
Dengan pertimbangan yang matang, akhir nya Kalvin ikut pulang bersama dengan Ayu. Tapi Revano memberi syarat pada Kalvin dan Ayu, kalo mereka harus pulang memakai mobil dan harus ada pengawal.
"Ndre, kamu pulang ke ruko sendiri tidak apa-apa?" Tanya Ayu sedikit tidak enak pada Andre.
"Oke Ka, aku tidak apa-apa ko pulang sendiri ke ruko." Ujar Andre sambil tersenyum.
"Ndre, makasih yah." Ujar Ayu tersenyum.
Setelah Andre pulang ke ruko, Ayu dan Kalvin juga pulang ke rumah orang tua Ayu. Sesampai nya di rumah Kalvin dan Ayu mengucap salam, dan mencium punggung tangan ibu Ayu atau yang Kalvin panggil Eyang Uti.
Setelah bertemu Yang uti, Kalvin memeluk Yang Uti. "Eyang, Kalvin kangen tau. Papi dari kemarin janji-janji saja, mau antar Kalvin ke sini." Manja Kalvin sama yang uti. Sedang Yang uti nya tersenyum.
"Ini beneran kangen Yang uti, apa kangen masakan Yang uti." Goda Ibu Ayu. Sedang yang di goda hanya nyengir.
"Ah... Yang uti, Kalvin kangen ke dua nya. Kangen Yang Uti dan masakan Yang uti yang enak." Cerocos Kalvin tanpa malu. Sedang Ayu dan ibunya tersenyum sambil geleng kepala nya.
"Cucu ganteng nya Uti sudah makan belum, Uti masak udang asam manis dan sayur bening?" Tanya ibu Ayu. Kalvin menganggukan kepala seraya mengucap kan kata "Kalvin sudah makan tadi bareng Papi, Mom dan om Andre."
"Kalvin sayang, mau bobo sama Mom, apa sama Yang Uti? Tadi di jalan kan sudah ngantuk, malah hampir terlelap." Peringat Ayu.
"Uti, aku bobo dulu yah sama Mom. Aku ngantuk." Ujar manja Kalvin. ibu hanya menganggukan kepala dan tersenyum.
"Ayo Mom, temenin aku bobo." Ajak Kalvin menarik tangan Ayu dan menaiki tangga. Sedang Ayu hanya menggelengkan kepala nya.
Sesampai nya di kamar, Ayu menyuruh Kalvin untuk mencuci muka, cuci kaki dan gosok gigi. Kalvin hanya menurut, apa yang di kata kan Ayu. Setelah itu baru Kalvin tidur, sambil memeluk Ayu erat.
Sore hari nya sebelum turun kebawah, Kalvin sudah di mandi kan oleh Ayu. Baru mereka turun ke bawah untuk makan, karena Kalvin dari bangun tidur sudah merengek minta makan.
"Mom, Kalvin laper. Mau makan masakan Yang uti." Rengek manja Kalvin.
"Oke, tapi kamu mandi dulu yah. Kayak nya masih ada, baju kamu yang kemarin menginap. Baru nanti turun kebawah, untuk makan." Ujar Ayu tersenyum. Kalvin hanya menganggukan kepala nya.
"Mom, temenin Kalvin mandi." Ujar Kalvin memohon. Ayu memandang Kalvin kemudian menganggukan kepala nya.
__ADS_1
"Anak ganteng mau di mandikan sama, Mom?" Tanya Ayu tersenyum. Kalvin hanya menggelengkan kepala nya.
"Tidak Mom, aku bisa mandi sendiri. Mom, temenin aku mandi." Ucap Kalvin. Ayu cuma mengangkat jari jempol nya tanda oke.
Sesudah mandi Ayu dan Kalvin pergi ke dapur, untuk mengambil makan untuk Kalvin. Kalvin makan di suapi oleh Yang uti nya, ia makan sampai minta nambah. Selesai makan Kalvin mencari Yang kung di depan tidak ada, Kalvin mencari lagi di kebun belakang dan beliau ada di sana.
"Yang kung kita main catur lagi yuk." Ajak Kalvin.
"Baik lah, tapi tunggu yah, Yang kung mau beresin alat-alat dan mandi dulu." Ujar Yang kung sambil tersenyum pada Kalvin.
"Oke, jangan lama-lama yah. Kalvin, tunggu di ruang tamu." Ujar Kalvin tersenyum.
