Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 96 Surat Gugatan


__ADS_3

Setelah kepergian Revano, Gilang makin menjadi. Karena emosi Gilang hampir mencekik Ayu kalau tidak di halangi oleh Ayah nya. Beliau sampai mem*k*l Gilang, yang memang sudah keterlaluan.


Di dalam mobil Revano masih kepikiran, bagaimana nasib Ayu dan keluarga nya. 'Semoga mereka baik-baik saja.' ujar Revano dalam hati. Kalvin yang melihat papi nya melamun, dia menepuk paha papi nya. "Papi kenapa diam saja, papi kepikiran Mommy?" Tanya Kalvin.


"Aahh tidak sayang, Papi tidak melamun ko. Papi cuma lagi banyak kerjaan." Ucap Revano beralasan. Kalvin hanya menganggukan kepala nya tanda ia mengerti. "Pih, Kalvin khawatir sama Mommy. Takut Mommy, diapa-apain sama orang tadi." ujar Kalvin lesu.


"Jangan khawatir gitu sayang, Papi tadi suruh om Bobi berjaga di sana." Ujar Revano sambil mengelus kepala anak semata wayang nya. Setelah mendengar perkataan Papih nya, Kalvin menghela nafas lega. "Beneran Pih, om Bobi masih di sana untuk jagain Mommy dari orang itu?" Tanya Kalvin dengan mata berbinar bahagia. Sedang Revano hanya mengangukan kepala untuk meyakin kan anak kesayangan nya.


"Papih, terima kasih. Sudah menyuruh Om Bobi berjaga di sana." Ujar Kalvin memeluk Revano dengan erat. Setelah mengatakan itu, Kalvin tertidur di pelukan Papi nya. 'Sebegitu sayang nya kamu pada orang yang mirip ibu kamu, nak.' ucap dalam hati Revano.


Sesampai nya di rumah, Kalvin di gendong pengawal yang bernama Dino. "Din tolong pindah kan, tuan muda ke kamar nya." Ujar Revano memberi perintah. "Baik Tuan, laksana kan." Ujar Dino.


Sedang di rumah Ayu, Gilang tidak bisa menahan emosi nya. Dia berteriak bahwa "sampai kapan pun tidak akan menceraikan Ayu." Gilang dan Bobi sampai baku hantam, karena Gilang hampir memukul Ayah Ayu yang nota bene orang baik di mata Bobi.


Tidak lama kemudian, Diva menyusul bersama dengan supir nya. "Oh... Ternyata di sini kamu, Mas. Kamu bilang pulang kantor langsung pulang, ternyata ke sini pulang nya." Ujar Diva menyindir.


"Kamu bicara apa sih Div, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Lagian Ayu juga masih istri aku, wajarlah kalau aku mengunjungi nya." ucap Gilang sambil melirik Ayu. Sedang Ayu yang di lirik memutar bola mata nya malas, dengan ada nya drama yang di buat suami dan madu nya.

__ADS_1


Gilang berlalu pergi sambil menunjuk Bobi, "urusan kita belum selesai, ingat itu." ucap Gilang kesal, karena dia kena beberapa kali p*kul*n dari Bobi. Diva dan supir nya, ikut pergi dari rumah itu.


Setelah mereka pergi, Ayu menghampiri Bobi. "Pak Bobi, tidak apa-apa? Mari saya obati luka nya." ujar Ayu sambil meletakan kotak p3k. "Tidak usah Nona, saya bisa obati sendiri nanti. ini hanya luka kecil, saya sudah biasa mengalami nya." Ujar Bobi sungkan pada Ayu dan keluarga nya.


"Ya sudah kalo begitu, kami sekeluarga mengucap kan terima kasih pada anda. Karena tadi telah menolong Ayah saya, yang hampir kena p*k*lan dari calon mantan suami saya." Ucap Ayu tidak enak hati. Bobi hanya mengangukan kepala nya, "saya tidak apa-apa Pak, Bu dan Non. Saya permisi pulang dulu, kalau anda butuh saksi. Saya bersedia, menjadi saksi dari pihak anda." ucap Bobi dan berlalu pergi meninggal kan rumah itu.


