
Setelah memeluk dan mencium pipi Baby Agesta, Ayu pamit untuk pergi ke toko roti. Ayu menghampiri orang tua nya, yang ada di ruang tamu. "Ayah, ibu, aku pamit yah. Mau ke nengokin toko roti." Ujar Ayu sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan.
"Iya, kamu hati-hati di jalan yah. Kamu, naik apa kesana nya?" Ujar Ayah Ridwan tersenyum sambil menyambut uluran tangan dari Ayu.
Setelah berpamitan dengan orang tua nya, Ayu berlalu ke luar rumah. Ia menaiki sepeda motor milik nya yang dulu, perjalanan lumayan lancar. Sesampai nya di toko, Ayu menyapa karyawan yang ada di luar. Setelah itu, Ayu masuk ke ruangan tempat kerja nya.
Di kantor nya Ayu, membuka buku pemasukan dan pengeluaran selama 1 bulan terakhir. Ayu juga menghitung untung dan rugi, berapa banyak pesanan yang di dapat bulan tersebut. Ayu keluar ruangan, untuk memanggil Andre namun ia tidak terlihat.
Ayu memanggil salah satu karyawan yang ada di depan, untuk mencari Andre. "Gita.. Tolong panggilin pak Andre dong, suruh keruangan saya sekarang!" Ucap tegas Ayu dengan sedikit tersenyum.
"Baik bu, mohon di tunggu sebentar. Saya akan mencari di mana keberadaan pak Andre." Ujar Gita balik tersenyum tulus.
"Git, terima kasih yah." Ujar Ayu tersenyum ramah.
"Sama-sama, Bu." Jawab Gita tersenyum ramah pula.
Ayu menganggukan kepala nya, dan melambai kan tangan nya. Ia memberi kode pada Gita, untuk segera pergi mencari Andre. Selang 30 menit, Andre baru datang ke kantor dan menemui Ayu.
Tok...
Tok...
Tok...
"Permisi Asalamu'alaikum salam." Ujar Andre memberi salam.
"Wa'alaikum salam, sini Ndre masuk." Jawab Ayu sedikit berteriak.
Andre membuka pintu dan mengangguk kan kepala nya, sebagai tanda ia mengerti. "Maf bu, ada yang bisa di bantu?" tanya Andre tersenyum.
"Iya Ndre, sini duduk dulu baru bicara." Ujar Ayu menunjuk bangku yang ada di depan nya. Andre menhampiri Ayu dan duduk di depan nya.
"Ada yang bisa saya bantu, bu?" Tanya Andre sekali lagi dengan senyum tipis.
"Iya saya mau tanya, pendapatan dan pengeluaran toko, dan berapa banyak pesanan yang di peroleh dalam 1 bulan?" Tanya Ayu.
"Ini bu pendapatan sebulan, dan sebelah sini pengeluaran selama sebulan. Dan untuk pesanan bulan ini, di sini catatan nya." Ujar Andre, menunjukan catatan yang ada di meja Ayu.
__ADS_1
"Baik lah, terima kasih. Ini akan saya pelajari lebih dulu. Kamu, bisa kembali bekerja." Ujar Ayu tersenyum.
"Baik, bu. Sama-sama, kalo gitu saya permisi bu." Ujar Andre tersenyum sambil membuka pintu ruangan Ayu.
Setelah kepergian Andre, Ayu mempelajari catatan yang tadi di tunjukin oleh Andre. Hari ini ada laporan, bahwa bahan-bahan roti sudah banyak yang habis dan harus segera belanja. Ayu dan beberapa karyawan, pergi untuk belanja di grosir yang biasa mereka belanja.
Setelah belanja, Ayu pergi ke ke restoran. Ia akan menemui sahabat nya, di restoran. Sesampai nya di restoran, Ayu segera menuju ke kantor tempat Bagas berada.
Tok...
Tok...
Tok...
"Asalamu'alaikum." Ucap Ayu sedikit berteriak.
Ceklek... Ceklek.
"Wa'alaikum salam, masuk." Ucap Bagas sedikit berteriak.
"Baik, kenapa kemari. Pengantin baru, bukan nya bulan madu malah kerja." Goda Bagas sambil tersenyum.
"Iya, nich. Suami ku belum ada waktu, untuk pergi bulan madu." Ujar Ayu manyun.
...*********************...
Sementara, Gilang sedang makan bersama dengan Rani dan baby Elang. Selesai makan mereka pergi keruang tamu, untuk menonton televisi. Sekitar pukul 9 malam, baby Elang sudah menguap karna ngantuk.
