
Jam pulang kantor pun tiba Gilang dan Rudi pulang bersama.
Sesampai nya di kos-an...
Mereka masuk kamar masing-masing, Rudi untuk membersih kan diri dulu baru membantu Gilang membereskan barang.
Ditengah membereskan barang...
"Yang... yang... sayang" teriak Meta di depan kamar Rudi.
"Itu siapa yang teriak-teriak Rud?" tanya Gilang.
"Tidak tau, tapi kayak suara cewe saya. sebentar saya lihat dulu yah" ujar Rudi.
Rudi pun berjalan keluar kamar Gilang untuk mengecek siapa yang berteriak di luar sana.
Dan benar saja Meta pelaku nya. Rudi menghampiri meta.
"Ada apa kamu sore gini sudah triak gitu" ketus Rudi.
"Tidak papa kangen sama kamu, minta peluk" rengek Meta.
"Ulu... ulu cayang siapa sih dateng-dateng minta peluk" ujar Rudi gemas.
Rudi pun memeluk dan mencium kening Meta dengan senang hati. Memang kebiasaan begitu kalo ketemu.
"Ini Rudi lama amat di luar sebenar nya siapa sih yang datang." ujar Gilang.
Gilang keluar dan mendapati Rudi dan Meta sedang berpelukan.
"Woi... di sini ada orang loh main nemplok aja kayak cicak" sindir Gilang
Sedang yang di sindir hanya tersenyum kecut pada Gilang.
Biarin, iri bilang bos jawab Meta ketus.
Rudi hanya menggeleng kan kepala.
"Sudah kamu masuk kamar aku dulu sayang, aku bantuin Gilang sebentar di sini." ujar Rudi.
Setelah 30 menit beberespun selesai.
__ADS_1
"Lang sudah kelar kan beberes nya, aku ke kamar dulu yah kasian meta sendiri" ujar Rudi.
"Oke makasih, maafin yang tadi yah Rud, saya hanya bercanda." ujar Gilang.
"Iya tidak apapa maafin Meta juga yah" ucap Rudi.
Di rumah...
"Yu, kamu bisa belanja ke pasar kan" ucap Ibu
"Bisa bu, kenapa?" tanya Ayu.
"Kayak nya tadi ibu lihat barang dagangan sudah banyak yang habis deh kamu belanja yah?" ucap ibu tersenyum.
"Nanti kalo Ayu belanja Ibu sama siapa?" tanya Ayu dengan senyum tipis.
"Ibu bisa ko di rumah sendiri, badan Ibu sudah baikan" ucap Ibu.
"Ya sudah besok Ayu belanja kebutuhan warung bu" ujar Ayu.
Malam hari keluarga Paman datang menjenguk ibu.
"Asalmu'alaikum" ujar tamu dari luar pintu.
"Wa'alikumsalam" jawab dari dalam rumah.
ceklak... ceklek
Eh Paman, bibi silahkan masuk ujar Ayu tersenyum.
"Yu, ibu mana?" tanya Paman.
Ada di kamar sedang istirahat! ayo silah kan. mau minum apa? tanya Ayu.
"Bikinin kopi sama teh manis saja Yu" ujar Paman.
"Baik paman, tunggu sebentar Ayu bikinin" ucap Ayu sambil jalan ke dapur.
Minuman pun telah siap tinggal menghidang kan di atas meja.
Ayu menghidangkan kopi dan teh manis beserta kue kering.
__ADS_1
"Yu, Gilang belum pulang?" tanya paman
"Mas Gilang sekarang ngekos Paman di dekat kantor nya." ucap Ayu.
"Ngekos dari kapan Yu, ko Paman tidak tau sih" ujar Paman.
"Dari hari ini paman" ujar Ayu.
Di kos-an...
"Akhir nya selesai juga beberes nya, mandi dulu lah lengket badan" ujar Gilang.
Di tengah mandi ada orang yang mengetok pintu.
Tok... tok... tok...
"Iya sebentar" teriak gilang dari kamar mandi.
Gilang segera menyelesaikan mandi nya dan membuka pintu ternyata dia adalah Dini.
"Loh tetangga baru ku kamu Mas Gilang" kaget Dini.
"Loh kenapa kaget Din. memang Ada apa yah?" tanya gilang tersenyum.
"Tadi Rudi ajak makan malam bersama, dia nyuruh aku ketok kamar ini. dia bilang ada teman nya biar sekalian makan bersama, ternyata kamu mas" ujar Dini panjang lebar.
Ya sudah saya pake baju dulu mau masuk tidak" goda Gilang.
"Emang boleh masuk" Dini menggoda balik Gilang.
"Boleh kalo kamu mau Din." ujar Gilang.
Bersambung...
Kira kira masuk tidak yah si Dini ke kamar kos Gilang?
Ayo temukan jawaban nya di bab selanjut nya.
Mohon dukungan nya gaes untuk karya ini...
tinggalin jejak yah...
__ADS_1