
Akhirnya keputusan di ambil bahwa lamaran dan tunangan akan di ada kan 1 minggu lagi, pernikahan 1 bulan lagi dan acara resepsi akan di adakan 6 bulan lagi. Semua anggota keluarga setuju, dengan keputusan itu tak terkecuali Revano.
Setelah selesai makan malam, mereka pulang dengan senyum yang mengembang. Di Apartemen, Kalvin sangat antusias dengan keputusan tadi. Walau masih kecil, Kalvin tau apa yang di bicarakan oleh para orang dewasa.
Lamaran akan di adakan, di aula gedung di singapura. Untuk persiapan nya, kedua belah pihak setuju menggunakan Weding orgenezer(wo).
Kedua mempelai hanya mempersiap kan mental, dan Gaun untuk lamaran sudah di pesan dari butik ternama di Singapura. Kalvin juga tidak ketinngalan di acara lamaran nanti, Kalvin memakai baju yang samaan dengan papi nya.
Untuk keluarga juga akan ada baju yang samaan, untuk para pria memakai kemeja batik. Sedang untuk perempuan memakai kebaya dengan bawahan Rok batik, warna yang senada dengan kemeja batik yang di pake para pria.
Untuk baby Agesta juga di pesan kan dres cantik dengan warna batik yang sama dengan baju yang di pake
Seminggu telah berlalu, acara akan di laksanakan pada hari minggu sore. Di tempat Acara di hiasi berbagai bunga hidup di antara nya mawar putih, mawar merah, melati dan bunga krisan berwarna warni.
Acara di langsung kan tepat pukul 5 sore, Ayu dan keluarga nya sudah berada di hotel tersebut dari siang hari. Sedang Revano dan keluarga angkat nya, sudah dari pagi berada di hotel tersebut.
Sore hari nya kedua mempelai sudah di dandani, Ayu terlihat sangat cantik sekali begitu juga Revano terlihat sangat tampan. Acara nya berlangsung sekitar 3 jam, dengan susunan acara sebagai berikut.
--Kedatangan calon mempelai pria bersama keluarga nya...
--Pembukaan acara lamaran...
--Perwakilan calon mempelai pria untuk menyampai kan maksud dan tujuan nya...
--Penyampaian jawaban keluarga mempelai perempuan...
--Penyerahan seserahan...
--Perkenalan antar keluarga mempelai...
__ADS_1
--Pembacaan doa...
Sumber google (mohon koreksi jika ada yang salah).
Hampir Semua acara telah di lalui, sekarang tinggal tukar cin-cin. Kotak cin-cin, di bawa oleh Kalvin. Dan yang akan menyemat kan cin-cin, pada Ayu adalah Kalvin anak sang mempelai pria.
Kalvin menyemat kan cin-cin dengan mata berkaca-kaca, dia sangat bahagia. Karena Mom akan sepenuh nya menjadi Momy nya, Kalvin tidak khawatir lagi Ayu akan meninggal kan nya.
"Mom.. Hiks... Terima kasih yah, sudah menerima papi jadi suami. Terima kasih juga selama ini sudah jagain, dan sayangin aku layak nya anak sendiri." Ujar Sendu Kalvin.
Ayu hanya menganggukan kepala nya, dia tak sanggup berkata-kata. Air mata Ayu sudah bercucuran sedari tadi, dia sangat terharu dengan semua ungkapan perasaan Kalvin.
"Sayang seandai nya aku tidak berjodoh dengan papi kamu, aku akan tetap menyayangi kamu seperti aku menyauangi anak ku sendiri." Ujar Ayu tersenyum tulus.
Semua terharu, dengan percakapan mempelai perempuan dan anak dari mempelai pria. Semua undangan hampir menetes kan air mata nya dengan ucapan tulus dari pempelai wanita
Acara hampir usai, sekarang mereka sedang pembacaan doa. Hampir semua tamu undangan, mendoakan ke dua mempelai. Semua yang terlibat, dalam acara mengucap kan syukur alhamdulilah. Acara lamaran dan tukar cin-cin berjalan dengan lancar, tanpa hambatan apa-apa.
