Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 75 Kerumah Karina.


__ADS_3

Ayu dan Silfa, sampai di rumah sudah pukul 7.30 pagi. Makanan sudah terhidang di meja makan, Ibu sudah berada di sana untuk sarapan. pagi ini, bu Sumi masak nasi goreng plus telor ceplok tidak lupa juga kerupuk nya.


Ayu duduk di meja makan, untuk sarapan pagi bersama Ibu. "Bu Sumi goreng nasi nya banyak apa tidak? kalau goreng nya banyak sekalian, sarapan sama Silfa di suapin sekalian. oh iya kalau masih Ada Bu Susi di kasih sekalian." ujar Ayu panjang lebar.


"Baik bu, terima kasih banyak." ujar Bu Sumi. Bu Sumi menyiapkan nasi goreng, untuk diri nya dan Bu Susi. Nasi goreng untuk bu Susi sudah di antar kan, sekarang tinggal Bu Sumi yang sarapan bersama dengan Silfa.


Setelah sarapan Ayu pergi ke kamar nya, untuk membersih kan diri nya dan berganti baju. Ayu sudah rapi dengan dandanan nya, setelah itu pergi ke ruko untuk merapikan barang-barang.


Sore hari nya...


Sebelum jam pulang kantor, Gilang menyempat kan untuk berkirim pesan pada Aji. Gilang ingin memastikan kalau pada saat sudah sampai di sana, Aji berada di rumah nya.


Berikut isi chat antara Gilang dan Aji.


Gilang: Ji, kamu lagi dimana?


Aji: Aku masih dalam perjalanan pulang Mas! kenapa memang?


Gilang: Sebentar lagi jam pulang kantor, kalau kamu sudah sampai di rumah kamu kabari Aku yah. Nanti Aku meluncur dari sini.


Aji: Baik Mas, nanti saya kabari.


Setelah membalas Chat tersebut, Gilang melanjut kan pekerjaan nya yang hanya tinggal sedikit lagi. Tepat pukul 17.00 pekerjaan Gilang selesai, Bertepatan sebuah pesan di handpone nya.


"Mas, aku sudah sampai rumah. Kalau mau kesini saja, Karina sudah sibuk dari tadi." ujar Aji.


"Baik lah, aku segera kesana. Bilang Karina, Aku tidak bisa lama-lama yah." ujar Gilang dalam chat tersebut.


Di lobi kantor, Gilang bertemu dengan Rudi dan Dini. Mereka mengajak nongkrong di diskotik pertama kali bertemu, Tapi di tolak oleh Gilang Karena sudah ada janji dengan Sepupunya.


Setelah pulang dari kantor Gilang menyempatkan untuk kerumah Karina, yang jarak nya kurang lebih 30 menit dari kantor.


Gilang sampai di sana sudah di tunggu oleh Karina di teras depan rumah nya.

__ADS_1


"Mas Gilang, ko lama sih sampai nya. Aku sudah nunggu dari tadi tau." rengek Karina.


"Iya maf, kan Mas Gilang menunggu jam pulang kantor baru bisa kesini." ucap Gilang.


"Sudah lah sayang, yang penting Mas Gilang udah kesini." ucap Aji menenang kan.


Mereka masuk ke dalam rumah, dan duduk di ruang tamu. Karina pergi kedapur untuk membuat kopi kesukaan kaka sepupunya. Gilang menumpang kekamar mandi untuk buang air kecil dan mencuci muka nya.


Selesai cuci muka Gilang tampak segar kembali, dan kembali ke Ruang tamu. Sedang karina masih sibuk sendiri, semua makanan yang ada di dapur keluarkan. Aji hanya bisa geleng kepala melihat istrinya yang bahagia karena kedatangan saudara sepupunya.


Gilang juga di ajak makan malam bersama oleh Karina dan Aji. Mereka makan malam sambil berbincang bersama.


Di rumah Gilang...


Ayu dari siang, sudah berada di Ruko bersama bu Sumi untuk menemani nya. Sore hari nya, baru kembali ke rumah untuk membersih kan diri nya di kamar. Malam nya Ayu akan mengunjungi restoran yang di dekat pasar.


Sehabis shalat isya, Ayu pergi ke restoran dengan menggunakan motor nya. Sesampai nya di sana, Ayu pergi ke bagian kantor untuk menemui Bagas dan bertanya mengenai perkembangan restoran.


