
Setelah sarapan Revano berangkat ke kantor nya, sekalian mengantar Kalvin ke sekolah. Sesampai nya di sekolah, Kalvin segera masuk ke dalam kelas nya. Di kelas sudah banyak teman-teman nya yang berdatangan.
Sekitar 10 menit kemudian bel masuk kelas berbunyi dengan nyaring nya. Semua murid duduk dengan rapi, mereka menunggu guru pengajar masuk kelas.
Sedang Revano, ia baru saja sampai di kantor nya. Hari ini, ia ada 3 pertemuan dengan kolega bisnis nya. Sebelum pergi ke pertemuan, Revano terlebih dahulu mempelajari beberapa berkas kerja sama.
Sedang Ayu di rumah masih terus mengembang kan senyum nya, sampai ibu bertanya ada apa gerangan nya. "Yu, kenapa tumben kamu dari pagi senyum-senyum saja dari tadi?" Tanya ibu penasaran.
"Ah tidak bu, aku cuma lagi bahagia saja. Ibu nanti, tolong antar aku ke rumah sakit yah." Ucap Ayu mengembang kan senyum nya.
"Baik lah, nanti ibu anter kerumah sakit. Jam berapa, mau kesana nya?" Ucap Ibu sambil tersenyum.
"Nanti saja bu, mungkin pukul 10 pagi." Ujar Ayu tersenyum tipis. Ibu menganggukan kepala nya.
Ayu kembali ke kamar nya, untuk mempersiapkan semua barang yang akan di bawa ke rumah sakit. Setelah siap Ayu segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, karena saat ini jam sudah menunjukan pukul 9 pagi.
Ayu juga sudah membuat janji dengan Dokter kandungan, untuk memastikan sesuatu. Sekitar pukul 9.45 pagi, Ayu baru keluar kamar untuk berangkat ke rumah sakit. Ibu di depan juga sudah siap, untuk mengantarkan Ayu ke rumah sakit.
Sesampai nya di rumah sakit, Ayu menuju ruangan dokter kandungan yang bernama Dokter Nana Safitri. Setelah menunggu sekitar 10 menit, nama Ayu di panggil.
"Pasien atas nama Ayu Puspita, silah kan masuk." Panggil Suster yang berjaga.
Ayu yang merasa di panggil nama nya, segera menghampiri Suster tersebut. "Saya, Sus." Ujar Ayu tersenyum ramah.
Setelah sampai ke dalam ruangan Dokter, Ayu dan ibu berjabat tangan. "Baik lah, ibu Ayu ada keluhan Apa yah?" Tanya Dokter Nana tersenyum ramah.
Ayu tidak langsung berbicara, namun ia segera mengeluarkan alat tes kehamilan (tespack). "Ini Dok, saya mengetes nya tadi pagi." Ujar Ayu mendorong tespack tersebut ke hadapan Dokter Nana.
__ADS_1
Ibu yang melihat sang putri mengeluarkan tespack, segera menoleh pada Ayu. "Sayang, Itu beneran hasil nya garis 2?" Tanya ibu berbisik pada Ayu. Ia menjawab dengan mengembangkan senyum nya.
"Mari bu kita periksa terlebih dahulu untuk memastikan nya. Silah kan anda merebahkan diri, di atas ranjang." Ujar Dokter Nana tersenyum.
"Baik, Dok. Ayo bu kita liat calon cucu ibu." Ajak Ayu pada ibu nya.
Ayu sudah merebahkan diri nya di atas ranjang, Dokter sudah mulai menuangkan jel di atas perut Ayu. Dokter mulai menggeser alat tersebut, untuk mengetahui detak jantung bayi.
Tidak berapa lama, terdengar bunyi degh...degh...degh. Ayu dan ibu sampai meneteskan air mata nya, mereka sangat bahagia.
"Selamat ya bu, ibu positif hamil usia kandungan ibu sudah berjalan 6 minggu." Ujar Dokter kandungan itu.
"Terima kasih Dok, ada tidak makanan atau minuman yang harus saya hindari?" Tanya Ayu tersenyum.
