Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 121 Pertemuan Keluarga


__ADS_3

Seminggu sudah sejak kemarin, Revano melamar Ayu di depan orang tua nya. Rencana nya minggu ini, orang tua angkat Revano akan datang menemui keluarga Ayu. Mereka akan membicarakan, tanggal lamaran resmi dan pertunangan nya.


Sabtu pagi, Kalvin sudah tidak sabar untuk pergi ke bandara. Mereka akan menjemput, Revano dan orang tua angkat nya. Kalo tidak ada halangan mungkin sekitar pukul 8 pagi, mereka sampai di bandara Changi singapura waktu setempat.


Ayu dan Kalvin, sudah ada di bandara dari pukul 7 pagi. Kalvin sudah tidak sabar ingin bertemu Papih, omah, dan opah nya. Mereka turun dari pesawat tepat pukul 8 pagi dan 30 menit kemudian, Revano dan orang tua angkat nya sudah terlihat di terminal kedatangan.


Kalvin segera berlari menghampiri papih, omah dan opah nya. Kalvin memeluk dan mencium punggung tangan mereka, Ayu juga melakukan hal yang sama. Yakni mencium punggung tangan, orang tua angkat Revano.


Setelah itu Kalvin dan Ayu, ikut mengantar kan mereka menginap di sebuah hotel yang mewah. Revano sudah memesan 2 kamar hotel, untuk nya dan untuk orang tua angkat nya itu.


"Pak, Bu bagaimana kabar anda?" Tanya Ayu tersenyum tipis.


"Kabar kami baik, Nak. Bagaimana kabar kamu dan keluarga mu?" Tanya pak Rendi balik tersenyum pada Ayu


"Alhamdulilah kabar kami juga baik, Pak." Ujar Ayu tersenyum tipis.


"Omah, Opah bawa oleh-oleh tidak untuk Kalvin dan baby Agesta?" Tanya Kalvin penuh harap.


"Ada dong, masa kami lupa sih bawa untuk kamu. Ini ada dodol betawi, ada kerak telor dan lain sebagai nya. Ini Omah juga bawa mainan ada ondel-ondel mini, ada boneka untuk dede Agesta." Ujar Omah Linda tersenyum sayang pada Kalvin.


Pak Rendi dan Bu Linda sudah beberapa kali ketemu sama Ayu dan keluarga nya, beberapa kali tapi mereka berdua tidak menyapa nya.


"Kalvin sayang ini mau tidur di sini, apa mau pulang ke Apartemen bareng sama Mom?" Tanya Ayu tersenyum manis.


"Mom, aku mau bobo sini yah sama Papih. Aku kangen, sama mereka." Ujar Kalvin tersenyum pula.


"Ya sudah Mom pamit yah, sudah siang nih. Pak, bu Ayu pamit yah pulang ke Apartemen." Ujar Ayu pamit pada Kalvin, dan juga mereka yang di situ.

__ADS_1


"Iya sayang, hati-hati yah di jalan. Revano kamu antar gih, Ayu pulang ke apartemen." Ujar Bu Linda menyunggingkan senyum nya.


"Mas, kalo kamu cape tidak usah di antarkan. Aku bisa ko pulang sendiri ke Apartemen." Ujar Ayu tulus.


"Aku tidak cape ko, Yu. Lagian kan, Apartemen nya deket dari hotel ini. Tidak sampai 30 menit juga, saya sudah sampai sana." Ujar Revano tersenyum lembut.


Sesampai nya Ayu di Apartemen, Revano benar-benar tidak mampir ia bergegas pulang menuju hotel kembali. Revano masih kangen sekali, sama Kalvin. Sesampai nya di hotel berbintang, Revano mendapati Kalvin sedang bermanja pada orang tua angkat nya.


"Omah, terima kasih yah. Sudah mau terima Mom Ayu, jadi Mom nya aku." Ucap Kalvin dengan binar bahagia.


"Iya sayang, apapun untuk mu. Apa kamu bahagia sekarang?" Tanya Omah tersenyum lembut dan tulus.


