
Setelah Ayah dan Ibu pergi, Ayu merenungi semua yang terjadi. Kadang Ayu berpikir, kenapa aku bisa bertahan selama itu menghadapi keluarga yang selalu menyiksa batin ku.
'Ah.. sudah lah, itu semua sudah terjadi tidak akan bisa waktu terulang kembali. Seandai nya, aku punya kantong doraemon kan ku putar waktu di saat awal perjodohan. Aku akan kabur dari perjodohan itu, tapi uhf... tidak mungkin itu semua sudah jalan hidup ku.' angan Ayu, dia pun tersenyum geli dengan angan nya sendiri.
Tidak lama kemudian di menggeleng kan kepala nya, dan tertawa cekikikan tidak jelas seperti orang gila. Ibu yang mendengar tawa Ayu segera menghampiri nya, "Yu kamu tidak apa-apa? kenapa kamu, tertawa begitu?" ucap Ibu bingung.
"Ah.. tidak Bu, aku tadi cuma berangan-angan tapi jadi geli sendiri dengan angan ku. hi...hi.." ucap Ayu masih sambil cekikikan. sedang Ibu hanya geleng kepala dengan kelakuan anak perempuan nya.
"Ih... ada-ada saja sih, Yu kelakuan mu. Ibu kira kamu kenapa-napa tau, tiba-tiba tertawa begitu." ucap Ibu sambil ikut tersenyum dengan sikap Ayu. 'Lebih baik dia tersenyum dari pada menangis tersedu.' ucap dalam hati Ibu.
"Sudah Ibu tidak perlu khawatir, dengan keadaan ku. Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja." ujar Ayu tersenyum lembut. Ibu hanya mengangukan kepala nya dan pergi dari kamar Ayu.
Setelah kepergian Ibu, telpon Ayu berdering.
Jika teringat tentang di kau.
Jauh di mata dekat di hati.
Akan kah sama yang kurasa.
Walau beda akan ku jalani.
Penyanyi Melly guslow, judul lagu Jika.
"Aduh dimana tadi handpone ku yah." ucap Ayu sambil berpikir tapi mata tetap mencari keberadaan tu handpon. "Ah ketemu, ko bisa di sini sih." Gerutu Ayu sambil mengambil handpone nya di kolong tempat tidur.
__ADS_1
Dan tanpa menunggu lama Ayu mengangkat telpon tanpa melihat, siapa yang menelpon. "Hal- puas kamu melihat saya tersiksa begini hiks... kau tega mendua kan aku dengan perempuan mur*han itu hiks.." ucapan Ayu terpotong oleh suara wanita di seberang sana.
Ayu memberani kan diri untuk menjawab telpon nya. "Maaf anda siapa yah, ko telpon orang marah-marah begitu?." tanya ku pada perempuan itu. "Oh kebetulan kamu yang angkat di mana Alvin." ujar perempuan itu dengan nada tinggi. Ayu tidak mau lama-lama, meladeni orang yang tidak jelas. Maaf salah sambung, saya tidak kenal Alvin! tegas Ayu. Ia pun menutup telpon itu begitu saja.
"Uh.. dasar orang kalo telpon tidak liat nomer dulu begitu.Baru di angkat langsung ngomel-ngomel pada hal salah sambung." ujar Ayu misuh-misuh.
Di ruko Andre kualahan, dengan banyak nya pesanan untuk hari minggu nanti. Makin hari pesanan Roti manis, semakin banyak tidak kurang dari 1000 pcs perhari. Padahal karyawan sudah di tambah, tapi memang pesanan yang begitu banyak. Kadang bonus mereka lebih besar dari gaji mereka, Semua karyawan sejahtera tidak kurang apa pun.
2 minggu setelah ke rumah Gilang, Ayah dan Ayu mengajukan gugatan perceraian kepada Gilang di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Dengan dakwaan KDRT(kekerasan dalam rumah tangga), dan menikah tanpa izin istri pertama. Gugatan tersebut, segera di catat di kantor tersebut.
"Pemanggilan pada pihak tergugat akan di lakukan 1 bulan kedepan." ucap petugas KUA. "Baik pak, terima kasih untuk semua bantuan nya." ucap Ayu dan Ayah nya. Sambil tersenyum. Ayu ke KUA tidak hanya di temani Ayah nya, juga di temani oleh pengacara yang akan menangani kasus nya.
