Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 91 Di Teror


__ADS_3

Setelah solat subuh, Ayu memeriksa handpone nya. Di situ terdapat 40 panggilan dan 20 pesan. 18 pesan dari Gilang dan 2 pesan dari Revano. Ayu membuka pesan dari Revano yang isi nya. "Kalvin di rawat di rumah, dia di jagain sama sepupu saya yang seorang Dokter." dan pesan yang ke dua isi nya. "Terima kasih Yu, untuk waktu nya."


"Iya Mas, sama-sama. Mungkin saya nengokin anak ganteng nya siang menjelang sore." balas pesan Ayu. Setelah membalas pesan dari Revano. Ayu keluar kamar, niat nya sih mau membantu ibu dan Bibi memasak di dapur.


Sebelum sampai dapur, Ayah memanggil. "Yu...Ayu sini dhok (nak) sebentar, ini ada Pak pengacara yang nangani gugatan perceraian kamu." ucap Ayah sambil menunjuk Pak pengacara yang sebut saja nama nya Pak Gandi.


Ayu menghampiri Ayah nya di ruang tamu, dan duduk di sebelah nya. "Pagi pak Gandi, ada info apa yah tentang gugatan perceraian saya?" tanya Ayu sambil tersenyum.


"Ini bu saya mau menginfokan bahwa surat pemanggilan gugatan cerai atas nama Gilang akan di kirim 2 minggu lagi." ujar pak Gandi sambil tersenyum ramah.


"Maf Pak, bukan nya kata petugas KUA nya itu 1 bulan ya pak. Ko bisa jadi 2 minggu itu kenapa pak? apa karena Bap nya lengkap." cerocos Ayu. Sedang pak Gandi hanya tersenyum.


"koe ndok le takon ojo koya sepur dowo banget(kamu nak kalo tanya jangan seperti kereta panjang sekali)." ujar Ayah sambil geleng kepala. Sedang pak Gandi hanya tersenyum. "Jadi begini Bu Ayu, karena alat bukti kita lengkap dan banyak pasangan yang membatal kan gugatan perceraian nya. Jaddi surat pemanggilan gugatan di percepat." ucap pak Gandi.


"Jadi kira-kira sidang mediasi kapan bisa di laksana kan, aku cepat selesai dan melewati semua nya." ujar Ayu menggebu. Ayah hanya bisa geleng kepala, dan pak Gandi hanya bisa tersenyum.


"Mungkin kalau tidak ada kendala, 1 minggu setelah pemanggilan. Sudah bisa sidang mediasi, semoga saja dari pihak tergugat tidak mempersulit jalan nya sidang mediasi." ucap pak Gandi. Ayah Dan Ayu hanya menganggukan kepala nya dan seraya mengamini doa pak Gandi.


"Terus kalo kasus perusakan tempat usaha saya, sudah ada kemajuan belum kasus nya di kantor kepolisian?" tanya Ayu serius. Sedang Ayah, hanya menganggukan kepala nya. Tanda beliau juga penasaran dengan kasus tersebut.


"Untuk kasus perusakan dan perbuatan tidak menyenangkan, masih di dalami oleh pihak berwajib. Karena yang di takut kan, itu perbuatan orang terdekat anda." Ujar pak Gandi. Sedang Ayu dan Ayah nya berpikiran ke arah Gilang. "Mungkin kah." ucap Ayah dan Ayu bersamaan.

__ADS_1


"Yu, kamu juga berpikiran sama dengan Ayah? Tapi Ayah rasa tidak mungkin kalau dia pelakunya." Ujar Ayah membela Gilang. "Maf menyela, maksud bapak dan ibu Ayu mencurigai seseorang?" Tanya pak Gandi.


"Iya pak tapi kayak nya tidak mungkin, karena si preman yang menghancur kan toko saya jelas-jelas bilang JANGAN DEKATI CALON SUAMI SAYA. Begitu kurang lebih nya." Ucap Ayu mengikuti kata-kata si preman.


"Baik lah kalau begitu, nanti kalau ada info lagi saya kabari. Saya permisi, maf sudah ganggu waktu nya pagi-pagi begini." pamit pak Gandi. Ayu beranjak dari ruang tamu, menuju dapur berharap masih bisa membantu di dapur. Tapi kenyataan nya Ibu dan bibi sudah selesai memasak hanya tinggal memindah kan ke meja makan saja.


