Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 120 Terungkap


__ADS_3

Setelah kemarin bekal yang di bawa, oleh Ayu di makan oleh Kalvin dan Nur. Sekarang Ayu membawa bekal, untuk Kalvin lebih banyak dari yang sebelum nya. Dan benar saja Kalvin kembali meminta izin pada ku, untuk memperbolehkan Nur kembali di bagi bekal nya.


'Benar saja, beruntung aku membawa lebih. Bekal untuk hari ini, cukup untuk 3 orang.' Ucap Ayu dalam hati.


"Sudah sana, panggil Nur nya." Ujar Ayu pada Kalvin. Kalvin kembali ke kelas, untuk mengajak Nur makan bersama lagi. Namun kali ini Nur benar-benar menolak, untuk di ajak makan bersama oleh Kalvin.


Nur beralasan membawa bekal sendiri, tapi yang sebenar nya Nur tidak membawa bekal. Nur kemarin di marahin oleh paman nya, karena ketauan memakan bekal dari Kalvin pada saat istirahat ke dua.


Kalvin keluar kelas seorang diri, tanpa teman nya Nur. "Mana Nur nya, Nak?" Tanya Ayu pada Kalvin.


"Nur tidak boleh menerima bekel dari orang lain, ia di marahin oleh paman nya kemarin." Ujar Kalvin sedih.


"Sudah tidak apa-apa sayang, nanti kamu belikan roti sama air minum di kantin. Nanti kamu kasihin ke teman kamu yah." Ujar Ayu tersenyum.


"Baik lah Mom, nanti Kalvin belikan untuk Nur roti dan miniman. Supaya dia tidak kelaparan, saat jam pelajaran nanti." Ujar Kalvin kembali semangat.


15 menit sebelum bel masuk di bunyi kan, Kalvin pergi ke kantin, membeli roti dan minuman untuk Nur teman nya. Tadi nya Nur menolak menerima nya, tapi Kalvin memaksa nya untuk menerima makanan dan minuman tersebut.


Setelah Nur memakan habis roti itu, baru bel masuk kembali berbunyi. Pelajaran terakhir pun di mulai, pelajaran ini berlangsung selama 1 jam. Bel pulang sekolah berbunyi dengan nyaring nya, menandakan semua siwa dan siswi harus segera pulang ke rumah masing-masing. Begitu pula dengan Kalvin dan Ayu, harus pulang ke Apartemen nya.


Sesampai nya di Apartemen, Ayu dan Kalvin segera masuk ke kamar masing-masing. Mereka membersihkan badan dan berganti baju, baru mereka keluar kamar untuk bermain dengan baby Agesta.


Selang 2 jam, Kalvin dan Agesta sudah tidur di depan televisi mereka kelelahan. Kalvin kelelahan karena biasanya setelah pulang sekolah tidur, tapi ini tidak dia langsung mau main sama baby Agesta. Begitu pula Baby Agesta dia dari tadi tidak mau tidur, dia ingin menunggu babang Kalvin. Jadi lah mereka tidur bersama, di depan televisi.

__ADS_1


Sekitar pukul 4 sore, mereka berdua bangun dari tidur nya dan meminta mandi. "Mom, gerah mau mandi. Tolong siapin baju Kalvin yah, Mom." Ujar Kalvin meminta tolong pada Ayu.


Ayu menganggukan kepala, untuk menanggapi ucapan Kalvin. Tidak lama, Baby Agesta bangun dari tidur nya. "Mom.. Mom.. Mom.. Atu andhi eyah." Ujar Baby Agesta kurang jelas bicara nya.


Setelah menyiapkan baju ganti untuk Kalvin, Ayu mengetuk pintu kamar mandi. "Bang, baju nya di atas ranjang yah. Mom tinggal mau mandiin, baby Agesta dulu." Ujar Ayu sedikit berteriak.


Ayu keluar dari Kamar Kalvin, menuju ke baby Agesta untuk memandikan nya. "Sayang, mau mandi sama Mom atau sama nenek?" Tanya Ayu usil.


