Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 88 Visum


__ADS_3

Setelah berganti baju, Ayu mengkuti Ayah dan ibunya kerumah sakit untuk melakukan visum. Sesampai nya di rumah sakit, Ayah mendaftarkan Ayu ke resepsionis dan mereka di suruh menunggu beberapa saat.


Setelah 15 menit, baru nama Ayu di panggil oleh suster rumah sakit. Pemeriksaan berjalan selama 1 jam, dan hasil akan di berikan maksimal 3 hari kedepan. Pemeriksaan selesai, Ayah dan Ibu, mengajak pulang ke rumah nya.


Di temat lain Gilang sedang memanjakan istri muda nya, mereka berjalan-jalan bersama ke sebuah tempat wisata. Gilang mendapat cuti 2 hari dari perusahaan nya, untuk mengajak Diva jalan-jalan.


Memang Gilang sudah tidak lagi memikirkan Ayu, dia lebih vokus pada Diva yang sedang hamil. Ibu Gilang juga sering menasehati nya, supaya adil antara Ayu dan Diva. Tapi Gilang, menganggap omongan ibu hanya angin lalu saja. Tidak seperti pas sama Ayu, Gilang selalu mengutamakan Ibu nya dari pada istri nya.


Di ruko, Andre kualahan banyak nya pesanan roti manis dan roti buaya. untuk sehari saja bisa mencapai 2000 pcs, 1000 pcs pesanan, 500 pcs untuk di antar kerestoran, dan sedang di ruko hanya menyetok sekitar 200 pcs, sisa nya di kirim ke warung-warung sekitar. Sedang untuk roti buaya, sehari kadang sampai dua pasang.


Chef dan Karyawan toko juga sudah di tambah menjadi 10 orang, tapi yang tinggal di ruko hanya beberapa orang saja. Yang lain nya pada cari kontrakan, yang dekat dengan toko roti tersebut.


Karena pandemi Covid-19, kemaren banyak warung kecil-kecilan pada buka. Hampir setiap rumah, pada buka warung untuk menambah penghasilan.


Di rumah Kalvin, selalu merengek minta ketemu sama Ayu. Tetapi Revano belum punya waktu untuk menemani nya, dia sedang sibuk-sibuk nya mengerjakan projek kerja sama dengan pengusaha dari benua Eropa.


Kerena tidak di turuti oleh Papi nya, Kalvin minta di beliin handpone untuk menghubungi Ayu. Tidak lama handpone sudah ada di tangan Kalvin, segera Kalvin menghubungi Ayu.


"Halo Mommy, ini Kalvin." cicit Kalvin.


"Halo, Anak ganteng telpon pake handpone siapa? ini bukan nomer Papi kamu." tanya Ayu.


"Ini handpone Kalvin, my. Papi yang beliin, untuk telpon Mommy." cicit manja Kalvin.


"Papi yang beliin, apa anak ganteng yang minta di beliin?" tanya Ayu sambil tersenyum lembut.


"He... he... he...Kalvin, yang minta di beliin sama Papi. Kalvin kangen sama Mommy! Kalvin ingin ketemu sama Mommy, tapi tidak boleh sama Pappi. Papihnya sibuk." rajuk Kalvin.


"Oh terus mau nya anak ganteng, bagaimana?" tanya Ayu pada Kalvin.

__ADS_1


"Mommy nya kesini, temenin Kalvin les silat." ucap manja Kalvin.


"Maf sayang, tidak sekarang ya nemenin nya. Ibu baru pulang dari rumah sakit, Ibu cape mau istirahat." ucap Ayu memberi pengertian pada Kalvin.


"Baik lah, tapi janji yah My. nanti kalo sudah sembuh temenin Kalvin les silat atau tae kondo." cicit Kalvin sambil memperlihat kan jari kelingking nya. Sedang Ayu hanya menganggukan kepala nya saja.


Setelah itu telpon di tutup, secara bersama-sama oleh Kalvin dan Ayu. Setelah itu Ayu istirahat, untuk memulih kan pikiran dan tenaga yang terkuras habis sejak tadi pagi.


Setelah makan siang, Ayu pamit untuk ke toko roti untuk mengecek uang pemasukan dan pengeluaran.


