Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 107


__ADS_3

Ayu menyanggupi permintaan pak Gandi, untuk membawa beberapa saksi yang kemarin ikut ke kantor polisi. "Maf pak, kita jam berapa kesana nya?" Tanya Ayu sambil tersenyum.


"Kalo kemaren, pak polisi bilang datang pukul 10 pagi." Ujar Pak Gandi tersenyum balik. "Baik pak, terima kasih info nya." Ujar Ayu.


Setelah menyampai kan info tersebut, pak Gandi pamit pulang. Beliau masih banyak yang harus di urus, beliau banyak memegang kasus-kasus perceraian juga kasus perdata.


Ayu segara menghubungi karyawan nya yang di toko, dan menanyakan siapa yang jadi saksi perusakan kemarin di kantor polisi. Setelah mendapat nama-nama nya, ayu segera membawa mereka ke kantor polisi.


Sementara di perusahaan Ayah Diva, pak Rizal sudah di tangkap oleh pihak berwajib. Dia sudah tidak bisa berkelit lagi, dengan banyak nya bukti. Tapi polisi masih mengusut siapa-siapa saja yang terlibat, karena tidak mungkin ia bekerja sendiri.


Dan setelah di usut, hampir 30 orang terlibat termasuk Rudi sahabat Gilang. Mereka di tangkap, selisih 1 hari dengan pak Rizal. Gilang sangat menyayang kan, kenapa Rudi bisa terlibat pencucian uang.


Diva dari kemarin masih ngambek saja sama Gilang, dia masih kesal tentang handpon yang di matiin tempo hari. Sedang perkembangan baby Elang sudah bisa mengoceh, berat badan nya semakin bertambah.


Baby Elang selalu di manja, dan di beli kan barang mewah. Semua baju dan mainan saja harga nya, lebih dari 1 juta. Tapi untuk sekarang tidak bisa begitu lagi, perusahaan nya sedikit koleps. Hampir 40 % data yang di curi oleh orang kepercayaan, Ayah Diva.


Kasus ini sudah di ketahui oleh para penanam saham, dan mereka minta uang mereka kembali. Kalo sampai penanam saham mencabut modal nya, maka hampir di pastikan perusahaan gulung tikar.


Untuk kasus ini ayah dan kakak Diva yang turun langsung, membujuk para pemegang saham untuk tidak mencabut modal nya. Saham yang di miliki oleh Ayah Diva sebanyak 35%, sedang kan sisa nya di miliki beberapa perusahaan yang menanam modal.


Mereka gagal membujuk pemegang saham, untuk mempertahan kan modal nya. Hampir di pasti kan perusahaan mereka gulung tikar, Karena aset-aset mereka tidak mencukupi untuk membayar hutang di bank dan untuk membayar gaji semua karyawan nya.


Sekarang hidup mereka harus berhemat, tapi ya nama nya orang kaya tidak bisa berhemat. Sekarang mereka memulai semua dari nol lagi, semua di kerja kan sendiri tanpa bantuan pembantu atau ART.


Diva yang tidak terbiasa hidup kekurangan menjadi stres, dia lebih sering marah-marah tidak jelas.


Sementara Ayu dan karyawan nya, sekarang sedang ada di kantor polisi. Mereka akan memberi kesaksian, tentang perusakan di toko roti tempo hari. Ayu di pertemukan dengan dalang yang merusak toko nya, dia seorang perempuan sebut saja nama nya Karen.


"Maf apa alasan anda, merusak toko saya? Apa salah, saya sama anda?" Ujar Ayu sedikit tidak tenang.


"Ha... Ha... Kamu, memang salah telah merebut calon suami saya. saya tidak terima dia mutusin saya, cuma gara-gara kamu yang seorang calon janda. Dan sekarang sudah jadi, janda." Hina perempuan itu.


Ayu menghela nafas, baru pertama kali ia mendapat penghinaan dari orang yang tak di kenal. "Siapa kekasih kamu? Kenal saja tidak, bagaimana bisa aku merebut kekasih mu?" tanya Ayu sedikit Emosi.


Sedang Karen kembali tertawa, kamu ngga kenal, "calon suami saya adalah Revano. Gara-gara ke hadiran kamu, Revano sedikit-sedikit mulai menjauh dari ku. Dia membatal kan pertunangan kami, yang sudah ada di depan mata." ujar Karen emosi.

__ADS_1


"Maf kalo gara-gara aku, Revano jadi membatal kan pertunangan dengan mu. Aku sungguh tidak tau, kami cuma berteman tidak lebih." Ujar Ayu menjelas kan.


