
Gilang memperkenal kan aku pada Ayah, ibu dan Adik nya yang masih kuliah.
"Ayah, Ibu ini Agnes kekasih Gilang. Kami sudah berhubungan lebih dari 1tahun yang lalu." ucap Gilang memperkenal kan.
"Hai pak, Bu kenalin nama saya Agnes, saya kekasih Gilang" ucap Agnes memperkenal kan diri.
Ayah tidak menanggapi ucapan Agnes dan berlalu pergi begitu saja.
"Ayah kenapa Bu?, tidak biasa nya begitu?" tanya Gilang.
"Sudah biarkan saja mungkin Bapak lelah setelah seharian bekerja" ucap Ibu.
"Ini bu ada sedikit buah tangan" ucap Agnes.
"Agnes rumah nya di mana?" tanya Ibu.
"Rumah ku di Jalan Antera, Bu." jawab Agnes.
"Kerja nya di mana?, bareng apa sama Gilang? tanya Ibu kembali.
"Iya bu, Agnes kerja bareng Gilang!, Gilang atasan Aku" ucap Agnes.
Satu jam kemudian...
Gilang mengantar kan Agnes pulang sampai rumah.
Gilang tidak mampir, tadi ibu nya suruh buru-buru pulang ada yang mau di bicarain.
Setelah pulang dari rumah Gilang, Agnes dirumah hanya senyum-senyum tidak jelas.
Mama Agnes hanya bisa geleng kan kepala.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang senyum-senyum gitu?" tanya Mama Agnes.
"Eh Mama, tidak apa-apa Ma, cuma aku lagi bahagia saja." ucap Agnes bersemangat.
"Bahagia kenapa sayang?" ucap Mama Agnes.
"Mama tau tidak, kalo tadi Gilang ajak aku ke rumah nya." ucap Agnes dengan binar bahagia.
"Benar kah Gilang sudah ajak kamu menemui orang tua nya?" tanya Mama Agnes.
"Akhir nya setelah sekian lama aku menunggu di kenal kan juga dengan orang tuanya." ujar Agnes dengan senyum yang tak pernah surut.
Di rumah Gilang terjadi perdebatan...
"Lang, Ayah tidak setuju kamu berhubungan dengan perempuan itu!" tegas Bapak.
"Pak, perempuan itu punya nama! nama nya Agnes calon mantu Bapak." ujar Gilang emosi.
"Kalo pakaian kan masih bisa di perbaiki bukan, tolong Bapak kasih restu pada Gilang dan Agnes pak." Mohon Gilang.
"Tadi baru sampai saja dia tidak mau mencium tangan kami. Dimana sopan santun nya terhadap orang yang lebih tua dari nya." ujar Bapak marah.
"Nanti Gilang, nasehati Pak." ujar Gilang.
Keesokan hari nya...
Gilang bekerja seperti biasa nya, jam makan siang pun tiba.
"Agnes datang keruangan Gilang dengan membawa bekal makan siang yang tadi di beli nya di kantin." ujar Agnes.
"Beb, makan dulu ini sudah waktu nya makan siang." ujar Agnes.
__ADS_1
"Iya sayang, sebentar lagi yah. nanggung nih." ujar Gilang.
"Kamu beli apa tadi di kantin sayang?" ucap Gilang.
"Nasi sama pecel lele kesukaan kamu, Beb!" ucap Agnes.
Seminggu kemudian...
Bapak Gilang mengajak bertemu Agnes untuk membicarakan sesuatu.
Dan di sini lah sekarang mereka bertemu di cafe Res.
"Maf Pak, apa yang mau di bicara kan dengan saya." ujar Agnes.
"Sudah kamu jangan basa-basi lagi, mulai sekarang kamu jauhi Gilang" peringat Bapak.
"Kenapa Bapak bicara begitu, saya tulus mencintai Gilang, Pak!" ujar Agnes sendu.
"Sudah tidak usah pura-pura kamu, saya tau kamu punya kekasih lain selain Gilang kan" sarkas Bapak.
'Duh... ko nie tua bangka tau sih kalo aku punya pacar selain Gilang.' ucap Agnes dalam hati.
Kenapa Diam, kamu bertanya dari mana saya tau kamu punya lelaki lain selain anak ku. ucap Ayah emosi.
Agnes hanya diam membisu.
Bersambung...
Maf nih gaes baru up date, dari tadi rebutan hp mulu sama bocil.
Mohon dukungan nya untuk karya ini...
__ADS_1
Terima kasih...