"Semoga saja, proses perceraian nanti tidak memakan waktu lama." doa Ayu dan keluarga nya. Setelah mengajukan gugatan perceraian, Ayu terlihat lebih tenang dan lebih bersemangat. Sekarang Ayu sedang dalam perjalanan menuju ruko, dari tadi Andre menelpon terus-menerus. Dia juga chat yang isi nya, "barang-barang ruko di acak-acak oleh orang tidak di kenal, dan barang-barang banyak yang hancur. orang itu bilang jauhi calon suami nya, kalau tidak akan ada bencana yang lebih besar lagi." ancam orang tidak di kenal itu.
Hampir 2 jam Ayu di kantor polisi, dia berharap pelaku nya dapat tertangkap. dan dapat mempertanggung jawabkan, perbuatan nya. Setelah dari kantor polisi, Ayu kembali ke ruko bersama karyawan yang lain nya. mereka membersih kan semua kekacauan yang di bikin para preman tadi.
Setelah hampir 3 jam semua karyawan selesai, dengan bersih-bersih nya. Setelah menyelesai kan semua nya, makanan datang dan mereka memakan makanan nya bersama-sama. Merreka semua berdoa untuk makan dan berdoa semoga kejadian ini tidak terulang kembali.
Tidak lama terdengar bunyi handpone berdering yang berasal dari handpon Ayu
Wong ko ngene kok di banding-banding ke.
Saing-saingke, yo mesti kalah.
Ku berharap engkau mengerti, di hati ini
__ADS_1
hanya ada kamu.
Jelas bedo yen di bandingke.
Lagu ini di popoulerkan oleh Deni caknan dan Abah Lala.
Karyawan yang sedang makan, saling lirik kira-kira bunyi handpone siapa? Setelah keluar dari kamar mandi Ayu mendengar kan dering lagu nya, segera mengangkat telpon nya. Ayu tau persis siapa yang menelpon, ini nada dering khusus keluarga nya Gilang.
"Ya halo ada apa Mas! masih belum cukup kamu menyiksa batin saya." ucap Ayu dingin tanpa senyum sama sekali.
"Halo Yu, aku bisa jelasin semua nya. Kenapa Aku bisa menikah dengan Diva dan kenapa aku diam, saat ibu di perlakukan tidak adil oleh diva." ujar Gilang sendu.
Maf sudah tidak ada yang perlu di jelasin lagi, kita ketemu di pengadilan nanti! tut. ujar Ayu sambil menutup telpon nya kasar. Tidak berapa lama Gilang menghubungi lagi, tapi tidak di gubris oleh Ayu. Dia malah mensenyap kan nada dering nya, supaya kalo ada telpon tidak terdengar.
Ayu lelah hati dan pikiran, sekarang dia cuma mau bahagia dengan atau tanpa Gilang. Sedang di sisi lain perasaan Revano sedang gundah, di tambah lagi sekarang Kalvin sedang sakit dan selalu memanggil Mommy nya. Demi kesembuhan anak tersayang Revano menghubungi Ayu, untuk meminta nya menjenguk Kalvin. Sudah hampir 10 kali Revano menghubungi tapi tidak di angkat, dia tidak putus asa. Revano berkirim pesan melalui WA yang isi nya. "Maf Yu, Aku mengganggu waktu nya, bisa tidak kamu jengukin Kalvin. Dia sedang sakit sudah 2 hari, Kalvin selalu memanggil kamu. terima kasih untuk waktu nya."
Sehabis sholat maghrib, Ayu baru pulang kerumah orang tuanya. Dan setelah makan malam, Ayu baru membuka handpon nya. Dia kaget ada hampir 50 panggilan dan 30 pesan WA masuk, dan yang menarik perhatian nya adalah pesan dari Revano. Ayu segera membaca nya, dan segera memberi balasan pesan. "Baik Mas, insya Alloh besok aku jengukin anak ganteng. Sekarang berada di mana?" tanya Ayu. Ayu menunggu balasan 1 menit, 10 menit dan sampai 1 jam belum juga di balas. "Ya sudah lah tidak usah di tungguin, nanti juga balas pesan ini." pasrah Ayu.
Bersambung...
Ini untuk pembaca yang komen kemaren yah, ini baru masuk gugatan perceraian.
Terima kasih untuk para pembaca setia, semoga suka dengan karya ini.
Mohon untuk tinggalin jejak, dengan cara like, komen, saran, kritik, vote dan hadiah mawar pun boleh🙏
__ADS_1