Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 92 Kalvin Sakit


__ADS_3

Setelah menyuapi Kalvin makan, Ayu memberikan obat pada nya. Selesai minum obat Ayu menyuruh nya untuk istirahat. Tapi Kalvin tidak mau, dia ingin tidur barang Mommy nya. "Mom, juga bobo yah bareng Kalvin." Rengek manja Kalvin.


"Baik, mau di bacain buku cerita tidak sayang." Tanya Ayu dengan senyum manis. Kalvin yang sudah mengantuk, hanya menganggukan kepala nya. Ayu mencerita kan tentang, legenda Danau Toba. Belum selesai cerita nya, Kalvin sudah tertidur dengan pulas nya.


Setelah Kalvin tidur, Ayu di suruh menemui Revano di ruang kerja nya. Ayu diantar kan pengawal, yang sedang jaga di kamar Kalvin. Sesampai nya di ruang kerja, pengawal itu yang mengetuk pintu dari luar.


Tok...


Tok...


"Permisi tuan, ini nona Ayu nya." Ujar pengawal. "Masuk saja Bob, tidak di kunci. ujar Revano. Pintu di buka oleh pengawal yang bernama Bobi, ia mempersilah kan Ayu untuk masuk ke dalam ruang kerja.


"Sini masuk Yu, ada yang ingin aku bicara kan dengan mu." Ujar Revano. Ayu segera memasuki ruangan tersebut, dan menutup nya. "Apa yang ingin kamu bicara kan, Mas." Ujar Ayu dengan senyum ramah.


"Begini Yu, awal bulan depan saya harus pergi ke luar negeri. Selama 1 minggu full, bisa tidak saya menitip kan Kalvin sama kamu?" Ujar Revano sambil tersenyum. Ayu bukan menjawab malah balik bertanya, "Apa tidak ada saudara yang lain, yang bisa di titipi?" Tanya Ayu balik.


"Bukan tidak ada, tapi Kalvin nya yang tidak mau bersama saudara yang lain. Kalvin mau di tinggal asal tinggal sama kamu." Ujar lesu Revano. Ayu sedikit berpikir, lalu di putus kan untuk meminta izin dulu pada orang tua nya.


"Kalau boleh tau, kapan Mas Revano berangkat nya?" Tanya Ayu tersenyum. Revano membuka buku agenda nya untuk melihat jadwal keberangkatan nya ke luar negeri.

__ADS_1


"Senin depan sih Yu, masih berapa hari lagi sih." Ujar Revano. Ayu hanya menganggukan kepala tanda mengerti. "Baik lah nanti saya bicarakan dengan orang tua saya, cuma 1 minggu kan tidak lebih." Ujar Ayu memastikan.


"Saya tidak bisa menjaga nya lama-lama, saya harus mempersiap kan sidang mediasi di pengadilan agama." Ujar Ayu menjelas kan. "Mediasi, memang kamu sudah ngajuin gugatan perceraian nya?" Penasaran Revano. Ayu hanya menganggukan kepala nya saja.


"Memang sudah dikirimin surat panggilan gugatan perceraian nya? Tanya Revano lagi. "Belum, kata pengacara surat pemanggilan gugatan perceraian nya akan di kirim 2 minggu dari sekarang." ujar Ayu. Revano menganggukan kepala nya.


Setelah saling diam, Ayu pamit pulang. "Mas, aku pamit pulang yah, mumpung Kalvin masih tidur." Ujar Ayu berpamitan. Sedang Revano menganggukan kepala nya. "Hati-hati di jalan yah." nasihat Revano. Ayu menganggukan kepala nya.


Setelah Ayu keluar dari ruang kerja Revano, Dila tiba-tiba masuk ke ruangan itu tanpa permisi. Dila masuk dan langsung duduk di depan Revano, dia melirik tajam dan berkata dengan nada dingin nya. "Kamu tidak punya sopan santun apa Dil? Main masuk tanpa permisi pemilik ruangan."


Sedang Dila tanpa sadar terdiam dan salah tingkah di depan Revano, setelah tersadar. Dila minta maaf, dan pergi begitu saja tanpa permisi. Revano hanya geleng kepala. Di kamar Kalvin, Ayu tengah berpamitan pada dokter Kia. "Dok, aku pamit yah. Salam untuk semua nya?" Ujar Ayu tersenyum lebar. Sedang Dokter Kia hanya tersenyum menanggapi.