"Aku sangat bahagia, Omah, Opah. Mom Ayu itu benar-benar baik, beliau menganggap aku seperti anak nya sendiri. Sewaktu aku sakit, beliau yang begadang, pas aku ketakutan beliau akan memelukku erat dan mengucap kan kata-kata yang menenangkan." Ujar Kalvin sendu.


"Ya sudah, yang tidak bagus jangan di ingat yah. Sekarang kan sedang bahagia, Kalvin mau punya Mom yang baik dan perhatian." ujar Oma Lidia tersenyum lembut.


******************


Sementara Gilang Dan Diva masih bersih tegang, Gilang masih tidak terima dengan perlakuan Diva yang mengkambing hitam kan diri nya. "Diva, sekarang kamu mau nya apa?" ujar Gilang menahan emosi nya.


"Aku mau kamu cerai kan, aku sekarang juga. Dan untuk Baby Elang kamu asuh saja, aku tidak mau di repot kan oleh nya." Ujar Diva kesal.


"Baik lah, kalo itu mau kamu. Aku akan cerai kan kamu hari ini juga, tapi kau jangan menyesal di kemudian hari. Jangan pernah kau cari lagi anak ini, karna kau telah membuang nya." Ujar Gilang, terbakar emosi dengan ucapan Gilang.


"Iya, aku tak akan menyesal dengan keputusan ku ini." Ujar Diva yakin.


"Baik, aku pegang omongan mu. Kamu tanda tangani ini, Aku tidak mau ada masalah di kemudian hari." Ujar Gilang sambil menyodor kan selembar kertas yang ada materai nya.

__ADS_1


Diva dengan segera meraih bolpoin di atas meja, dan membubuh kan tanda tangan nya di berkas tersebut. Sesudah itu Diva menagih janji nya untuk segera mengucap kan ikrar Talak pada nya.


Setelah talak di ucap kan, maka jatuh talak yang pertama atau 1. Sekarang kamu sudah bukan, istri ku lagi. Tiba-tiba baby Elang menangis memanggil, "Papa...papa hiks.. Sakit aku jatuh." Ujar nya sambil menangis histeris, karena luka di kaki nya mengeluarkan sedikit darah.


Gilang yang kaget, mendengar baby Elang menangis segera menghampirinya. "Oh sayang, kamu jatuh di mana? Maka nya, jangan lari-lari kalau main." Ujar Gilang memperingatkan. Sambil menangis, Baby Elang menganggukan kepala nya.


Sedang Diva dari jauh hanya memperhatikan 2 orang laki-laki, yang pernah berarti dalam hidup nya. Diva pergi berlalu begitu saja, dia tidak memperhatikan anak nya sama sekali.


*********************


Malam hari nya pertemuan 2 keluarga di laksana kan. Di sebuah restoran yang punya tempat pribadi, dengan pemandangan yang menakjub kan. Pertemuan tersebut membahas tentang, kapan acara ijab qobul di laksanakan.


Mereka juga membahas, kapan lamaran dan pertunangan resmi di laksanakan. Makan malam selesai, dengan kesepakatan lamaran dan pertunangan akan di laksanakan 1 bulan kedepan. Sedang untuk resepsi pernikahan akan di laksana kan, 6 bulan kedepan.


Tapi tiba-tiba Revano bilang, "bagaimana kalo, aku menikah siri dulu dengan Ayu dulu baru resepsi 6 bulan kedepan." Ujar nya tidak sabaran.


"Lah terus bagaimana mau kapan pernikahan di laksanakan?" Tanya Ayah yang melihat Revano yang sudah tidak sabaran, ingin segera menghalal kan anak tersayang.


"Sabar to vano, tidak sabaran amat sih." Ujar Oma Lidia. Sedang ka Danis, Ayah, ibu, opah dan Kakak ipar Ayu hanya menggeleng kan kepala nya. Sedang Ayu wajah nya sudah seperti udang rebus, dia tersipu malu dengan ucapan Revano.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini...


Semoga suka dengan karya Autor yang receh ini.


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini

__ADS_1


__ADS_2