Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 149 Ayu Sakit


__ADS_3

Malam ini Ayu merasa sangat bahagia, karena tidak biasa nya Revano suami nya melayani nya makan. Perasaan Ayu sampe meleleh di di buat nya, begitu manis perlakukan nya. Ayu sampe tersipu malu di buat nya, ayah, ibu dan Kalvin hanya tersenyum.


Selesai makan malam, seperti biasa mereka berbincang terlebih dahulu di ruang keluarga. Mereka menceritakan aktivitas hari ini, seperti Kalvin hari ini ia ada pelajaran olah raga. Ia dan teman teman nya di hukum pus up beberapa kali, karena tidak mendengarkan guru menerangkan pelajaran.


Dan Revano juga menceritakan, kalo hari ini ia bertemu relasi bisnis yang berasal dari luar negeri. Sekitar pukul 9 malam Kalvin mulai menguap, ia sudah mengantuk. Kalvin pamit pada semua yang di ruang keluarga, untuk tidur terlebih dahulu.


Namun tidak biasa nya, Kalvin tidur ingin di temani oleh papi dan ibu sambung nya. Biasa nya ia tidak mau di temani dengan alasan, kalo Kalvin sudah besar. Memang usia Kalvin sekarang sudah mau menginjak 12 tahun, dan usia pernikahan Ayu dan Revano sudah lebih dari 6 bulan.


Di kamar Kalvin, ia merebahkan diri di ranjang dengan di apit oleh kedua orang tua nya. Sebelum memejamkan mata nya, Kalvin sempat berceloteh kalo ia ingin mempunyai adik bayi. Seperti teman sebangku nya, yang baru mempunyai adik bayi.


Teman Kalvin selalu bercerita, tentang perkembangan adik nya. Yang kata nya semakin hari, semakin menggemaskan. Hanya 15 menit Kalvin berceloteh, setelah itu ia tertidur pulas sekali. Orang tua Ayu juga sudah berada di kamar nya, untuk istirahat.


Setelah dari kamar Kalvin, Ayu dan Revano pergi ke kamar mereka berdua untuk merebahkan diri nya. Di ranjang, mereka saling berpelukan dan saling berc*mb* mesra. Sampai sebuah des*h*n keluar dari mulut Ayu dan Revano, mereka saling memberi ke pu*s*n batin pada diri masing-masing.


sekitar pukul 1 dini hari, mereka baru menyelesaikan melakukan hubungan suami istri. Selesai berhubungan int*m, Revano terlebih dahulu membersihkan diri nya di kamar mandi. Baru setelah itu, Ayu menyusul ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah melakukan kegiatan panas nya, mereka terlelap tidur sampai pagi. Mereka bangun dengan senyum di wajah nya, dan memancar kan kebahagiaan. Di pagi ini tidak biasa nya kepala Ayu berat sekali, perut nya juga bergejolak seperti ingin muntah.


Pagi hari yang biasa nya Ayu sudah berada di dapur, namun pagi ini ia tidak terlihat sama sekali. Ayu masih di kamar dengan suami nya, yang sedang bersiap-siap ke kantor. Di dapur, ibu sedang berbincang dengan Ayah. "Ayu mana Bu, tidak biasa nya jam segini ia belum keluar Kamar?" Tanya Ayah sambil membuat teh manis.


"Ibu tidak tahu, Yah. Mungkin ia kesiangan, palingan sebentar lagi juga keluar kamar." Ujar Ibu menjawab sekena nya.


Ayah menganggukan kepala dan berlalu pergi ke ruang keluarga, untuk menonton berita di televisi. Tidak lama kemudian Revano keluar kamar dan melangkah menuju dapur, ia akan membuat kan bubur untuk istri nya yang sedang tidak enak badan.

__ADS_1


"Bu, maf Ayu tidak bisa membantu ibu memasak pagi ini." Ujar Revano tersenyum tipis.


"Iya, kenapa sampai jam segini ia belum keluar kamar?" Tanya balik ibu.


"Ayu sedang tidak enak badan, mungkin masuk angin. Karena keluhan nya, mual dan pusing." Ujar Revano.


"Oh ya udah, nanti ibu buat kan bubur untuk sarapan Ayu." Ujar Ibu tersenyum manis.