Karena Ayu sudah sampe rumah, mau tidak mau harus di hadapi. Ayah yang melihat Ayu lebih dulu, memanggil nya. "Yu... Ayu... Sini ndok(nak) ada Gilang tuh." Tunjuk Ayah pada Gilang. Ayu menghampiri Ayah nya dengan senyum mengembang tapi ketika wajah nya menghadap ke Gilang, dia hanya menunjukan muka datar dan dingin.


"Yu bisa bicara sebentar, ada yang perlu aku jelasin sama kamu." Cicit Gilang, dia sekarang bagai seekor harimau kehilangan taring nya. "Maf tidak ada yang perlu di jelasin lagi di antara kita, ini sudah sangat jelas. Kalo kamu selingkuh dan menikahi selingkuhan mu, tanpa seizin dari ku." Ujar Ayu panjang lebar.


"Maafin aku, Yu. Aku kan sudah pernah jelasin sama kamu. Tolong kamu percaya sama aku. Kita balikan yah, jangan ada perceraian. Kasihan ibu." ujar Gilang memohon.


"Baik lah aku sudah tidak mau berlama-lama dengan mu, lebih baik kamu pulang. Sampai ketemu di pengadilan." Usir Ayu secara terang-terangan.

__ADS_1


Gilang yang di usir secara terang-terangan oleh Ayu, dengan enggan pergi dari rumah orang tua Ayu. Paman Marno yang merasa terhina oleh Ayu, ingin sekali mengungkap kan emosi nya tapi di tahan oleh Gilang. "Jangan paman ini memang salah aku, yang menikah tanpa izin pada Ayu sebagai istri pertama nya." Ujar Gilang sendu.


Paman cuma bisa menghela nafas, untuk meredam emosi nya yang sedang memuncak. Walau Gilang menyadari kesalahan nya, namun ego nya berkata lain. 'Aku tetap tidak mau pisah sampai kapan pun, aku ingin memiliki dirimu dan Diva.' Ucap Gilang dalam hati.


Paman Marno dan Gilang pulang, Ayu memasuki kamar nya, Untuk meredam emosi nya, yang tiba-tiba memuncak karena kedatangan Gilang. Ayah yang merasa khawatir, pada Ayu menyusul nya ke kamar bersama Ibu.


"Yu, apa kamu baik-baik saja? Coba ceritakan apa yang kamu rasakan saat ini pada kita berdua!" Ucap sendu Ayah. Sedang ibu memandang sendu wajah sang putri tersayang.


"Aku tidak apa-apa yah, aku baik saja. Tadi cuma sedikit emosi sama Gilang, dia minta balikan. Dan dia secara tidak langsung, menyuruh aku batalin gugatan cerai nya." Ujar Ayu menjelas kan.


"Sudah jangan di pikir kan lagi, sekarang kamu fokus saja sama gugatan perceraian mu. Tidak usah di pikirin yang tidak penting." Ujar Ibu menasehati. Ayu hanya menganggukan kepala nya. Sebelum lupa Ayu, minta izin pada Ayah. Untuk Kalvin nginep di rumah selama 1 minggu kedepan sampai Papi nya pulang dari luar negri saja.


"Yah boleh tidak, kalo anak temen aku mau nginep di sini selama 1 minggu kedepan. Papih nya ada urusan di luar negeri." Ujar Ayu. "Ayah hanya mengangguk kan kepala nya aku. anak nya umur berapa taun sayang?" Ujar Ayah.


"Kalau tidak salah, umur nya sekitar 7-8 tahun. Anak nya lucu, dan menggemas kan sekali. Nanti Ayah pasti bisa sayang sama anak itu." cerocos Ayu. Ayah hanya menganggukan kepalanya, dan pergi berlalu dari kamar Ayu. Sebagai imbalan, karena Ayu menjaga Kalvin.kesempatan untuk berlibur di tempat impian nya.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya, buat para pembaca setia. Semoga tidak bosan, dengan novel ini.

__ADS_1


Mohon tinggal kan jejak berupa like, komen, saran, kritik vote dan bunga bermekaran juga boleh.


__ADS_2