
Setelah Kalvin tenang, Ayu berbisik pada Revano. "Sebenar nya apa yang terjadi? Kenapa Kalvin begitu takut, hanya dengan menyebut nama nya?" bisik Ayu penasaran meminta penjelasan.
Tidak berapa lama, pelayan mengantar kan makanan nya. Semua makanan sudah berada di atas meja, "silah kan, selamat menikmati." Ujar Karyawan.
"Terima kasih, Ka." Ujar Ayu tersenyum. Sedang Revano, hanya menganggukan kepala nya. Setelah selesai makan, Ayu memberi kan handpone dan air phone pada Kalvin. Ayu dan Revano berpindah tempat duduk, dari tempat makan ke shofa samping kursi makan.
"Sebenar nya apa yang terjadi? Kenapa Kalvin begitu takut dengan Karen, benar kan Karen tunangan kamu. Tolong jelaskan!" tegas Ayu panjang lebar.
Revano menghela nafas kasar, memang benar Karen dulu mantan tunangan aku. Jadi setelah ibu Kalvin meninggal, orang tua ku menjodoh kan ku dengan Karen. Awal nya, Karen baik pada saya dan Kalvin. Di depan ku, Karen bersikap baik dan sayang banget sama Kalvin.
Kalvin juga sudah sayang banget sama Karen, tapi suatu ketika Revano ada perjalanan bisnis ke luar negeri. Revano menitip kan, Kalvin kepada Karen selama seminggu. Di rumah Karen, Kalvin di perlakukan kasar sekali. Kalvin di cubit, di puk*l dan di tamp*r, Kalvin juga cuma di beri susu sehari 2 x dan makan sehari 2 x juga.
Kalvin juga sempet di kurung di gudang, dia di ancam untuk tidak mengadu pada ku. Semenjak saat itu selama beberapa bulan Kalvin jadi pendiam, kalau melihat atau mendengar nama Karen dia akan menggigil ketakutan. Kadang, malah sampai panas tinggi dan mengigau.
Beruntung salah satu maid berani melaporkan kejadian itu pada ku, tadi nya aku tidak percaya. Tapi maid itu tidak pantang menyerah membujuk ku, akhir nya aku membuktikan sendiri ucapan maid itu.
Aku pura-pura akan pergi ke luar kota untuk beberapa hari, aku titip kan Kalvin kembali ke Karen. Selang berapa menit aku kembali secara diam-diam, dan aku lihat dengan kepala ku sendiri Karen menyeret Kalvin ke arah Gudang. Dia beralasan Kalvin nakal, menumpahkan makanan di tas kesayangan dia.
Semenjak saat itu aku memutuskan pertunangan dengan nya, dan ibu ku setuju karena melihat semua bukti-bukti nya. Selama berbulan-bulan, Kalvin pulang pergi ke psikiater untuk menyembuh kan trauma nya. Tidak ku sangka trauma nya masih ada, hanya mendengar nama nya ia bisa kambuh lagi
Maka nya saya bersyukur semenjak ketemu kamu dan keluarga mu Kalvin kembali ceria dan kembali cerewet lagi.
"Kamu tau dari mana, tentang Karen." bisik Revano pelan sekali, biar tidak terdengar oleh Kalvin.
"Karen adalah orang yang menyuruh preman-preman, untuk merusak toko roti saya beberapa bulan yang lalu. Sekarang dia, di tahan di kantor polisi." Ucap Ayu.
__ADS_1
"Hah ko bisa sih, memang ada urusan apa? Dia sampai merusak toko kamu." Ujar Revano kaget. Sambil memegang dada nya.
"Karen mengklaim kamu tuh milik nya, dan dia kira aku merebut mu dari nya." Ujar nya kesal. "Maf yah gara-gara aku, kamu jadi ikut terkena imbas nya." Ujar Revano tidak enak hati.
Ayu hanya sanggup menghela nafas, "ini bukan kesalahan kamu Mas. Ini hanya kecemburuan, yang tak berdasar dari mantan tunangan kamu." Ujar Ayu berbesar hati.
Pembicaraan tentang Karen berhenti, karena Kalvin tiba-tiba merengek kalau dia sudah mengantuk. "Mom, Kalvin ngantuk mau bobo." Ujar Kalvin sambil menguap lebar mulut nya.