"Ayo kamu sarapan dulu, biar nanti bisa fokus kerja nya. Oh iya, kamu panggil kan Kalvin suruh sarapan." ujar Ibu.


"Baik bu, saya ke kamar Kalvin dulu." pamit Revano.


Sesampai nya di kamar Kalvin, Revano segera masuk. Di dalam Kalvin sudah siap dengan seragam sekolah nya, hanya tinggal sarapan dan berangkat sekolah. "Ayo kita sarapan sudah di tunggu Eyang di meja makan." Ajak Revano sang papi.


Sesampai nya di meja makan, Kalvin mengedarkan pandangan, tapi tak mendapati ibu sambung nya di sana. "Mamy mana pih?" tanya Kalvin menuntut jawaban dari sang Ayah. Revano menghela nafas.


"Mamy masih di kamar, Mamy sedang tidak enak badan." Ujar Revano tersenyum.


Setelah mendengar kabar sang ibu sambung sakit, Kalvin segera melangkah ke kamar nya untuk melihat keadaan nya. Kalvin, begitu khawatir dengan keadaan sang ibu sambung. Sesampai nya di kamar orang tua nya, Kalvin segera masuk kekamar dan memeluk Ayu dengan menangis tersedu-sedu.


Sedang Ayu di dalam kamar, masih mencoba untuk tidur kembali. Ia di kagetkan dengan suara Kalvin yang menangis sambil memeluk nya.


"Eh.. Kamu kenapa sayang, ko menangis apa ada yang mengganggu kamu? Bilang sama Mommy, nanti mommy marahin." Ujar Ayu sedikit khawatir.

__ADS_1


Kalvin segera menggelengkan kepala nya tanda tidak ada yang mengganggu nya sama sekali. "Mom, sakit apa? Cepet sembuh yah, Kalvin sedih kalo melihat Mommy seperti ini." Ujar Kalvin masih dengan tersedu-sedu.


"Mommy tidak apa-apa sayang, ini kayak nya cuma masuk angin saja. Nanti di bawa istirahat juga sembuh, sudah sekarang kamu sarapan dan berangkat sekolah yah. Mom, mau istirahat dulu." Ujar Ayu tanpa bisa di ganggu gugat.


"Baik lah, aku sarapan dan berangkat sekolah. Tapi Mommy juga sarapan, terus minum obat dan istirahat yah. Kalvin sayang Mommy." Ujar Kalvin sendu.


Tidak lama kemudian ibu mengantarkan bubur, untuk Ayu sarapan. Revano yang akan berangkat kerja, ia menghampiri istri nya di kamar.


"Sayang, aku berangkat kerja dulu yah. Nanti kalo sampai saya pulang, kamu belum sembuh kita periksa ke dokter yah." Ujar Revano sambil mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.


"Ayu menganggukan kepala nya seraya berkata. Baik lah, kalo sampai sore belum sembuh aku periksa ke dokter." Ujar Ayu menyambut uluran tangan Revano, ia mencium punggung tangan suami nya dengan takzim dan di balas oleh Revano dengan ciuman di kening nya.


Pagi ini, Revano akan mengantar Kalvin ke sekolah. Sesampai nya di sekolahan Kalvin segera masuk ke kelas nya, karena Kalvin datang tepat dengan bel masuk sekolah berbunyi.


Setelah mengantar Kalvin, Revano segera tancap gas untuk segera sampai ke kantor nya. Pagi ini Revano ada rapat penting, dengan kepala divisi. Rapat berjalan sekitar 2 jam lama nya, selesai rapat ia segera menyelesaikan pekerjaan nya.


Sekitar pukul 2 siang, Revano menjemput Kalvin di sekolah. Nanti nya Kalvin akan di drop, di depan rumah. Setelah mengantar kan Kalvin, Revano segera tancap gas untuk menuju ke kantor kembali.


Di rumah Kalvin tidak langsung ganti baju, seperti biasa nya. Ia segera menemui ibu sambung nya, untuk menanyakan keadaan nya. Dan Alhamdulilah keadaan Ayu sudah membaik.


Bersambung...


Terima kasih atas semua dukungannya untuk Karya ini. Semoga pembaca suka dengan alur cerita nya.

__ADS_1


Mohon dukungan nya untuk karya ini dengan cara like, komen, saran, kritik, shere, vote dan Gif berupa bunga bermekaran dan secangkir kopi manis.


__ADS_2