Karen yang mendengar kata-kata itu pun tidak percaya begitu saja, dia ingin Ayu memberi bukti tentang ucapan nya. Tidak lama petugas datang, untuk memberitau kan bahwa jam besuk selesai.


Ayu meninggal kan Karen bersama petugas, "ayo silahkan, Nona." Ajak seorang petugas. Karen menganggukan kepala nya, dan kembali ke sel tahanan sementara.


Ayu menelpon Revano, untuk membuat janji bertemu dan memastikan kabar tersebut. "Halo Mas, bisa ketemu tidak sore ini?" tanya Ayu.


"Halo Yu, bisa mau ketemu di mana?" Tanya balik Revano.


"Bagaimana kalau di cafe Resh, jam 7 malam?" Tanya Ayu, pada Revano lagi.


"Baik lah, tapi ada apa dulu. Tumben kamu yang ajak ketemu?" Tanya Revano.


"Nanti sore kita bicara kan, sudah dulu yah aku sedang ada di kantor polisi." Bisik Ayu.


"Baik lah, sampai ketemu nanti malam." Ucap Revano berbisik pula.


Setelah karyawan Ayu di mintai keterangan, mereka di perboleh kan pulang. Mereka di kasih 10-15 pertanyaan, dan harus di jawab dengan cepat.


Dari sehabis maghrib, Ayu sudah berada di cafe tersebut. Ayu sudah mengirim pesan pada Revano, kalo Ayu duduk di ruang VIP nomer 5. Sambil menunggu Revano, Ayu mengecek dan memindahkan laporan keuangan pada laptop nya.


30 menit kemudian Revano datang bersama Kalvin keruang yang tadi di chat oleh Ayu. Revano mengetuk pintu, ruangan tersebut.


Tok...


Tok...


Tok...


"Ya masuk." Teriak Ayu dari dalam ruangan. Cekleke(suara pintu di buka) "Mommy aku kangen Hiks... Hiks." Ujar Kalvin menangis sambil memeluk erat Ayu.


"Hai ko nangis sayang, Mom tidak kemana-mana." Ujar Ayu menenangkan. Revano geleng kepala dengan kelakuan anak semata wayang nya.


'Perasaan sama papi nya tidak begitu, mau tidak ketemu 1 minggu juga cuek saja. Ini sama orang lain sampai nangis-nangis, padahal baru 5 hari tidak ketemu.' Monolog Revano.

__ADS_1


"Ayo duduk sini." ajak Ayu sambil melambai kan tangan nya.


"Kita makan dulu yah baru bicara, pelayan mau pesan. Anak ganteng mau makan apa?" Tanya Ayu sambil tersenyum manis.


"Samain saja sama Mom, Mom pesan apa?" Tanya balik Kalvin. Sambil bergelayut manja.


Nasi putih 2 sama ayam bakar, udang asam manis, sop iga unruk minum nya lemon teh 2. "Kalo kamu pesan apa, Mas?" Tanya Ayu.


"Nasi putih sama sayur asam, ikan bakar dan ayam goreng. Untuk minum nya Es teh manis." Ujar Revano pada pelayan.


"Baik di tunggu sebentar Tuan, Nyonya." Ucap pelayan sopan. Setelah pelayan pergi, Revano menanyakan apa yang mau di bicarakan.


"Ada apa tumben mengajak makan di luar." Ujar Revano tersenyum.


"Kamu kenal dengan Karen, dia mengaku tunangan kamu." Ujar Ayu. Belum sempat menjawab pertanyaan Ayu, Revano di kejutkan dengan raut wajah Kalvin yang berubah.


Sedang Kalvin mendengar nama itu di sebut, di mengerat kan pelukan nya. Wajah nya menjadi pucat pasi, Ayu yang merasa gelagat Aneh pada Kalvin pun menatap wajah nya.


"Sayang kenapa-- Mom jangan sebut nama itu. Aku takut Mom." Ucapan Ayu terpotong oleh Kalvin yang sedang menggigil ketakutan.


Ayu balik memeluk erat dan mencium pucuk kepala Kalvin, "sudah tidak apa-apa ada Mom di sini." mendengar ucapan itu, Kalvin berangsur santai tidak ketakutan lagi.


Bersambung...


Apakah benar Karen adalah calon istri nya?


Trauma apa yang di miliki Kalvin di balik wajah ceria nya.


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini.



Mampir juga di karya baru Autor yang lain..

__ADS_1


Semoga suka.


__ADS_2