Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 148 Di Terima


__ADS_3

Diva tidak percaya dengan ucapan Gilang, karena memang pernah seperti itu alasan nya. Dia tidak akan tertipu lagi, oleh mantan suami nya. Tapi tidak lama kemudian, Rani keluar dari ruangan itu. "Ada apa ini? Kenapa anda marah-marah, pada calon suami saya?" Tanya Rani tersenyum.


Diva yang mendengar seseorang mengatakan calon suami, ia segera menoleh kan kepala nya. "Oh jadi, wanita murahan ini yang telah merebut kamu dari aku?" Tanya Diva mulai lagi mendrama.


Seketika, Rani tertawa. "Ha.. Ha.. Ha.. Kamu bilang aku murahan, kamu tidak sadar kalo kamu sendiri itu lebih dari murahan!" Ucap tegas Rani penuh penekanan.


Diva yang mendengar penghinaan untuk diri nya sendiri, ia marah dan menyerang Rani. Maka terjadi perkelahian antara Diva dan Rani, sedang Gilang hanya menghela nafas berat. Ia lelah dengan semua ini, mereka berdua di pisah kan oleh beberapa orang.


Setelah mereka betdua terdiam, Gilang segera masuk dan menarik Rani untuk masuk ruangan. Sedang Diva di usir keluar, oleh Sekuriti. Setelah kepergian Diva, Gilang meminta maaf pada pengunjung yang lain nya.


Di dalam ruangan, Rani meminta maaf pada Gilang. "Pak mafkan saya, saya sudah mengaku sebagai calon istri anda. Dan saya, tadi berantem dengan mantan istri anda." Cicit Rani menyesal.


Gilang kembali menghela nafas, ia mengangguk dan berbicara. "Ia tidak apa-apa saya tau Diva yang mulai lebih dulu, kamu cuma membela diri saja." ucap Gilang sambil tersenyum.


Sesudah itu mareka pulang ke rumah nya, sampai di rumah sekitar pukul 9 malam. Mereka segera mandi dan berganti baju, setelah itu mereka kembali melanjutkan pembicaraan yang di restoran tadi.


"Jadi bagaimana Ran, apa keputusan kamu? Apa kamu menerima, atau menolak saya?" Tanya Gilang kembali dengan perasaan tidak karuan.


"Pertanyaan yang mana ya, pak. Maaf saya lupa." Ujar Rani tersenyum polos sambil menampilkan deretan gigi nya yang rapi.


Gilang, menghela nafas pelan. "Pertanyaan yang tadi di restoran itu loh, masa kamu tidak mengingat nya." ujar Gilang kikuk.


Rani sedikit berfikir, tidak lama kemudian ia mengingat nya. "Oh yang itu, apa bapa tidak malu beristrikan seorang mantan pembantu." Ujar nya menunudukan kepala nya.


Gilang tersenyum memandang Rani yang tertunduk, kemudian ia menggelengkan kepala nya. "Aku tidak malu, walau kamu seorang pembantu. Aku melihat kamu, yang tulus sayang sama anak ku." Ujar Gilang berbisik.

__ADS_1


Rani yang mendengar ucapan Gilang, makin tertunduk malu dengan muka yang memerah karena malu. "Jadi apa jawaban nya, mau tidak menikah dengan ku dan jadi ibu dari anak ku?" Tanya Gilang penasaran.


Rani tidak menjawab secara lisan, namun dengan gerakan kepala nya. Ia menganggukan kepala nya, yang tanda nya ia menerima lamaran Gilang.


Setelah puas menggoda Rani, Gilang kembali kekamar nya dengan tertawa senang. Sedang Rani, hanya menggelengkan kepala nya dan tersenyum. Sedang baby Elang, sudah berada di alam mimpi sedari tadi.


Memang dari di jalan, Baby Elang sudah tertidur pulas. Sampai di rumah, baby Elang cuma di gantiin baju. Hari sudah semakin malam, hampir semua orang sudah tertidur dengan lelap nya.


Pagi hari pun tiba seperti biasa Rani di sibuk kan dengan membuat sarapan, untuk calon suami dan calon anak sambung nya. Selesai sarapan, Gilang pergi ke kantor nya. Di Lobi kantor, Alya sudah menunggu untuk kembali menggoda nya.