Sesuai perjanjian kemarin sekarang, Baby Elang sepenuh nya bersama Gilang. Walau masih terbesit sakit hati nya, namun rasa sayang nya pada anak itu sangat lah besar.
Sekarang Gilang akan pergi kerumah paman Marno, untuk menjenguk ibu. Beliau sekarang sedang sakit dan tidak mau di rawat di rumah sakit, beliau hanya ingin di tunggui oleh anak, mantu dan cucu nya.
"Bu... Ibu, aku minta maaf yah. Benar kata ibu, Ayu lebih baik dari pada Diva. Ibu sembuh yah nanti kita bersama-sama minta maaf sama Ayu." Ujar Gilang sambil meneteskan air mata.
Ibu, hanya menganggukan kepala nya, seraya berkata "iya Lang."
"Kita periksa ke rumah sakit ya, bu." Ujar Gilang sendu. Ibu kembali, menganggukan kepala nya. "Gilang titip baby Elang yah bu, aku mau mencari kendaraan dulu untuk bawa ibu ke rumah sakit." ujar Gilang.
"Udah Lang, tuh pake mobil paman biar cepat sampai di rumah sakit. Tapi nanti isiin bensin yah, tadi paman belum sempat mengisi nya." Ujar Paman Marno.
__ADS_1
"Baik paman, nanti Gilang isi bensin nya." Ujar Gilang tersenyum lega, karena tidak usah mencari mobil lagi untuk membawa ibu nya di rumah sakit.
Sesampai nya di rumah sakit, ibu segera di bawa ke ruang UGD. Setelah dari ruang UGD, ibu di saran kan menjalani perawatan. Diagnosis Dokter, ibu kecapean dan kebanyakan pikiran.
"Ibu Nur mulai sekarang, ibu jangan kebanyakan fikiran yah di bikin happy saja." Ujar Dokter sambil tersenyum.
"Baik Dok, akan saya usahakan. Tapi tidak janji yang nama nya manusia, bilang tidak di pikir kan juga tetap saja masuk ke pikiran." Ujar Ibu Nur tersenyum tipis. Sang Dokter hanya menganggukan kepala nya, dan tersenyum manis.
Setelah kepergian Dokter, Gilang masuk ke ruangan perawatan ibu nya. "Bu nanti kalo sudah pulang dari rumah sakit, ibu tinggal di rumah yah bareng Gilang dan Elang." Ujar Gilang merayu.
"Tapi bagai mana dengan Diva, dia tidak mungkin setuju aku tinggal dengan kalian." Ujar Ibu Nur Sendu.
"Ibu tidak usah mengkhawatirkan Diva, aku sudah pisah dengan nya. Diva menyerah kan Elang, untuk ku asuh." Ujar Gilang tersenyum.
"Baik lah kalo begitu, aku akan tinggal dengan mu dan baby Elang. Apa Angga kemari Lang, ibu kangen sama dia?" Tanya Ibu sendu.
"Gilang menggelengkan kepala nya. Mungkin sebentar lagi, dia kemari aku tadi sudah mengabari nya." Ujar Gilang.
Tidak lama kemudian, Angga datang bersama anak dan istri nya. Dia langsung masuk tanpa mengetuk nya, sampai ibu terkejut.
Sementara di toko roti yang di kelola oleh Andre, sedang menghadapi sedikit masalah. Ada seorang konsumen yang mengadu, bahwa Roti yang di jual oleh toko roti sudah berjamur.
Andre sudah menghubungi pengacara yang sudah di tunjuk, menangani masalah-masalah yang di hadapi oleh toko Roti Ayu. Dan Alhamdulilah, masalah itu selesai karena itu hanya kesalah pahaman saja. Jadi ada pesaing, sesama toko roti yang merasa tersaingi. Toko roti Ayu makin hari makin rame, sedang toko saingan nya makin sepi.
Mereka iri dan ingin menghancurkan, ke sukses-an toko roti yang di kelola oleh Andre. Memang toko roti terlihat sepi, setelah kejadian itu. Tapi tetap pesanan yang minta di anterin membludhak. Yang pesen roti ulang tahun, yang pesen roti buaya. Dan banyak lagi yang lain nya.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini. Semoga suka yah dengan karya ini.
__ADS_1
Mohon tinggal kan jejak untyk karya ini.