"Ayah, Ibu aku pamit mau ke toko dulu nanti sore aku pulang." ucap Ayu tersenyum lembut.


"Iya, kamu hati-hati yah di jalan. Tidak usah ngebut, pelan-pelan yang penting sampai." ujar Ibu menasehati. Sedang Ayah, hanya menganggukan kepala nya saja.


"Baik bu, Aku akan hati-hati di jalan." ucap Ayu sambil tersenyum lembut. Ayu toko dengan menggunakan motor nya, dia melajukan motor nya dengan kecepatan sedang.


Sesampai nya di toko, Ayu langsung ke dapur untuk menjumpai Andre untuk menanya kan tentang persediaan bahan-bahan roti. Dan ternyata, semua bahan kue sudah habis. Ayu belanja di temani oleh 2 karyawan senior, bahan-bahan yang habis di antara nya tepung terigu, gula pasir, pengembang kue, dan pewarna makanan.


"Git, tolong panggilkan Mas Andre. Suruh dia ke kantor saya mau bicara." ujar Ayu tersenyum.


"Baik, bu laksana kan." ucap Gita sambil memberi hormat pada Ayu. Sedang Ayu hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala nya.


Ayu berjalan ketangga untuk masuk ke kantor nya, di lantai 2. Tidak lama, terdengar pintu di ketuk dengan kuat.


Tok...


Tok.tok...


"Ya masuk tidak di kunci." teriak Ayu dari dalam kantor nya.

__ADS_1


"Ibu panggil saya, ada apa yah?" tanya Andre.


"Iya, Ndre. Masuk dan duduk yah" ujar Ayu mempersilah kan Andre Duduk.


"Mana laporan pemasukan dan pengeluaran barang? dan mana uang setoran untuk hari ini!" ucap tegas Ayu.


"Ini uang penjualan kemarin dan hari ini, ini laporan pemasukan dan pengeluaran barang bu." ujar Andre sambil mengulur kan beberapa lembar kertas.


"OK, terima kasih. Kamu boleh kembali ke dapur, dan kerjakan tugas kamu lagi." ujar Ayu sambil menerima kertas laporan.


"Baik bu, saya permisi." ujar Andre sambil meninggal kan ruang kerja Ayu. Sedang Ayu hanya menganggukan kepala nya.


Di lain sisi, Diva masih saja terus membujuk Gilang untuk menceraikan nya. Bagaimana pun waktu 3 tahun bukan waktu yang sebentar untuk di jalani. Karina dan Aji pun sock mendengar kalo, Mas Gilang menikah kembali.


Mereka kasihan pada mba Ayu, apa lagi Mas Gilang menikah tanpa meminta Izin pada Ayu dan bude nya. "Sekarang aku kurang respek sama Mas Gilang." ujar Karina kesal. sedang Aji, suami Karin hanya bisa menggeleng kepala nya.


Paman Marno, menjemput Ibu mertua Ayu di rumah Gilang. Tadi nya tidak mau, beliau beralasan ingin dekat Gilang dan calon cucu nya.


Paman bilang warung sudah tidak ada yang mengurus, Ayu juga tidak pulang kerumah. Sekarang Ayu lebih banyak tinggal di ruko, kalo tidak di rumah orang tua nya. Akhir nya Ibu mau pulang kerumah, dan mengurusi warung seperti dulu.


Angga juga sekarang sudah di pindah tugas kan, di daerah tempat dia lahir. Sekarang tinggal di rumah ibu seorang diri, sedang bu Susi dan bu Sumi sudah tidak bekerja lagi di rumah ibu mertua Ayu. Mereka membantu membuat kue basah, semakin hari pesanan semakin banyak. Apa lagi sekarang permintaan pelanggan tambah lagi, mereka minta tambahan pastel dan kue bugis.


Ayu senang sekarang, banyak warga sekitar yang mau bekerja sama dengan nya. Dari kue basah yang cuma ada kue pisang, kue lapis, lontong dan sekarang tambah pastel dan kue bugis.


Bersambung...


Terima kasih untuk dukungan nya untuk karya ini.


Mampir juga di karya chat story ku yah.

__ADS_1


Mohon untuk meninggal kan jejak seperti like, vote, gif, kritik dan saran.


__ADS_2