
Setelah menerima telpon dari pihak rumah sakit, Ayu segera memberitaukan pada Gilang suaminya. Ayu juga menanyakan kenapa nomer handpone nya yang di berikan pada pihak rumah sakit? kenapa tidak nomer handpon kamu apa istri baru mu saja.
Gilang hanya menjawab kan "kamu juga mantu nya yang sering menjaga dan merawat nya."
"Kalo aku mantu nya, kamu kan anak nya yang lebih berhak atas Ibu, di banding mantu yang tak di anggap dan selalu di salah kan oleh keluarga kamu." ucap Ayu sinis.
"Sudah sih, ketimbang nomer handpone saja di ributin. Iya aku anak nya, tapi kan aku kerja kamu di rumah. Apa salah nya coba, kalo nomer handpone kamu yang saya kasih." ujar Gilang.
"Salah lah, aku juga punya kerjaan di sini bukan cuma di rumah. Dan kamu tau sendiri jarak dari rumah ke rumah sakit itu jauh, sedang kamu dan istri baru mu tinggal lebih dekat dari rumah sakit tempat ibu di rawat." ujar Ayu emosi.
"Ayu, istri baru ku punya nama! nama nya Diva. Kamu camkan itu." ujar Gilang emosi.
Karena kesal, Ayu menutup telpon nya dengan kasar. 'Kamu egois Mas, giliran istri muda mu kau bela, sedang aku kau tindas.' monolog Ayu sedih.
Untuk saat ini Ayu hanya bisa menghela nafas, untuk menetral kan emosi nya. Ayu tidak jadi istirahat, dia kembali turun ke lantai bawah dan pergi begitu saja. Ayu pulang ke rumah, untuk menemui bu Sumi dan bu Susi.
Sampai di rumah, Ayu menanyakan pada bu Susi perkembangan warung.
Di kantor, Gilang menghubungi Diva(istri muda nya), untuk mau menjaga, menunggui dan merawat Ibu mertua nya di rumah sakit. Tapi Diva tidak mau menunggui nya, dengan berbagai alasan. Gilang menyerah dengan tingkah Diva yang manja dan tidak mau cape.
Sore harinya Ayu pergi ke rumah sakit, untuk menjenguk ibu mertuanya. Sampai di ruang rawat ibu, masih tetap tidak ada siapa pun yang menjaga ibu. Ayu masuk dan merawat ibu, dari menyeka badan nya, menyuapi ibu makan, dan mengganti pempers nya sore itu.
Ibu dari tadi di tungguin sama siapa? maf Ayu baru kesini, tadi pagi aku pulang ke rumah untuk mengecek pegawai restoran dan pekerjaan bu Sumi dan Susi di rumah. Ibu hanya menggelengkan kepala nya, dan memeluk Ayu sambil menangis tersedu. Ayu balas memeluk, dan mengusap punggung ibu mertua nya supaya lebih tenang.
Sehabis pulang kantor, Gilang sempat kan untuk mampir menemui ibu nya. Gilang ingin tau siapa yang menunggui ibu nya. Sampai sana Gilang melihat dari jauh, di depan pintu sudah ada Diva yang menunggu di depan ruang perawatan ibu.
__ADS_1
Gilang baru mau menuju ke sana, dia melihat Ayu keluar dari ruang rawat ibu bersama suster jaga. "Suster terima kasih yah sudah membantu saya, mengurus ibu mertua saya." ujar Ayu tersenyum ramah pada suster.
"Saya yang harus nya terima kasih sama Ibu, jarang-jarang loh keluarga pasien mau mengganti popok nya. Biasa nya mereka cuma mau terima beres saja, dan tidak mau repot." ujar Suster tersenyum ramah.
Setelah berbincang dengan suster, Ayu baru menyapa Diva. "Baru sampe, kemana saja? kenapa membiarkan ibu tidak di jaga?" ujar Ayu dengan nada rendah.
"Maf saya tidak biasa mengurus orang sakit, saya sudah bayar lebih pada suster. Supaya mengurus Nenek tua itu dengan baik, dan terbukti pihak rumah sakit tidak ada yang menghubungi ku." ujar Diva sombong.
Gilang dari balik tembok, hanya bisa mendengar kan obrolan kedua istri nya. Dia sedikit geram, pada Diva yang mengkatai ibu nenek tua. Gilang berjalan menuju kedua wanita, yang sekarang adalah istri nya.