"Pak Gilang, bisa temani aku sarapa tidak?" Ujar Alya dengan nada manja.


"Maf saya tidak bisa menemani kamu makan, minta tolong yang lain saja." Saran Gilang sambil melangkah le ruangan nya.


"Sabar say, kan masih ada beberapa hari lagi untuk bisa kencan dengan pak Gilang." Ujar Alya percaya diri.


Teman-teman Alya, hanya menganggukan kepala dan tersenyum. Sebenarnya tidak semua anggota gang menyukai nya, dia memang cantik menarik tapi dia juga sombong. Dia sangat senang menghina teman-temannya, apalagi yang kurang cantik dan kurang menarik.


Jam makan siang tiba, seperti biasa Gilang makan siang di kantin kantor. Ia duduk sendirian, numun lagi-lagi Alya datang dan minta bergabung di meja nya. Gilang hanya diam dan tidak merespon sama sekali ke datangan Alya, selesai makan baru ia meninggal kan meja kantin.


Sedang Rani baru selesai memasak, makan siang untuk nya dan Baby Elang. Ia segera menyuapi baby Elang makan, karena mungkin sebentar lagi ia akan tertidur. Memang sehabis makan siang adalah jam tidur bagi baby Elang.


...*******************...


Sedang Ayu setelah mandi, ia berganti baju. Setelah itu, ia menyiap kan pakaian tidur untuk suami nya. Memang Ayu dan Revano mandi bersama, namun Ayu lebih cepat dari mandi nya. Setelah mandi, Ayu menyiap kan makan malam di dapur.

__ADS_1


1 jam kemudian makan malam siap, malam ini Ayu memasak sayur sop, ikan goreng, tumis kangkung, tahu dan tempe goreng serta sambel terasi. Sesudah menyiapkan makanan di meja makan, Ayu kembali ke kamar nya untuk berganti baju. Ayu juga sekalian memanggil Suami nya, untuk makan.


Sesampai nya di meja makan, mereka berdua sudah di tunggu oleh Kalvin dan orang tua Ayu. Revano dan Ayu datang kemeja makan sambil bergandengan tangan, dan sedikit bercanda ria.


"Seperti nya kalian sedang bahagia, sukur lah kalo kalian sudah berbaikan." Ujar Ayah Ridwan sambil tersenyum senang.


"Iya, Yah. Kita sudah baikan, kita cuma salah paham saja. Dan permasalah itu sudah selesai." Ujar Revano sambil tersenyum.


"Bagus lah, besok-besok kalo ada masalah lagi jangan di pendam sendiri. Lebih baik cari solusi yang terbaik, untuk masalah kalian." Nasehat Ayah Ridwan.


Mereka berdua, menganggukan kepala dan tersenyum manis. "Ya sudah, sekarang kita makan dulu. Nanti keburu dingin loh." Ujar Ibu dengan senyum lembut nya.


Mereka sudah duduk di tempat masing-masing, Ayu baru akan berdiri untuk mengambil kan makanan untuk suami nya. Namun di cegah oleh suami nya, "sudah, kamu duduk saja sayang. Malam ini biar aku yang melayani mu." ujar Revano tersenyum.


Ayu melirik suami nya sebentar, kemudian ia menganggukan kepala nya. "Baik lah, terima kasih suami ku. Kamu, manis banget sih." Ujar Ayu tersenyum manis.


Revano segera mengambil kan nasi ke dalam piring. "Mau pake lauk, apa sayang?" Tanya Revano pelan. Ia tidak berani berbicara lantang di depan orang tua Ayu dan Kalvin.


"Aku mau makan sama tumis kangkung sama ikan goreng dan sambel terasi." Jawab Ayu tersenyum tipis.


Bersambung....


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini... Semoga semua pembaca suka dengan alur cerita ini...


Mohon dukungan nya untuk karya ini dengan cara like, komen, shere, saran dan kritik, serta Gif berupa bunga bermekaran dan secangkir kopi manis.

__ADS_1


__ADS_2