"Ya sudah penbicaraan ini cukup sampai di sini, lain waktu kita ngobrol lagi. Lebih baik kamu ajak Kalvin pulang, kasihan dia terlihat lelah sekali." Ujar Ayu panjang lebar.
"Mom, aku mau pulang sama Mom. Tidak mau pulang sama Papi." Ujar nya manja.
"Maf sayang Mom tidak bawa mobil, Mom bawa nya motor. Kalo kamu tidur di jalan, kita bisa jatuh dan kecelakaan." Ujar Ayu menasehati.
"Papi mau sama, Mom." Ujar Kalvin merengek. "Begini saja, Yu. Kamu saya anterin pulang kerumah, biar nanti motor kamu Dino yang bawa pulang." ujar Revano memberi solusi.
Sesampai nya di rumah, Revano menggendong Kalvin untuk di letakan di kamar Ayu di lantai atas. Setelah itu Revano pamit pulang sama Ayah, ibu dan Ayu.
"Pak, bu, aku pamit yah, saya nitip Kalvin. Besok pagi, saya jemput. Terima kasih." Ujar Revano tersenyum.
"Baik, Nak Revano." Ujar Ayah tersenyum.
Sepulang nya Revano dari rumah Ayu, keluarga Ayu pergi ke kamar masing-masing. Tengah malam tiba-tiba Kalvin mengigau, "Tante jangan pukul hiks..hiks sakit, tante hiks.. Gelap tante hiks aku takut." Igau Kalvin. Ayu yang sayup-sayup mendengar suara orang bicara pun terbangun, saat ia menoleh pada Kalvin.
Pemandangan yang di lihat oleh Ayu, adalah Kalvin dengan muka pucat, ia menangis tersedu-sedu, dan mendadak badan nya panas.
__ADS_1
Kalvin masih terus mengigau, Ayu yang panik membangun kan orang tua nya. Ayu juga menghubungi Revano untuk mengabar kan, kalo anak nya lagi demam.
Ayu segera mengompres, Kalvin dengan air hangat. Setelah meletakan kompresan di atas kepala Kalvin, Ayu memeluk erat tubuh Kalvin seraya membisikan sesuatu di telinga nya. "Tenang sayang, jangan takut ada Mommy di sini." Ujar Ayu sedih.
Ayu terus memeluk Kalvin berharap dia segera tenang. Tidak lama Revano datang, dia begitu khawatir dengan keadaan Kalvin. Di dalam kamar Ayu ada Ayah dan ibu beliau, juga khawatir.
Setelah kedatangan Revano, ayah dan ibu kembali ke kamar. Revano tidur di kamar Ayu, dia menggelar kasur lantai di bawah tempat tidur. Satu jam kemudian Kalvin baru tenang, Ayu memeluk Kalvin sampai pagi.
Pagi hari nya Kalvin membangun kan Mommy dan papi nya. "Mom, bangun sudah pagi. Kita sholat subuh berjamaah yuk bareng papi." ujar Kalvin membangun kan.
Ayu mengerjap kan mata nya, dia bangun dan memegang dahi Kalvin untuk mengecek suhu tubuh nya. Dan alhamdulilah, suhu nya sudah normal kembali.
"Mas bangun ko kamu tidur di situ, bukan di kamar tamu sih." Ujar Ayu membangun kan. Revano yang merasa tangan nya di goyang kan oleh Kalvin pun, segera bangun dari tidur nya.
"Papih gitu, giliran di bangun kan oleh Kalvin tidak bangun-bangun. Tapi Mom, yang bangunin langsung bangun." Ujar Kalvin kesal.
"Sudah-sudah sekarang ambil wudhu, kita sholat berjamaah sama Yang Kung sama Yang Kung." Ujar Ayu tersenyum lembut.
Setelah sholat subuh, Ayah mengajak Revano berbincang sambil menunggu sarapan siap di sajikan. Sedang Kalvin kembali ke kamar Ayu, untuk tidur kembali. Sarapan di hidang kan, sekitar pukul 7.30 pagi.
Jam 7.30 Kalvin sudah siap, dia sudah mandi, gosok gigi, sudah wangi. Revano sampai terbengong, karena Kalvin tau-tau sudah siap.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini..
__ADS_1
Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini dengan cara like, komen, saran, kritik, vote dan gifh.