Setelah memindah kan semua makanan ke meja makan, mereka makan bersama di meja makan di selingi dengan obrolan ringan. Selesai makan Ayu segera ke kamar nya untuk bersiap-siap menjenguk Kalvin dan juga ke toko roti nya. Ayu memeriksa handpon nya, dan sudah banyak sekali panggilan masuk dan pesan WA. Ada sekitar 25 panggilan tak terjawab dan 10 pesan masuk.


Tapi ada 1 pesan masuk nomer baru terlihat mencurigakan, Ayu membuka pesan itu dan benar saja isi nya sama seperti ancaman preman di toko roti. Ayu hanya bisa menghela nafas saja. 'Siapa sebenar nya orang ini? Mau apa dia dari saya?' Ucap Ayu dalam hati nya.


Sekarang masih pagi, Ayu tidak mau banyak berpikir dan mempengaruhi suasana hati nya sampai malam nanti. Ayu bergegas mandi dan ganti baju nya, setelah itu Ayu pamit ke Ayah dan ibu nya untuk ke toko roti. Di toko roti sudah menunggu banyak pesanan, yang harus di buat untuk hari ini.


Sesampai nya di toko roti, Ayu memeriksa stok gudang takut tidak cukup untuk pesanan hari ini. Dan ternyata benar stok tepung di gudang hanya tinggal 2 karung, dan hanya cukup untuk hari ini saja.


Setelah kejadian itu toko roti rada sepi, tapi tidak untuk pesanan roti buaya dan roti manis sehari tidak kurang 1000 pcs sehari. Setelah belanja bahan-bahan roti, ayu bergegas ke rumah Revano dengan mengendarai motor nya. Sebelum pergi Ayu mengirim pesan WA pada Revano yang isi nya "Mas Aku OTW ke rumah."


Sesampai nya di sana, Ayu merasa heran dengan pandangan pengawal dan para maid di depan. Para pengawal langsung mengusir Ayu dari rumah itu, Ayu yang bingung pun mengikuti langkah pengawal baru itu.


Sampai di luar Ayu menghubungi Revano, dan panggilan di angkat nya. "Yu, sudah sampai mana?" Tanya Revano.


"Aku ada di luar tidak di izin kan masuk oleh pengawal." Ucap Ayu cuek.

__ADS_1


"Di luar." terkejut Revano.


"Kamu jangan kemana-mana tunggu di situ, aku segera turun." Ucap Revano kembali. Sedang Ayu, hanya duduk menunggu di atas motor nya.


Tidak lama kemudian, Revano keluar dari rumah nya. "Yu.. Ayu, sini masuk." panggil Revano dengan suara yang lantang. Ayu yang belum melihat Revano mencari sumber suara nya, dan bergegas menghampiri nya.


"Bener aku boleh masuk! aku melihat tatapan mereka seakan menghina ku, Mas." Ujar Ayu. Sedang Revano, hanya tersenyum lembut. "Ayo kita naik ke lantai atas menemui Kalvin, dia pasti senang kalo kamu datang." Ujar nya lagi. Sesampai nya di sana Ayu bertemu 2 wanita cantik, Revano memperkenalkan Aku dengan mereka. Yang 1 sepupu Revano bernama Dokter Kia, dan yang 1 teman Revano yang bernama Dila.


Ayu berjabat tangan dengan Dokter Kia, sekilas Ayu dapat menerka sikap sepupu Revano tersebut. Dokter Kia sikap nya lembut, penyayang, santun dan ramah. Ayu juga berjabat tangan dengan Dila sikap nya manja, penuh kepura-puraan, arogan. Saat berjabat tangan pandangan mata nya pada Ayu, seperti tersimpan dendam.


Ayu tidak mau ambil pusing lebih baik menemui Kalvin si anak ganteng. Kalvin yang melihat Ayu sontak memanggil, "Mommy hiks..Mommy hiks.., Kalvin kangen Mommy." Ujar Kalvin dengan nada sendu.


"Eh.. Ko nangis anak ganteng nya Mommy, ayo senyum dong. Kalo tidak mau senyum(, lebih baik aku pulang yah." ujar Ayu bercanda sambil tersenyum. Tidak lama Kalvin tersenyum manis pada Ayu.


"Nah gitu dong kan ganteng nya, aku tambah ganteng. Anak ganteng sudah makan dan minum obat belum?" Tanya Ayu. Kalvin, hanya menggeleng kan kepala nya.


"Ayo makan, aku suapi mau?" Tanya Ayu, Kalvin menganggukan kepala nya. Dila di situ panas hati nya, karena dia dari tadi merayu nya untuk makan tidak mau. "Giliran dia mau." Gerutu Dila.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.

__ADS_1


Mohon untuk tinggalin jejak yah.


__ADS_2