Tidak lama, Ayu mendekati Kalvin yang duduk sendiri di ruang tamu. ia sedang mengeluarkan bidak-bidak catur, dan membereskan nya di papan catur.
"Kalvin ko sendirian, Yang kung mana?" Tanya Ayu.
"Yang kung lagi mandi dulu, Mam!" Tegas Kalvin sedang Ayu menganggukan kepala nya.
Sebelum kerumah sakit, Diva sudah membuat janji sama Dokter yang menangani baby Elang. Sesampai nya di rumah sakit, mereka hanya menunggu sekitar 10 menit. Tidak lama langsung di panggil oleh Dokter, sebut saja nama nya Dokter Anisa.
Perkembangan baby Elang sangat bagus, dari berat badan dan tinggi badan bertambah, dia cepat beradaptasi di tempat yang baru.
"Maf Dok, ini baby Elang nya masih harus kontrol berapa kali lagi ya?" Tanya Gilang ingin tau.
"Kalau perkembangan baik, berat badan bertambah, dan tinggi badan bertambah mungkin sekitar 2x lagi. Di luar imunisasi ya pak, bu." Ucap Dokter Anisa sambil tersenyum ramah.
Gilang dan Diva hanya mengangguk saja, untuk menanggapi perkataan Dokter. Pemeriksaan selesai, mereka keluar dari ruang Dokter. Setelah itu ke ruang Dokter kandungan, untuk kontrol jahitan pasca operasi cecar.
Setelah itu, mereka menunggu obat dan vitamin untuk Diva. Agar tidak bosan Diva di suruh menunggu di taman depan, sedang dia sendiri menunggu di depan apotik sampai nama Diva di panggil oleh suster.
Sesudah dapat vitamin nya, mereka pulang ke rumah orang tua nya Diva. Keluarga Diva sudah menunggu dari tadi, mereka ingin tau perkembangan dari Cucu nya yang tampan. Gilang dan Diva memberitaukan apa yang di beritau oleh Dokter nisa. Semua keluarga bernafas dengan perkembangan cucu mereka.
Sedang Kalvin sekarang, sedang bermain catur dengan Yang kung nya. Mereka main catur sudah masuk, 3 putaran dan skor mereka imbang. Selesai sholat maghrib, Revano baru datang kerumah Ayu untuk menjemput Kalvin.
__ADS_1
Tapi Kalvin tidak mau di ajak pulang sekarang, ia ingin pulang nanti sehabis makan malam.
"Pih, Kalvin tidak mau pulang sekarang, Kalvin mau nya nanti setelah makan malam." Manja Kalvin pada papih nya. Ayah Ayu, mendukung apa yang di ucap kan oleh Kalvin.
"Iya pulang nya nanti saja, setelah makan malam. Tanggung sebentar lagi siap, makan malam nya." Ujar Ayah Ayu. Revano hanya bisa pasrah atas keinginan anak nya dan pemilik rumah.
Makan malam siap, mereka memakan makanan bersama-sama. Malam ini ibu dan bibi memasak pecel ayam, tumis kangkung, sayur asem dan ikan asin. Kalvin seperti biasa, kalau makan di rumah Ayu selalu minta di suapin oleh Ayu.
Selesai makan, Kalvin kekenyangan dan tidur di atas karpet. Revano pamit pulang dan mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kalau Kalvin anak nya suka merepot kan di sini.
Ayah Ayu hanya menggeleng dan berkata "Kalvin tidak merepot kan, kalau dia di sini kami memiliki hiburan tersendiri."
Revano memanggil Dino supaya menggendong Kalvin.
"Din... Dino.. Sini sebentar tolong kamu gendong, Tuan Muda ke mobil yah." Ujar Revano.
"Baik siap, Tuan." Ujar Dino sambil menggendong Kalvin menuju mobil.
"Ayah, ibu, dan Ayu. saya pamit pulang yah, terima kasih sebelum dan sesudah nya." Ujar Revano sambil mencium tangan Ayah dan Ibu.
"Iyah kalian hati-hati di jalan, itu pak sopir suruh jangan kebut-kebutan." ujar ibu khawatir.
Bersambung...
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya ini...
Mohon tinggal kan jejak...
Mamir juga di karya terbaru saya.
Terima kasih.
__ADS_1