"Pah, aku ngantuk mau bobo." Ujar baby Elang sambil menguap lebar.
"Ya sudah mau bobo sama siapa? Sama tante Rani atau sama papah?" Tanya Gilang memberi pilihan.
"Mau bobo sama tante saja, pah! Ayo tante temenin aku bobo." Ujar Baby Elang sambil mengucek mata nya.
"Ya sudah, ayo tante temenin." Ujar Rani tersenyum.
Setelah berpamitan Rani dan Elang, pergi ke kamar nya untuk istirahat malam. Tidak lama kemudian, Gilang pergi ke kamar nya untuk sekedar mengecek handpone nya.
__ADS_1
Setelah Baby Elang tertidur, Rani keluar dari kamar. Dan ia juga ingin istirahat, ia capai seharian bekerja. Ketika baru membuka pintu, Rani bertabrakan dengan Gilang. Beruntung Rani, sempat berpegangan pada pintu jadi tidak sampai terjatuh.
Rani membantu Gilang, untuk bangun dari lantai. Gilang jatuh terduduk di depan Rani. "Aduh... Pak, bapak tidak apa-apa? Mari saya bantu berdiri." Ujar Rani sedikit khawatir, karena Gilang yang di tanya hanya diam membisu.
"Pak... Bapak tidak apa-apa?" Tanya Rani kembali sambil melambai-lambai kan tangan nya di depan wajah Gilang.
Setelah tersadar Gilang segera mengatakan, "Aku baik-baik saja ko, Ran." Ucap Gilang gugup.
"Ya sudah kalo begitu, saya istirahat dulu yah pak." Ujar Rani tersenyum. Gilang hanya menganggukan kepala nya.
Pagi hari nya, Gilang berangkat kekantor yang letak nya tidak jauh dari rumah dinas nya. Sekitar pukul 8 pagi, baby Elang baru bangun dari tidur nya. Ia mencari tante Rani yang sedang ada di dapur. Rani di dapur, sedang membereskan petalatan bekas memasak nya tadi.
Setelah itu baru membereskan rumah dari menyapu, mengepel, mencuci baju. Saat hampir selesai mencuci peralatan masak, tiba-tiba Baby Elang memanggil nya. Rani segera menghapiri nya, dan segera memandikan nya.
Selesai memandikan baby Elang, Rani segera menyuapi nya sampai ia kenyang. Setelah kenyang, Baby Elang mengajak Rani untuk bermain di luar.
"Tante, kita main di luar rumah yuk." Ajak baby Elang tersenyum lugu.
"Ayo, tapi jangan lama-lama yah main nya. Baby, harus bobo siang loh. Nanti kalo tidak bobo siang, papa marah loh." ujar Rani memperingati anak asuh nya.
"Oke, tante. Kita main sebentar saja ko, Elang cuma mau keliling sekitar sini ko tante." Ujar baby Elang tersenyum manis.
"Baik lah, sekarang ayo kita berangkat." Ujar Rani tersenyum pula. Mereka keliling rumah, dan bercengkrama bersama penduduk sekitar.
Sedang Gilang di kantor, di perkenal kan oleh atasan nya pada semua karyawan yang lain. Di sini, Gilang menempati jabatan sebagai manejer pemasaran. Hampir semua karyawan dan karyawati, senang dengan kehadiran Gilang. Hanya ada, beberapa orang yang tidak menyukai nya.
Baby Elang dan tante Rani berjalan-jalan selama hampir 1 jam lama nya. Mereka berkenalan, dengan tetangga sebelah rumah. Baby Elang juga sudah memiliki teman bermain bernama Azka dan Azki, mereka berdua kembar sepasang.
Usia mereka hampir sama dengan baby Elang, hanya beda beberapa bulan lebih tua dari pada si kembar. Rani juga bertanya tentang sekolahan untuk anak usia dini, dan jarak nya juga tidak terlalu jauh dari rumah mereka.
Karena sudah siang Rani dan Elang pamit pulang. Mereka sudah kelaparan dan akan makan siang, setelah itu baby Elang di suruh tidur siang. Gilang, memakan bekal nya di dalam ruangan nya. Setelah makan siang, Gilang kembali bekerja dan pulang sore hari nya.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga para pembaca suka sama jalan ceriya nya.
Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini. Boleh juga kasih bunga bermekaran, atau pun secangkir kopi.
__ADS_1