"Oh untuk makanan semua boleh untuk di makan, tidak perlu menghindari nya." Ucap Dokter Nana.
"Oh iya Dok, beberapa hari ini setiap pagi hari saya suka mual dan muntah-muntah sampai badan saya terasa lemas dan tak bertenaga. Apa itu wajar, Dok?" Tanya Ayu penasaran.
"Maaf Dok mau tanya, ada tidak makanan atau minuman yang harus saya hindari saat kehamilan ini?" tanya Ayu dengan tersenyum ramah.
"Oh untuk makanan atau minuman tidak perlu menghindari apa-apa, kecuali Emang ibu punya alergi terhadap makanan itu baru tidak boleh dimakan." jawab dokter Nana.
"Baik lah, terima kasih atas info nya." Ujar Ayu tarsenyum.
"Apa ibu ada alergi obat?" Tanya Dokter Nana.
"Alergi obat? Seperti nya tidak ada, Dok." Ujar Ayu.
__ADS_1
"Baik lah, saya bikin kan resep pereda mual, vitamin dan obat penambah darah. Nanti, ibu bisa tebus di apotik depan sana." Ujar Dokter Nana sambil memberikan secarik kertas.
"Baik lah kalo begitu, saya permisi dulu Dok." Ucap Ayu sambil menerima secarik kertas dari Dokter. Ia, segera menyimpan nya di dalam tas yang ia bawa.
Setelah berpamitan Ayu dan ibu berjabat tangan, mereka mengucapkan terima kasih pada Dokter Nana. Mereka segera beranjak dari kursi, dan pergi meninggal kan ruangan tersebut.
Saat di jalan menuju ke apotik, ibu yang sedari tadi penasaran akhir nya ia membuka suara nya.
"Yu sejak kapan kamu mengetahui, kalo kamu sedang hamil? Apa suami kamu sudah tau kalo kamu hamil?" tanya ibu beruntun.
"Baru tadi pagi, aku mengetahui nya bu. Revano belum tau bu, niat nya nanti kasih tau nya saat ia berulang tahun. Sekitar beberapa hari lagi, ulang tahun Revano biar menjadi surprise bu." Ujar Ayu menjelaskan. Ibu hanya menganggukan kepalanya.
Sesampai nya di depan apotik, Ayu memberikan resep tersebut kepada penjaga di sana. Setelah itu Ayu menunggu di depan Apotik, sampai sekitar 10 menit baru lah nama nya di panggil.
Ayu juga di beritaukan, aturan minum obat tersebut. Setelah mendapatkan obat tersebut, Ayu dan ibu bergegas pulang ke rumah. Sesampai nya di rumah sudah pukul 11.30 siang, ibu dan Ayu bergegas ke dapur untuk memasak makan siang.
Selesai memasak, Ayu kembali ke kamar nya ia akan mandi dan berganti baju. Setelah itu ia turun kembali, untuk makan siang dan membuat susu untuk ibu hamil. Tadi memang ia sempat kan, mampir di apotik depan rumah nya untuk membeli susu ibu hamil.
Ia sembunyikan susu tersebut, di dalam lemari tempat piring. Karena Revano tidak akan membuka lemari tersebut, setiap ia makan dan minum selalu Ayu yang mengambilkan nya.
2 hari lagi hari ulang tahun Revano, Ayu sudah menyiapkan kejutan tepat pukul 12 malam. Saat Revano berangkat ke kantor, dan Kalvin ke sekolahan. Ayu, ayah dan ibu nya menyiapkan kejutan untuk esok hari nya.
Dari kue ulang tahun yang harus di sembunyikan, sampai kado yang berisi tespack dan hasil USG di simpan dengan baik. Mereka pura-pura biasa saja di depan Revano seperti tidak ada kejutan sama sekali.
Dan berhasil, Revano sangat bahagia. Apa lagi, kalo ia akan mempunyai anak kembar.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungannya untuk karya receh ini. Semoga para pembaca semua suka dengan alur ceritanya.
Mohon dukungannya untuk karya ini dengan cara like ,comment, share, vote, saran, kritik, dan gif berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis.