Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 98 Sahabat Orok


__ADS_3

Sesampai nya di rumah, Ayu segera ke kamar nya. "Ayah, Ibu, Ayu kekamar dulu ya." Ujar Ayu sambil tersenyum. "Iya nak, kamu istirahat. Kamu pasti cape hati dan pikiran, setelah menghadapi sidang tadi." ujar Ibu yang merasa kasian.


Sesampai nya di kamar, Ayu membersih kan diri nya dan berganti baju. Baru setelah itu, dia mengistiratkan badan nya yang lelah. Baru akan memejamkan mata nya, handpone nya berdering dengan dering biasa. Ayu segera bangun dari tiduran nya, dan mencari di mana keberadaan handpone nya.


'Tadi di lempar kemana yah, tuh handpone? Salah sih tadi main lempar saja.' Gumam nya. Ayu masih mencari handpone nya, sampai bunyi dering itu berhenti. Tidak lama dering handpon ayu berbunyi lagi, Ayu kembali mencari nya.


Dan ternyata handpon nya ketemu, di bawah selimut tebal yang tadi di pakai nya. "Yeh di cari-cari malah di sini handpone nya." kesal Ayu. Tanpa melihat siapa yang menelpon, Ayu mengangkat nya.


"Hal-lama banget sih angkat telpon nya." Ucapannya terpotong oleh orang di seberang sana. Ayu menjauh kan sedikit telpon nya, untuk melihat siapa yang menelpon. "Nomer tidak di kenal." ucap bingung Ayu.


"Maf salah sambung." ujar kesal Ayu. Dari yang ngantuk jadi melek, gara-gara telpon salah sambung. Tidak lama handpone Ayu berdering kembali, masih dengan nomer yang sama. 'Ih siapa sih? Telpon berkali-kali, apa ada yang penting yah?' Ucap Ayu dalam hati.


Akhir nya karna kesal dan berisik jadi tidak bisa istirahat, di angkat lah tuh telpon. "Maf siapa yah ada yang bisa di bantu?" Tanya ketus Ayu. Sedang yang di seberang telpon tertawa, "ha...ha... Sudah, jangan ketus-ketus gitu sayang. Tambah ngegemesin tau, jadi ingin peluk." Ujar cowo di sebrang telpon.


Ayu shock dia berasa kenal dengan kata-kata itu, "Ervan sugandi." teriak Ayu heboh. Sedang yang di seberang telpon berhenti tertawa dan berganti dengan senyuman.


"Iya udah inget kamu sama aku. Sahabat orok mu dulu." Ujar Evan tersenyum.


"Hhmm aku ingat, kamu apa kabar Ersu(Ervan sugandi), kamu tau dari mana nomer handpone aku?" ucap Ayu antusias.


"Aku baik, Kamu masih ingat saja panggilan itu Yuta(Ayu puspita). Aku tau nomer kamu dari Sinfa sahabat SMP kita." Ujar Ervan tersenyum.


"Aku juga baik Ersu, sekarang kamu tinggal di mana? Sudah berkeluarga, apa belum?" Tanya Ayu Tersenyum.


"Aku tinggal di singapura, aku baru saja bercerai dengan istriku. Mungkin besok atau lusa, aku akan pulang ke tempat kelahiran ku." Ujar Ervan kecut.

__ADS_1


"Yang sabar yah, mungkin nanti akan ada jodoh yang terbaik untuk mu." Ujar Ayu iba. Ervan menganggukan kepala nya, menyetujui ucapan Ayu.


"Kalo kamu sendiri, bagai mana sudah berkeluarga kah? Atau masih betah sendiri." Tanya Ervan kepo dan tersenyum. Ayu diam sebentar kemudian menjawab. "Aku sudah menikah selama 3 tahun, dan sebentar lagi akan bercerai dengan suami saya."


"Sabar yah, memang apa alasan kalian bercerai?" Tanya Ervan iba. Ayu menarik nafas dalam kemudian menjawab. "Suami ku nikah lagi, Van. Kamu kan tau dari dulu, aku paling tidak suka orang yang berselingkuh." Ervan hanya menganggukan kepala nya.


"Ersu sudah dulu yah, nanti kita sambung lagi. Aku masih capai baru pulang, dari sidang mediasi." Ujar Ayu ramah.


"Iya deh, kamu semangat yah. Dah." Ucap Ervan mereka menutup telpon bersama-sama.


Setelah itu Ayu istirahat, sampai sore. Dia lagi tidak mau memikirkan apa-apa sekarang, nomer handpone Gilang masih di blok. tiba-tiba Ayu kangen sama Kalvin, dia mengambil handpone nya, Ayu membuka galeri untuk melihat vidio dan foto nya.


