Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 134 Masih Kecelakaan


__ADS_3

Berita kecelakaan beruntun itu sampai di siar kan di televisi. Kecelakaan itu melibat kan 3 mobil dan 5 pemotor, yang paling parah para pemotor. Ada 3 korban meninggal di tempat, 5 luka berat dan 6 luka ringan termasuk Ayu. Sedang untuk mobil yang Rem nya blong beliau termasuk korban yang meninggal.


Para korban meninggal di tempat semua di urusi oleh pihak rumah sakit, dari memandikan, mengkafani dan menyolat kan. Keluarga korban, bisa langsung mengebumikan nya.


Sedang untuk yang luka berat masih di tangani di ruang UGD, untuk yang luka ringan bisa rawat jalan. Untuk semua pembiayaan, di tanggung pemerintah. Para korban kecelakaan ringan di beri waktu 3 hari, untuk rawat di rumah sakit


Tapi kalo misal masih mau di rawat di rumah sakit lebih lama boleh, tapi pake biaya pribadi. Ayu termasuk yang pake biaya pribadi, para korban juga dapat santunan dari pemerintah. Keluarga Ayu mendapat kan, namun ia tidak menerima nya. Ayu kasihin lagi uang itu pada korban yang meninggal.


Selang 1 jam berita di siar kan para karyawan toko heboh, mereka menghawatirkan keadaan bos mereka. Pak Andre mencari informasi, untuk mengetahui keadaan ibu Ayu.


Di rumah sakit, Kalvin masih saja menyesali diri sendiri. Ia masih saja menangis, saat melihat luka-luka ibu sambung nya. Ayu yang melihat itu kemudian memeluk nya. "Sudah jangan menangis, Mom baik-baik saja." ujar Ayu tersenyum lembut.


"Benar Mom, kamu tidak apa-apa.. Hiks." Ujar Kalvin dengan berderai air mata. Ayu hanya menganggukan kepala nya, supaya Kalvin lebih tenang.


Tidak lama kemudian, Ayah dan ibu datang kerumah sakit membawa pakaian ganti untuk Ayu. Malam ini Kalvin memaksa, untuk menginap di rumah sakit. Ia, tidak mau jauh-jauh dari ibu sambung nya.


"Mom, tolong biar kan aku menginap di sini yah? Aku ingin menjaga momy." Ujar Kalvin memohon.


"Nginep nya kalo libur saja yah, besok kan kamu sekolah." Ujar Ayu memperingat kan.


"Baik lah, bener yah Mom. Aku boleh menginap, nemenin mom saat libur." Ujar Kalvin manyun. Ayu menganggukan kepala nya.


Tidak lama kemudian, ruangan yang di tempati Ayu penuh. Ada beberapa karyawan toko roti yang menjenguk Ayu, mereka hanya sebagai perwakilan saja. Orang tua angkat Revano juga, datang menjenguk menantu nya. Belum yang dari perwakilan restoran ada Bagas dan 2 karyawan nya.


...****************...

__ADS_1


Sementara Gilang masih di kantor, saat jam makan siang ia tidak sengaja melihat berita yang sedang viral. Berita tentang kecelakaan beruntun, yang menewas kan beberapa orang. Di televisi juga di tayang kan nama-nama korban kecelakaan, yang salah satu nya terdapat nama Ayu puspita.


Untuk memaatikan apakah itu Ayu mantan istri nya atau bukan, Gilang berusaha menelpon pak Ridwan (mantan mertua nya). Panggilan tersembung dan tidak lama kemudian panggilan nya terangkat.


"Halo asalamu'alaikum, pak Ridwan. Ini Gilang, bagaimana kabar pak?" Tanya Gilang menanyakan kabar.


"Iya halo walaikum salam, oh Gilang. Kabar saya baik, ada apa tumben telpon bapak." Ujar Pak Ridwan sambil tersenyum.


"Ini pak, saya mau tanya. Tadi saya melihat berita di televisi, ada kecelakaan beruntun dan ada nama Ayu puspita. Itu bukan Ayu kan pak, itu Ayu yang lain kan?" tanya Gilang tak percaya.


Pak Ridwan terdiam cukup lama, tidak lama kemudian pak Ridwan menjawab pertanyaan Gilang. "Iya benar itu memang Ayu, Lang. Dia jadi korban kecelakaan beruntun, tapi alhamdulilah, Ayu hanya mengalami luka ringan saja." Pak Ridwan menjelaskan.


"Ina lilahi semoga cepat di beri kesembuhan untuk Ayu, pak." Ucap Gilang mendoakan Ayu dengan tulus.


"Terima kasih, untuk doa nya." Ujar Pak Ridwan.


"Iya baik, walaikumsalam." Jawab pak Ridwan. Sambil menutup telpon nya.


Setelah menelpon pak Ridwan, Gilang kembali bekerja. Ia dengan cepat menyelesaikan, semua berkas-berkas kantor yang di atas meja nya.


Sedang baby Elang ia merengek minta Es Krim, untuk nya dan juga untuk Aska dan Aski. Namun Rani melarang nya, karena dalam sehari sudah 2x ia meminta nya. Rani khawatir kalau nanti baby Elang akan sakit, karena terlalu banyak makan Es krim.


Sore hari nya Gilang pulang dari kantor, minggu ini tepat seminggu ia berada di kota B. Begitu Gilang masuk ke rumah, Baby Elang merengek. Ia mengadu pada Ayah nya, kalau tante Rani tidak mau membelikan Es krim.


Gilang memanggil Rani, untuk menanyakan kebenaran nya. "Ran, benar baby Elang minta Es Krim tidak kamu belikan? Kenapa tidak di belikan?" Tanya Gilang beruntun.

__ADS_1


Rani yang di tanya pun, menjawab. "Benar pak, memang tidak saya belikan, karena baby sudah 2x beli Es krim. Saya khawatir dengan kondisi Baby Elang, kalau terlalu banyak makan Es krim." Ujar Rani menjelaskan.


Baby benar apa, yang di katakan oleh tante Rani. Kalau kamu sudah makan Es krim 2x dan masih minta lagi? Tanya Gilang pada anak semata wayang nya.


Elang menganggukan kepala nya, dan menunduk karena merasa bersalah. "Baby dengar, papa yah. Tante Rani tidak ngebolehin baby beli Es krim lagi, karena tante Rani sayang sama baby. Tante Rani tidak mau baby sampai sakit." Ujar Gilang menjelas kan.


Baby Elang mengangguk, ia meminta maaf pada tante Rani. Dengan senang hati Rani memaafkan baby Elang. Sesudah itu Gilang menuju kekamar nya, untuk mandi dan ganti baju. Begitu juga baby Elang, ia dari tadi tidak mau mandi. Ia ingin mengadu lebih dulu pada Ayah nya, baru setelah itu mandi.


Setelah mandi Gilang dan baby Elang menonton televisi di ruang tengah, sedang Rani memasak untuk makan malam di dapur. Sekitar 1 jam makanan siap, dan sudah ada di atas meja makan. Rani segera memanggil Gilang dan Elang, untuk makan malam terlebih dahulu.


"Pak Gilang, makan malam dulu pak. Nanti keburu dingin nasi sama lauk nya." Ujar Rani memanggil Gilang.


"Iya, Ran." Ujar Gilang sambil menghampiri Rani di meja makan.


Malam ini Rani memasak Ayam Goreng, tahu dan tempe, sama sayur capcay juga sambel trasi nya. Malam ini, baby Elang makan minta di suapi oleh Rani. Jadi mereka makan bergantian, kalo biasa nya baby Elang makan sendiri ini tumben minta di suapi.


Selesai makan, mereka kembali menonton televisi. Di televisi sedang ada berita, tentang kecelakaan beruntun yang menelan banyak jiwa. Setelah itu juga ada berita tentang, sindikat pencurian sepeda motor.


Hari semakin malam, Rani sudah akan bersiap tidur. Namun Gilang, masih berada di depan televisi. Sedang baby Elang, sudah tidur dari tadi.


Keesokan hari nya, pagi sekali Rani sudah berada di dapur untuk membuat sarapan untuk mereka bertiga. Pagi ini Rani memasak sayur sop Ayam, sama tempe gorang juga ada tumis kangkung. Sedang untuk siang nya, Rani menambah kan naget dan sosis goreng.


Setelah sarapan Gilang berangkat kerja, sedang Baby Elang pergi mandi. Setelah mandi ia mau sarapan, pake sop ayam dan tahu goreng. Selesai sarapan, mereka meminta ke tempat Aska dan Aski. Mereka bertiga bermain mobil-mobilan dan robot-robotan.


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya ini. Semoga pembaca suka dengan kehaluan ku.


Mohon tinggal kan jejak di karya ini.


__ADS_2