Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 80 Ayu Kecewa


__ADS_3

Ayu kembali kerumah, untuk menyiapkan semua keperluan ibu untuk beberapa hari ke depan di rumah sakit. Ayu juga sudah meminta tolong pada bu Sumi, untuk menjaga rumah nya selama Ayu tidak di rumah.


Ayu juga meminta tolong pada Andre untuk menangani toko roti, untuk sementara waktu saja. Ayu hanya akan mengawasi mereka melalui Cctv di dalam toko. Ayu memang memasang lebih dari 5 kamera, yang di letakan di meja kasir, di dapur, di gudang, di kantor tempat iya mengecek laporan dan di depan tempat parkiran.


Setelah memberi amanat pada bu Sumi dan Andre, Ayu bergegas ke rumah sakit kembali. Sesampai nya di sana Ayu, di tarik tangan nya oleh paman dan bibi guna meminta penjelasan pada Ayu.


"Yu apa benar yang di katakan Gilang, kalo kamu yang mengajak Mba Nur ketempat Gilang? hingga beliau kecapaian dan pingsan." ujar paman.


"Maf paman, bukan aku yang mengajak Ibu ke sini. Tapi ibu sendiri yang meminta di antar kan kemari, oleh ku. Dan ibu terkena serangan jantung bukan karena kecapean, tapi terkejut Gilang punya istri muda." jelas Ayu panjang lebar.


"Gilang menikah! jangan ngada-ngada kamu." ucap paman terkejut dan tidak percaya.


"Kalo paman tidak percaya tanyakan sendiri pada orang yang bersangkutan, jangan malah menyalah kan saya." ucap Ayu emosi.


Paman yang penasaran, menghampiri Gilang dan menanyakan apa yang Ayu bilang. "Gilang apa benar kamu punya istri lagi dan tidak memberitaukan pada ibu mu?" ujar Paman marah.


Gilang baru mau membuka mulut nya, tapi sudah di potong oleh istri baru nya. Dia yang menjawab "benar apa yang di katakan oleh nya, aku istri Gilang." ucap nya lantang.


"Kamu tega Lang, kamu tidak menghargai kami sebagai keluarga. Kamu juga menikah tidak minta izin pada Ayu istri mu?" ucap Paman emosi.


"Iya Paman, aku salah. Aku menikah lagi tanpa ada keluarga yang tau, dan waktu itu keadaan sangat mendesak sekali. Sehingga tidak mungkin untuk menghubungi Ibu apa lagi meminta izin pada Ayu." ucap Gilang menjelaskan.

__ADS_1


"Sudah Paman jangan bahas itu sekarang, ini bukan waktu nya. Kasihan ibu kalo sampai lihat pemandangan begini, lebih baik kita mendoakan ibu supaya cepat lewat masa krisis nya." ucap Ayu memberi saran.


Paman dan yang lain nya hanya menganggukan kepala nya. "Kamu b*d*h Gilang, kalo kamu sampai meninggal kan Ayu." ucap Angga dalam hati.


"Paman, aku pamit pulang dulu yah. Besok banyak pesanan kue yang harus di bikin di toko, dan aku harus mengawasi nya." ucap Ayu.


"Kamu ko pulang Yu, kamu tidak jagain ibu." ucap Gilang emosi pada Ayu.


Ayu hanya tersenyum dan membalik badan pada Gilang. "Maf itu tugas kamu sebagai anak, dan apa kamu kemarin menikah dengan dia(Ayu menunjuk istri muda Gilang) kamu ada obrolan sama aku. Bahkan kamu hampir 1 bulan tidak pulang ke rumah, aku dulu sudah merawat dan menjaga ibu kamu. Sekarang giliran istri baru kamu yang merawat dan menjaga nya." ucap Ayu panjang lebar dan berlalu pergi tanpa ada yang bisa mencegah nya.


Ayu tidak langsung pulang ke rumah karena hari sudah menjelang dini hari, dia memutus kan menginap di hotel dekat rumah sakit. Di dalam kamar hotel Ayu terisak, rasa sakit dan sesak di dada yang ia tahan dari tadi kini keluar menjadi deraian air mata di atas sajadah.