"Sudah buru di mandiin sudah sore, jangan mengusili anak orang nanti nangis lagi." Ujar Ibu kesal. Sedang Ayu hanya tertawa senang melihat wajah menggemaskan baby Agesta. Setelah selesai mandi dan berpakaian, Kalvin keluar kamar untuk bermain dengan baby Agesta.


****************


Sementara Gilang kembali untuk memantap kan hati nya, untuk membuka Amplop bertulis kal logo rumah sakit di sudut kanan atas amplop tersebut.


Dengan mengucap kan Basmalah, Gilang membuka amplop tersebut. Gilang membaca, setiap baris tulisan yang ada di selembar kertas tersebut. Hingga tibalah di baris yang menyatakan, tentang kecocokan DNA antara diri nya dan baby Elang.


Dia masih sangat Shock sekali, berkali-kali Gilang membaca selembar kertas dari rumah sakit tersebut namun hasil nya sama saja. Tidak lama kemudian, baby Elang bangun dari tidur nya. Baby Elang memanggil, "Papah.. Papah." ujar nya.


Gilang yang masih shock hanya diam saja, seakan tidak mendengarkan panggilan sang anak. Tidak lama baby Elang menangis, karena panggilan nya tidak di respon oleh sang papa.


Gilang yang mendengar sang anak menangis seakan diri nya di tarik, untuk kembali sadar pada realita yang ada. Setelah sadar Gilang sempat membiar kan, baby Elang menangis. Gilang seakan tidak percaya dengan hasil tes yang dari kemarin ragu untuk ia buka.


Beberapa hari kemudian Diva menemui Gilang di rumah nya, dia masih kekeh untuk minta cerai pada Gilang. Gilang hanya memandang, Diva tanpa berbicara apa-apa pada nya.

__ADS_1


"Kamu yakin, meminta cerai pada ku?" Tanya Gilang, sambil menatap tajam lawan bicara nya.


"Iya aku yakin sekali, aku sudah tidak mau hidup miskin." Ujar Diva mantap.


"Baik lah, kalo itu mau kamu. Tapi kamu, jangan menyesal dengan keputusan kamu sekarang. Dan satu lagi, kamu harus lihat ini. Dan tolong, jelas kan." Ujar Gilang sambil menyodor kan, amplop yang bertulis kan nama rumah sakit.


Diva yang bingung dengan ucapan Gilang, dia segera membuka amplop tersebut dan membacanya secara seksama. Setelah membaca nya, Diva memandang Gilang dengan pandangan yang berbeda.


"Ini, kamu dapat dari mana surat ini?" Tanya Diva penasaran.


Gilang, tersenyum miring pada Diva. "Sekarang bisa di jelasin, kenapa kamu berbohong pada saya." Ucap Gilang menahan emosi nya.


Diva menelan ludah nya kasar, dia menatap Gilang. "Aku bisa jelasin semua itu, memang benar Elang bukan Anak kamu. Elang anak mantan aku, yang tidak mau bertanggung jawab dengan kehamilan ini." Ujar Diva menjelaskan.


"Terus kenapa kamu, mengkambing hitam kan saya. Apa salah saya sama, kamu Div?" Teriak Gilang, yang sudah tidak bisa menahan emosi nya.


"Karena, saya sakit hati sama kamu! Kamu dulu selalu menolak saya. Dan sewaktu kita ketemu di kantor Ayah, aku sedang frustasi. Karena kekasih saya, meninggal kan saya dan anak yang ada di kandungan saya. Tanpa pikir panjang aku mengajak kamu untuk bertemu, namun aku gagal menjebak mu. Dan terakhir saat saya minta untuk di ikut kan tugas di luar kota, aku memberi obat tidur pada mu. Dan aku membuat seolah-olah kamu berbuat tidak senoh-noh pada ku." Ujar Diva menjelaskan.


Gilang seakan tidak percaya, dengan semua penjelasan Diva. Gilang sangat kecewa, dengan cara Diva melakukan hal kotor tersebut pada nya.


Bersambung...


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya ini...

__ADS_1


Semoga sahabat semua suka dengan semua karya yang Autor bikin.


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini.


__ADS_2