Gilang sampai di rumah nya, bertepatan dengan Diva juga sampai. "Mas, kita perlu bicara sekarang!" Tegas Diva. Gilang hanya menghela nafas sebentar, setelah itu Gilang mengatakan, "tidak ada yang perlu di bicarain." sinis Gilang.


Kemudian berlalu ke kamar untuk istirahat kan badan dan otak nya. Sedang Diva menangis sesenggukan, karena berasa di cueki oleh Gilang. Hormon kehamilan Diva sedang tidak stabil, jadi dia sebentar-sebentar meledak seperti bom waktu yang hanya tinggal menunggu waktu saja.


Setelah Pak Bobi pamit pulang ke tempat Revano, Ayu juga pamit mau menemui pak Gandi(pengacara yang menangani perceraian Ayu). Sesampai nya di kantor Lawyer, Ayu segera menemui pak Gandi. Untuk membicara kan kejadian di rumah, pada pak Gandi.


Revano yang mendengar kan cerita tersebut, sempat menahan nafas. Saat mendengar Ayu hampir di cekik, juga Ayah Ayu yang hampir di pukul oleh calon mantan suami Ayu. Bobi juga menceritakan perkataan terakhir suami Ayu sebelum pergi, bahwa sampai kapan pun tidak akan menceraikan Nona Ayu. Revano terlihat menganggukan kepala nya.


Surat pemanggilan gugatan perceraian, sudah di kirim ke rumah Gilang dan ke rumah Ayu. Surat yang sampai ke rumah Gilang, Diva yang menerima nya. Dari mana surat ini, Diva membolak-balikan surat itu. Setelah itu Diva membaca nya, "Pengadilan Agama, apa mungkin Ayu yang mengajukan gugatan nya." Ucap dalam hati Diva.


Diva tersenyum sepanjang hari, kadang tertawa, berteriak dengan lantang "kamu hanya miliku, Mas. Tidak akan ada Ayu-Ayu yang lain nya lagi." Beruntung Diva bertingkah seperti itu di rumah bukan di luar, bisa di kira gila dia.

__ADS_1


Sedang Ayu baru menerima surat itu, dan membacanya. Setelah itu Ayu mengkosultasikan, langkah-langkah selanjut nya dengan pak Gandi. Ayu berharap, semua ini cepat berlalu. Tapi tidak mungkin cepat selesai, apa lagi Gilang dengan lantang menolak perceraian ini.


"Ah sudah lah tidak perlu di pikirkan, biar kan seperti air yang mengalir." ujar Ayu. Tak mau ambil pusing. Dia beraktivitas seperti biasa, hari ini ia akan ke toko Roti. Untuk memeriksa gudang dan mengecek pengeluaran, pemasukan uang, dan menghitung untung dan rugi nya.


3 bulan lagi harus memperpanjang kontrak ruko, semoga saja harga sewa nya naik nya tidak terlalu tinggi. Pesanan Roti sudah mulai stabil, pesanan dari restoran juga sudah kembali naik turun permintaan nya.


Kadang restoran hanya meminta roti manis dan roti tawar kurang dari 500 pcs, kadang juga lebih. Sore hari nya, Gilang baru membaca surat gugatan perceraian yang di layang kan oleh Ayu. Diva di situ hanya memperhati kan ekspresi wajah Gilang, dia terlihat kesal, dan penuh amarah.


Gilang mencoba menelpon Ayu, tapi tidak di angkat. Dan lebih parah nya lagi, nomer telpon Gilang telah di blok oleh Ayu. Sidang mediasi masih sekitar 1 minggu lagi, berarti masih ada kesempatan untuk membujuk Ayu untuk mencabut gugatan nya. Itu yang ada di pikiran Gilang saat ini.


Sedang Kalvin sedang les silat, dia bertekat untuk menjadi lebih kuat lagi. Biar bisa melindungi orang-orang yang di sayang termasuk Ayu, Yang kung dan Yang uti nya. sedang Bobi, masih di suruh Revano untuk menjaga Ayu dan keluarga nya dari jauh.


Bersambung...


Terima kasih untuk semua dukungan nya untuk karya ini.


Mampir juga di karya ku yang lain yah sahabat.

__ADS_1


Mohon tinggal kan jejak dengan cara like, vote, saran, kritik, komen, pencet favorit dan gifh.


__ADS_2