Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 94 Kalvin Bahagia


__ADS_3

Ayu cukup lama pergi, hampir 2 jam dia di restoran. Ketika dia baru melangkah keluar, handpone nya berdering dengan dering khusus lagu ojo di banding ke yang di populerkan oleh Deni caknan dan Abah Lala. Begini lagu nya.


Wong ko ngene kok di banding-banding ke.


Saing-saingke, yo mesti kalah.


Ku berharap engkau kembali, di hati ini.


Hanya ada kamu.


Jelas bedo yen di bandingke.


Ora ono sing tak pamer ke.


Ayu mengangkat telpon itu, tanpa melihat siapa yang menelpon nya. "Ada apa lagi Mas? Belum cukup, kau membuat aku lelah hati dan pikiran." ujar Ayu dengan nada rendah.


"Ah.. Tidak aku cuma mau bilang sampai kapan pun, aku tidak akan melepas mu. Camkan itu." ujar Gilang serius. Sedang Ayu hanya memutar bola mata nya malas mendengar ucapan nya itu.


"Dan kamu dengar bagaimana pun cara nya, aku pasti bisa melepas kan diri ku sendiri. Lebih baik kamu urus istri muda mu yang sedang hamil itu." Ujar Ayu. Ayu tidak mau berlama-lama telpon dengan Gilang, dia segera mematikan sambungan telpon nya.


Tidak berapa lama hadpone Ayu kembali berdering, kali ini dia lihat dulu siapa yang menelpon nya. Ternyata yang menelpon ibu, beliau mengabar kan kalau Kalvin sudah bangun. "Baik bu, Ayu segera pulang. Ini sedang di jalan, Bu tolong Kalvin di suapi makan." ucap Ayu. Percakapan selesai, Ayu dan ibu nya menutup telpon bersama.


Ayu segera tancap gas untuk pulang ke rumah nya. Sesampai nya Ayu di rumah, Kalvin sudah menunggu di ruang tamu dengan makanan penuh di mulut nya. Setelah makanan habis di mulut nya, Ayu baru menyapa nya. "Sayang sudah bangun, betah tidak tinggal di sini?" Tanya Ayu dengan senyum lembut.

__ADS_1


Kalvin menganggukan kepala nya saja karena mulut nya sudah penuh kembali. "Mom, dari mana? Ko Kalvin tidak di ajak sih?" Tanya Kalvin dengan raut wajah sedih. Ayu tersenyum pada Kalvin.


"Kan tadi anak ibu yang ganteng ini tidur siang, jadi tidak ibu ajak pergi. Lagian tempat nya agak jauh dari sini sayang." Ujar Ayu tersenyum lembut kembali. "Ouh begitu, tapi kalo besok boleh ikut yah..yah.." Ujar Kalvin dengan puppy eyes nya. Ayu menganggukan kepala nya.


Sedang Revano baru sampai, di tempat tujuan nya. Dia segera menghubungi Kalvin, untuk menanya kan kabar. Revano menghubungi nomer telpon Kalvin sebanyak 4 kali, tapi tidak di angkat oleh nya. Akhir nya Revano menghubungi Ayu, untuk berbicara pada Kalvin.


"Halo Yu, Kalvin nya mana? Aku tadi hubungi dia ke handpone nya, tapi tidak di angkat oleh nya." ujar Revano tersenyum ramah.


"Halo Mas, Kalvin ada dia lagi di ajak main sama Ayah aku. Kamu mau bicara, apa?" Tanya Ayu tersenyum juga. "Iya mana Kalvin nya?" Tanya Revano. Sebentar saya panggilin dulu yah, Kalvin sayang nih papi telpon." ucap Ayu pada Kalvin yang sedang main dengan ayah Ayu. "Iyyyaaa Mom, sebentar. Kalvin sebentar lagi menang." teriak Kalvin sambil tertawa gembira dan itu semua di dengar oleh Revano.


Tidak berapa lama kemudian, Kalvin menghampiri Ayu. "Sudah main nya?" Tanya Ayu. Kalvin hanya menganggu kan kepalanya.


"Nih, papih mau bicara sama kamu, ibu tinggal yah." Ujar Ayu tersenyum. Kalvin kembali menganggukan kepala nya.


"Halo pih, ini Kalvin." Ujar nya.