Entah kenapa seharian ini Kalvin uring-uringan, sebentar-bentar dia menelpon Papi nya. "Pih, Kalvin kangan Mommy, boleh yah Kalvin ke rumah Mommy sama om Dino." Mohon Kalvin. Revano terdiam lama lalu, memberi balasan "Kalvin sayang, ke tempat Mommy nya sore saja yah. Nanti Papi, anterin ke rumah Mommy yah." Ujar Revano.


"Papi janji yah, anterin Kalvin. Jangan bohong, nanti pukul 4 sore Kalvin ke kantor Papi!" Tegas Kalvin.


Setelah mandi sore Ayu turun ke lantai bawah, untuk membantu ibu dan bibi masak untuk makan malam. Sekitar pukul 5 sore Ayu mendengar suara Kalvin, yang memanggil nya Mommy. Ayu menggeleng kan kepala nya, dia berpikir mungkin itu hanya suara dalam pikiran Ayu.


Karena Ayu di panggil tidak nengok-nengok, Kalvin pun memeluk nya dari belakang sambil memanggil Mommy. Ayu yang merasa di peluk tersentak, kaget dan menengok ke belakang. Dia mendapati, Kalvin dengan senyuman khas nya.


Anak ganteng, kesini sama siapa? Sudah makan belum, nak? Tanya Ayu beruntun.


"Mom, aku kesini sama papih. Aku belum makan, aku mau makan di suapi Mommy." Ujar Kalvin panjang lebar.


"Bi, tolong bikinin minum untuk Papih nya Kalvin." ujar Ayu minta tolong. Bibi menganggukan kepala nya. "Kalvin mau makan sekarang, apa nanti?" Tanya Ayu. Kalvin diam dan berfikir mau makan bareng semua nya, apa makan sendiri yah.

__ADS_1


"Kalvin makan nanti saja, My. Bareng Mommy dan semua nya." Ucap Kalvin tersenyum. Sedang di depan, Revano sedang berbincang dengan Ayah. "Maf Pak, saya dengar hari ini Ayu sidang mediasi yah? Butuh bantuan tidak, saya ada kenalan pengacara yang bagus." Ujar Revano.


"Ah tidak perlu merepot kan, nak Revano. Kita juga di dampingi oleh pengacara nama nya pak Sugandi." Ujar Ayah tersenyum. Revano menganggukan kepala nya. Tidak lama bibi keluar dengan membawa 2 cangkir minuman dan juga cemilan.


"Silah kan, Den. Di minum teh hangat nya." ujar Bibi.


"Baik Bi, terima kasih. Maf kalo ngrepotin." Ujar Revano tersenyum ramah. Bibi menggelengkan kepala, tanda kalo itu tidak sama sekali merepot kan.


Sedang Gilang di rumah, masih misuh-misuh. Karena dari tadi Gilang mencoba menghubungi Ayu, tapi tulisan nya panggilan di alih kan terus. Gilang masih ingin membujuk Ayu, untuk tidak berpisah.


Karena lelah Gilang istirahat di kamar tamu, dia ingin menenang kan pikiran nya. Dan akan bicara baik-baik dengan Ayu dan Diva. Setelah pikiran nya rada tenang, Gilang menemui Diva dan ibu Nur(ibu nya Gilang).


"Diva, ibu tolong bujukin Ayu, supaya dia mau cabut gugatan perceraian nya." Mohon Gilang. Reaksi ibu hanya bengong beliau bingung, sebenar nya apa yang di mau oleh Gilang. Sedang reaksi Diva, dia kesal dan cemburu sama Ayu. 'Kenapa sampai sebegitu nya kam, Mas. Kamu mempertahan kan Ayu.' ucap Diva dalam hati.


Karena kesal Diva berlari ke kamar nya, naas sendal yang ia pakai licin. Diva terpelesat dan jatuh terduduk, dari sel*ngk*ngan nya mengalir darah yang cukup banyak. Paman Marno yang melihat Diva tarjatuh, sudah berusaha berlari untuk menangkap nya namun tidak bisa.


Akhir nya paman Marno berteriak kencang, memanggil Gilang untuk membawa istri nya ke rumah sakit.


"Gilang... Gilang.. Diva jatuh cepat bawa kerumah sakit." Teriak kencang paman.


Bersambung...


Terima kasih untuk semua dukungan nya untuk karya ini...


Mohon untuk tinggalkan jejak...

__ADS_1



Mampir juga di karya terbaru saya, semoga teman semua suka.terima kasih.


__ADS_2