Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 65 Syarat dari Ayah


__ADS_3

Setelah pamit ke orang tua Ayu, Gilang dan Ayu pulang ke rumah Ibu. Mereka sampai pukul 9 malam dengan memakai kendaraan masing-masing.


Sesampai nya di rumah...


Tok...


Tok...


Tok...


"Assalamu'alaikum." ucap Ayu dan Gilang bersamaan.


"Walaikumsalam." ucap ibu dari dalam rumah.


ceklek...


ceklek...


"Lama banget sih disana, Lang?" ketus ibu.


"Iya Bu, banyak yang harus di bicaraain di sana." ujar Gilang.


"Bu, ini Ayu bungkusin makanan dari rumah." ujar Ayu.


"Iya, terima kasih." ucap Ibu.


"Sama-sama, bu. Mas, aku kekamar yah. aku sudah ngantuk nih." pamit Ayu.


"Iya, Yu! Mas mau bicara dulu sama Ibu, nanti aku nyusul." ucap Gilang.


Ibu, menerima bungkusan dari Ayu dan memakan nya. Setelah makan, ibu berbincang dengan Gilang di kamar tentang syarat yang di ajukan Ayah Ayu.


"Bu, Gilang mau bicara berdua bisa." ucap Gilang memohon.


"Bisa, Ayo ke kamar ibu!" ucap ibu tegas.


Mereka berjalan ke kamar Ibu untuk berbicara serius.


"Bu, tadi Ayah Ayu memberikan 3 syarat pada ku.kalo mau bawa Ayu pulang ke sini." ucap Gilang.

__ADS_1


"Maksud nya 3syarat bagai mana? coba kamu jelasin sama ibu!" ucap ibu binggung.


"Begini bu, Ayu boleh di bawa kesini jika kita memenuhi 3 syarat yang Ayah Ayu ajukan yaitu:


- tidak boleh memperlakukan Ayu seperti pembantu.


- kita tidak boleh berkata kasar atau membentak pada Ayu.


- di rumah kita harus ada Art nya untuk membantu dapur dan warung.


Begitu Bu, syarat yang di ajukan orangtua Ayu." ujar Gilang menjelas kan.


"Tidak bisa begitu dong, enak amat bicara harus ada pembantu. siapa yang mau bayar gaji pembantu?" tanya Ibu.


"Nanti yang bayar Ayu, bu!" ucap Gilang tegas.


"Memang punya uang dia, untuk bayar gaji pembantu? palingan juga pake uang kamu yang untuk bayar." ucap Ibu sinis.


"Pake uang Ayu bu, bukan uang Aku!" tegas Gilang.


"Uang dari mana Ayu untuk bayar gaji pembantu?" tanya Ibu.


"Ya sudah kalo begitu terserah kalian saja." ucap pasrah Ibu.


Obrolan selesai. Gilang pamit untuk istirahat di kamar nya.


"Aku ke kamar ya, Bu ingin istirahat." pamit Gilang.


"Iya, Lang." jawab Ibu.


Pagi hari nya...


Gilang sudah bangun dari pukul 4.30 pagi.


Melaksanakan sholat subuh, setelah itu bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Sedang Ayu menyiap kan sarapan dan membantu ibu buka warung.


"Mas, kamu sarapan dulu sebelum berangkat." ucap Ayu.

__ADS_1


"Iya, sebentar lagi Yu. Aku lagi pake sepatu dulu." ucap Gilang.


"Aku taro di meja makan yah." ucap Ayu.


"Iya, Yu." ucap Gilang.


Gilang berjalan ke meja makan untuk sarapan.


"Kamu masak apa Yu?" tanya Gilang.


"Aku cuma goreng naget sama sosis, Mas." ucap Ayu dari dapur.


"Kamu sudah sarapan, Yu?" tanya Gilang.


"Belum, nanti saja aku sarapan nya Mas." ucap Ayu.


"Ya sudah kalo begitu, Aku sarapan dulu yah." ujar Gilang.


Selesai sarapan. Gilang pergi ke kantor lebih pagi biar tidak terkena macet.


Gilang sampai kantor sudah jam 7.45 menit.


Gilang masuk dan menuju meja kerja nya.


"Pasti kerjaan ku menumpuk karna kemaren Izin tidak masuk." ucap Gilang dalam hati.


Di rumah Ayu...


"Bu, sepi lagi. Kemarin mendingan ada temen ngobrol dan bercanda, sekarang tinggal kita berdua saja." ucap Ayah sedih.


"Iya Pak, kamu benar." ucap Ibu. Sambil menganggukan kepala nya.


"Sudah jangan di pikirkan lagi, sekarang kita sarapan yah. Bibi, sudah masak tuh." ucap Ayah.


Bersambung...


Dukung terus karya ini...


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2