Ayu mengadu pada sang pemilik hati, tentang masalah yang harus di hadapi nya saat ini. Ayu memohon pada nya untuk di beri ke sabaran, dan kemudahan dalam menjalani hidup ini.


Ayu bangun sudah pukul 10 pagi, dia kaget mendengar handpone nya berdering berkali-kali. Ayu mengangkat telpon nya, tanpa melihat siapa yang menelpon.


"Halo si- cepat ke rumah sakit ibu tidak ada yang jaga, aku harus kerja." potong orang yang menelpon. Ayu menggeser handpon nya, untuk melihat si apa yang menelpon nya. Setelah tau siapa yang menelpon, Ayu cuma memutar bola mata nya malas.


"Kenapa kamu menelpon saya, apa kurang jelas saya bicara semalam. Tuan Gilang yang terhormat! Kamu suruh lah istri muda mu untuk menunggui ibu mertua nya." ucap Ayu kesal.


"Kamu kan tau kalo dia sedang hamil, dia butuh banyak istirahat sekarang. Dia tidak bisa menunggui ibu terus menerus." ucap Gilang semakin emosi.

__ADS_1


"Terus apa beda nya dengan saya, yang dulu keguguran anak kamu. Kamu tidak pernah menyuruh saya istirahat, malah kamu menyuruh saya mengerjakan semua pekerjaan." ujar Ayu kesal.


Sedang Gilang di sana hanya diam merasa bersalah pada Ayu. Dan tanpa menjawab Gilang mematikan telpon nya, dada Gilang terasa sesak saat mengingat dulu.


Setelah menarik nafas dalam dan membuang nya perlahan, Ayu segera ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan segara keluar dari hotel tersebut.


Ayu menuju rumah sakit, untuk melihat siapa yang menjaga ibu mertuanya. Ayu melihat di depan kamar tidak ada siapa pun di sana, Ayu memanggil suster jaga dan menanyakan siapa yang menunggu Ibu Nur pratama. Suster tersebut hanya menggelengkan kepala nya, tanda tidak ada siapa-siapa yang menjaga nya di rumah sakit.


Ayu yang memang tidak tegaan pun menunggui nya dari jauh, dia memakai kacamata hitam dan masker supaya tidak ada yang mengenalinya. Tidak lama kemudian, handpone nya berdering yang menghubungi nya adalah Bagas. Dia menanyakan keberadaan Ayu dimana? Bagas juga menyampaikan pesanan pelanggan sebanyak 500 pcs roti manis campur rasa, kue lapis 100 pcs, serta kue pisang 50 pcs, dan harus di antar 2 hari lagi.


Ayu segera mengakses cctv rumah sakit ini, agar bisa memantau keadaan ibu mertuanya dari jauh. Ayu segera pulang ke ruko untuk memberikan pesanan kepada Andre dan yang lain nya. Mereka menyanggupi nya, karena semakin banyak pesanan makin besar pula bonus nya.


"Ndre, di atas ada siapa? aku numpang istirahat bentar yah di kamar atas." izin Ayu. "Silahkan bu, paling si Gita yang lagi istirahat dia sedang tidak enak badan." ujar Andre. Ayu menganggukan kepala nya dan berlalu pergi ke lantai 2. Benar saja di atas hanya ada Gita yang sedang meringkuk kedinginan, dengan selimut yang lumayan tebal.


"Git, kamu sudah periksa ke dokter belum?" tanya Ayu. Gita hanya membuka mata nya sebentar dan mengangguk. Ayu berlalu menuju kantor nya, dia merebahkan diri di sofa kecil di sana. Baru mau memejamkan mata nya, handpone Ayu kembali berdering kali ini dari pihak rumah sakit. 'Rumah sakit, ada apa menghubungi ku. Dan kenapa menghubungi ku, tidak menghubungi anak nya.' monolog Ayu.


"Permisi, kami dari pihak rumah sakit, ingin memberitaukan keadaan bu Nur. Saat ini bu Nur baru melewati masa krisis nya. Di mohon pada pihak keluarga untuk menungguinya." ucap Suster di rumah sakit.


"Baik Sus, akan sampaikan pada anak nya." ujar Ayu.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih untuk semua dukungan nya untuk karya ini.


Mampir juga di karya chat story saya yang berjudul (Dia sahabat ku).


__ADS_2