"Pih bisa tidak, tanya nya satu-satu. Biar Kalvin jawab nya enak?" Tanya Kalvin, sambil memutar bola mata nya malas. "Udah sih tinggal jawab saja, apa susah nya." gerutu Revano.


"Iya-iya Kalvin jawab, pertanyaan papih. 1 Kalvin sudah makan di suapi Eyang uti, 2 Kalvin tadi main catur, 3 sama Eyang kung, 4 betah banget di sini. Kalvin merasa punya kakek dan nenek yang menyayangi ku, pih." Ujar Kalvin sedih. Melihat anak semata wayang nya sedih, Revano pun ikut sedih.


Memang sedari kecil, Kalvin tidak pernah mengenal kakek dan nenek nya. Karena orang tua dari pihak ibu nya sudah meninggal, dan dari pihak diri nya tidak jauh berbeda. Revano adalah seorang anak korban perceraian sekarang ayah dan ibu nya sudah memiliki keluarga masing-masing.


Orang tua Revano tidak mau, membawa nya untuk tinggal bersama mereka. Beruntung ada seorang kakek tua, yang mau merawat nya. Dari dia kecil sampai dewasa dan jadi seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Sudah tidak apa-apa sayang, kamu nikmati hari-hari mu disitu. Tidak usah fikirin apa pun, anggap saja Eyang kung dan Eyang ti adalah kakek dan nenek kamu." Ujar Revano bijak. Kalvin hanya menganggukan kepalanya, dengan mata berkaca-kaca.


"Sudahan dulu yah telpon nya, tolong berikan telpon ini pada Mom." Ujar Revano kembali dengan tersenyum lembut. "Mom ini papih ingin bicara." ujar Kalvin sedih dengan mata berkaca-kaca. Ayu menghampiri Kalvin, kamu kenapa sayang ko nangis sih? Kalvin menggeleng kan kepala, setelah itu dia menangis kencang.


"Mommy hiks... Hiks... Terima kasih Mom. Berkat Mommy aku bisa merasakan kasih sayang kakek dan nenek hiks.." Ujar Kalvin dengan air mata berderai. Ayu kembali tersenyum dan mengangguk kan kepala nya. "Halo Mas in-yu terima kasih yah, untuk mu dan orang tua mu. Sudah mau menerima anaku, yang nota bene orang asing. Dan terima kasih juga berkat kamu, Kalvin jadi bisa merasakan kasih sayang kakek dan nenek." ucapan Ayu terpotong oleh ucapan Revano.


"Iya sama-sama, Mas. Ayah dan ibu senang dengan kehadiran Kalvin, beliau jadi ada hiburan." Ucap Ayu.


"Baik sudah dulu yah, saya baru sampai hotel tempat aku menginap." Ujar Revano. "Sudah kamu istirahat gih, aku tutup telpon nya." ucap Ayu sambil menutup telpon nya.


Kalvin mendekati Ayu dan memeluk nya erat sambil menggumam kan "terima kasih, Mom." Ayu mengangguk, dan mengelus punggung sayang. Setelah acara berpelukan, mereka berdua pergi ke meja makan untuk makan malam bersama. Kali ini Kalvin tidak di suapi oleh Eyang uti, tapi sekarang di suapi Eyang kung sambil di pangku oleh nya.


Pemandangan tersebut di abadi kan oleh pengawal, yang tidak sengaja lewat ruang makan. Di dalam potret tersebut, Kalvin terlihat sangat bahagia dengan senyum mengembang. Pengawal bernama Bob, ikut tersenyum melihat kegembiraan tuan kecil nya.


Potret itu sudah ia kirim kan, kepada Tuan nya yang sekarang sedang di luar negeri sana. Revano setelah melihat potret tersebut tersenyum, dan memberi balasan pesan pada Bob. "Bob, terima kasih. Tolong jaga tuan kecil dengan sepenuh hati mu."


"Baik tuan, akan saya laksana kan." balas Bobo kembali.


Selesai makan malam, Ayu mengajak Kalvin untuk kembali ke kamar untuk ganti baju dan gosok gigi nya setelah itu tidur. Karna hari sudah mulai malam.


Bersambung...


Maf teman-teman baru up date, Autor nya lagi tidak enak badan.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah dukung karya ini sampai sekarang.


Mohon tinggalin jejak dengan like, komen, saran, kritik, vote dan Gifh.


__ADS_2