini. "Sayang bangun, sholat maghrib dulu yuk, nanti sambung tidur lagi yah." Ajak Ayu pada Kalvin. Kalvin hanya sedikit menggerakan badan nya saja, tapi tetap tidak terbangun.


"Sayang bangun yuk, sudah waktu nya sholat." Bujuk Ayu lagi. Sedang yang di bujuk hanya mengerjap kan mata nya saja.


"Mom sudah bangun, Kalvin masih ngantuk Mom." rengek manja Kalvin.


"Ayo bangun sholat dulu, nanti habis makan malam lanjut lagi tidur nya." Bujuk Ayu kembali.


"Baik lah, tapi tidur sama Momy lagi yah. Mom tolong bujukin papi, biar izinin aku nginep di sini." Mohon Kalvin.


"Oke, nanti Mom bilang sama Papi, biar kamu di izinin menginap di sini malam ini." Ujar Ayu. Selesai sholat, mereka berdua turun ke bawah untuk makan malam. Selesai makan malam, Ayu mengajak bicara Revano.


"Mas, bisa bicara sebentar." Ujar Ayu. Sambil tersenyum.


"Mau bicara apa, Yu?" Tanya Revano. balas tersenyum.


"Mas tolong izinin, Kalvin menginap di sini yah malam ini. Besok pagi, saya anterin pulang ke rumah." Ucap Ayu memohon.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini.



Mampir juga di karya terbaru autor.

__ADS_1


Semoga suka.


__ADS_2