"Diva, aku kecewa sama kamu! kenapa kamu menghina ibu ku dengan menyebut nya Nenek tua." ucap Gilang dengan nada sedih. "Maf Mas, dia yang memancing ku untuk mengatakan itu." ujar Diva beralasan.
"Kenapa kamu menyalah kan saya, kamu yang berucap ko menyalah kan orang lain?" ujar Ayu memutar bola mata nya malas. "Jangan kau salah kan orang lain, kalau memang kamu yang salah Diva. Saya mendengar semua perkataan kamu dari tadi." ucap Gilang malas.
"Mas bukan begitu maksud nya, aku bisa jel--" ucapan Diva terpotong oleh Gilang. "Cukup Diva, tidak ada yang harus di jelasin lagi sekarang. Kalo sekali lagi aku mendengar kamu menghina ibu, aku tidak akan menemani kamu lahiran nanti!." ujar Gilang tegas.
Ayu mengitari taman tersebut, tidak sengaja ia menabrak seorang anak kecil yang begitu imut dan menggemas kan.
"Mommy." panggil anak tersebut.
Ayu yang bingung anak itu memanggil mama nya, Ayu pun menengok kanan dan kiri untuk mencari keberadaan mama nya.
Tidak lama kemudian terdengar suara seseorang sedang memanggil nama Kalvin. "Kalvin... Kalvin kamu di mana sayang, makan dan minum obat dulu." panggil orang tersebut. Sedang yang di panggil, malah menarik Ayu untuk bersembunyi.
"Mommy ayo sembunyi, nanti Papi nemuin kita." ujar Kalvin dengan gembira. Sedang Ayu yang masih bingung, ditarik oleh anak kecil hanya diam mengikuti nya.
__ADS_1
Sebenar nya Papi Kalvin tau, kalo Kalvin berjalan dengan seorang wanita. Dia hanya mengikuti saja dari belakang, kemana mereka berdua pergi.
"Sudah sembunyi nya, sekarang sudah mau malam. Ayo, aku antar ke kamar kamu." ucap Ayu sambil menggandeng anak yang berusia sekitar 7 tahun. "Mom, nanti suapi aku yah! aku kangen ingin di suapi oleh Mommy." ujar Kalvin.
Ayu hanya tersenyum pada anak itu, dia tidak mengiya kan atau pun menolak nya. Sesampai nya di kamar ruang VVIP, Ayu ambil kesimpulan kalau anak ini bukan anak sembarangan. Di depan pintu terdapat 2 bodiguart, yang sangat seram tampang nya.
Ayu segera menarik anak itu untuk berdiri di belakang nya, takut kalau anak itu di apa-apain. Dari belakang Ayu, ada seseorang yang langsung menggendong anak yang Ayu gandeng. "Kena-- Aahh Papi curang, Mom Papi curang." adu nya pada Ayu. Ayu yang salah tingkah, hanya menganggukkan kepala nya.
"Sekarang sudah ada Papi kamu, aku pergi dulu yah sayang." ujar Ayu lembut.
Kalvin hanya menggeleng kan kepala dan menangis keras di depan Papi nya dan Ayu.
"Sayang tunggu sebentar yah, biar Papi yang bujuk Mommy."
"Maf Nona bisa bicara sebentar." ucap Revano(Papi Kalvin). Ayu hanya menganggukan kepala nya, tanda dia setuju.
"Maf Nona boleh saya minta tolong untuk menemani Anak saya sampai dia tertidur." ujar Papi Kalvin.
"Kenapa harus saya, memang Mama nya kemana? Maf kalo saya lancang bertanya." ujar Ayu penasaran.
"Mommy Kalvin sudah meninggal saat umur Kalvin 2 tahun, selama ini dia hanya bisa memandang potret Mommy nya. Dan kebetulan wajah nya sangat mirip dengan anda Nona, Jadi saya mohon Nona mau menemani nya sebentar sampai dia tertidur saja." ucap Papi Kalvin sambil mengulurkan handpon nya yang ada foto Kalvin kecil dan Mommy nya.
Bersambung...
Terima kasih yang sudah dukung karya ini.
__ADS_1
Mampir juga di karya Chat story ku yang berjudul (Dia sahabat ku).