"Gas, sebentar lagi aku mau buka toko roti dan kue tradisional. Nanti kalau sudah berjalan aku titip pemasaran nya yah." ujar Ayu.


"Peresmian nya masih sekitar 1 bulan lagi Gas. Tapi mulai membuat roti nya minggu depan." ujar Ayu.


"Ya sudah, kamu bawa saja beberapa yang buat tester pengunjung restoran di sini." ucap Bagas.


"Baik lah besok sore saya bawa kan beberapa contoh roti manis dan kue tradisional yang akan di jual nanti." ujar Ayu antusias.


Setelah mengecek berkas restoran, Ayu pulang ke rumah dengan mengendarai motor nya. Memang jam sudah menunjukan pukul 21.00 malam, kemungkinan sampai rumah sekitar 21.30 malam. Di rumah, Ibu sudah menunggu Ayu yang tak kunjung pulang. "Kemana nih anak, sudah jam segini belum


pulang juga." kesal Ibu.


Sesampai nya di rumah Ayu di marahi oleh ibu mertua nya, karena di kira pergi tidak pamit. Tapi yang sebenar nya, Ayu sudah pamit saat ibu di warung tadi. Ayu membela diri nya dan kekeh bilang sudah pamit tadi ketika ibu di warung. Karena kesal ibu pergi ke kamar nya, tanpa berbicara apa-apa lagi.


Di rumah Karin...

__ADS_1


Selesai makan malam, Gilang pamit pulang pada Karina dan Aji. Namun tidak di boleh kan pulang oleh Karina, Dia merajuk pada Suami nya. biar suami nya membujuk Gilang supaya jangan pulang atau menginap saja.


Sayang jangan begitulah, Mas Gilang cape pulang kerja langsung kemari. Mas Gilang juga butuh mandi dan ganti baju, sedang baju aku tidak ada yang muat untuk Mas Gilang. ujar Aji menjelas kan.


Bener Rin, apa yang di katakan Suami mu. Kita kan bisa ketemu lagi lain kali, atau kalau tidak kamu yang main ke kos-an Mas Gilang. Aji sudah punya alamat nya. ucap Gilang.


Baik lah tapi berar yah, aku boleh main di kos-an Mas Gilang kapan saja. ucap Karina.


Setelah drama yang terjadi tadi, Akhir nya Gilang di boleh kan pulang oleh Karina. Perjalanan dari rumah Karina ke kos-an, Gilang memakan waktu 40 menit. Sesampai nya di kos-an Gilang bergegas mandi dan ganti baju terus istirahat.


Ke esokan hari nya...


Seperti yang di janji kan Ayu pada Andre 2 hari yang lalu, dia akan membuat beberapa kue tradisional dan roti manis. Dan sebelum jam 8 pagi, Andre sudah ada di depan ruko milik Ayu.


Sedang Ayu Jam 8 baru dari rumah nya menuju ruko, perjalanan ke ruko memakan waktu 10 menit menggunakan motor dan apabila berjalan kaki membutuh kan waktu sekitar 25 menit.


Sesampai nya di Ruko, Ayu menemui Andre di teras Ruko.


"Saya kira kamu tidak jadi datang pak Andre." ujar Ayu tersenyum ramah.


"Jadi Bu, dan saya berterima kasih pada ibu telah memberi kesempatan pada saya untuk membuktikan kemampuan saya." ujar Andre dengan tersenyum.


"Ya sudah, Ayo masuk buktiin di dalam apakah benar kamu bisa bikin roti manis dan kue tradisional. Semua bahan yang kamu butuhin semua ada di dalam sana." ujar Ayu.


"Baik, Bu." ucap Andre mantap dan yakin akan kemampuan nya sendiri. Ayu mengajak Andre ke dapur belakang, untuk mengambil bahan yang di butuhin. Setelah semua bahan di ambil, Andre mulai menakar tepung terigu, gula dan mengembang kue nya.


Bersambung.


Apakah Andre berhasil menbuat Roti manis dan kue tradisional, seperti yang di janji kan kemarin?


Atau malah gagal membuat nya


Ayo ikuti bab selanjut nya nya yah...

__ADS_1


Terima kasih untuk yang sudah dukung karya ini. Mampir juga yuk ke karya Chat story saya yang berjudul (Dia sahabat ku).


__ADS_2