
Gilang menemui orang tersebut.
Siapa sih yang datang. pikir Gilang.
Orang tersebut duduk membelakangi Gilang, dan hanya terlihat bagian punggung orang tersebut. Dia seorang laki-laki dan perempuan. Gilang menepuk punggung orang tersebut.
"Hei, maf Apakah anda men--." omongan Gilang terpotong, oleh teriakan Karina sang keponakan dan suami nya.
"Mas Gilang, tidak pernah bilang kalo sekarang kerja di sini." ucap manja Karin.
"Iya Maf, Mas Gilang belum sempat menghubungi kamu dan suami mu. Kerjaan Mas lagi banyak banget nih." ujar Gilang.
Sedang suami Karina hanya geleng kepala melihat tingkah istri nya, yang begitu manja dengan sepupu nya.
Karina adalah anak ke 2, dari pak Sumarno dan bu Marlina. Dia terpaut umur 5 tahun lebih muda dari Gilang.
Dari kecil Karina, memang manja dan selalu mencari perhatian dari saudara nya. Dulu waktu masih kecil, Karina selalu di rundung oleh teman-reman nya. dan yang selalu menolong dia adalah Gilang.
Bagi Karina, Gilang adalah pahlawan yang akan selau menolong dan melindungi nya dari apa pun. Pernah suatu ketika, Karina sedang di kata-katai dengan perkataan kasar dan tidak enak di dengar. Secara tidak sengaja Gilang datang dan membela Karin di depan teman-teman, semenjak saat itu Karin jadi begitu posesif pada Gilang.
Sejak kenal Aji, Karina mulai tidak bergantung pada Gilang lagi. karena Karin menemukan sosok yang hampir sama dengan Gilang pada diri Aji yang suka menolong dan melindungi nya.
Sedang Karin dan kakak nya tidak pernah akur jika bertemu. Sudah seperti anjing dan kucing, Karina dan kakak nya terpaut umur 7 tahun.
**********
"Mas tinggal di mana?" tanya Karina.
"Aku ngekos di dekat kantor ini, kenapa memang?" tanya Gilang.
"Ngekos dari kapan Mas? ko kemarin ketemu diam saja, tidak cerita apa-apa sih." kesal Karina.
"Sudah lah sayang, Mas Gilang mungkin lupa ngabarin karna kerjaan nya banyak." ujar Aji (suami karina menenangkan).
"Tidak mau tau pokok nya, hari ini sama besok Mas Gilang harus nginep di rumah kita! ." sewot Karina.
"Jangan begitu sayang, kan Mas Gilang harus menemui bude Nur dan Istri nya." ujar Aji.
"Benar apa yang di kata kan suami mu, Rin. Bude dan Mba Ayu sudah menunggu Mas Gilang di rumah" ujar nya.
"Mas Gilang dan Mas Aji jahat tidak sayang lagi dengan Karina hiks... hiks..." ucap Karina sedih dan berlalu sambil menangis.
"Sudah Mas, biar saya yang kejar Karina ucap Aji. Tolong beri pengertian Karin yah Ji." Ujar Gilang.
"Iya Mas maf, atas kelakuan Karin yang masih kekanakan." ujar Aji tak enak hati.
Di rumah Gilang...
Setelah Ayu membayar sewa ruko, yang akan dia gunakan untuk toko roti. Ayu segera pulang ke rumah mertua nya, untuk menyiap kan semua keperluan yang akan di gunakan untuk di ruko tersebut.
Sampai rumah ibu sudah menunggu di teras depan dengan wajah yang tak sedap di pandang mata.
__ADS_1
"Bu, ibu kenapa ko muka nya cemberut gitu?" tanya Ayu hati-hati.
"Gilang di telpon dari tadi tidak di angkat-angkat kemana dia." sewot ibu.
"Mungkin batu handpone nya habis, bu. atau handpone nya di silent biar tidak mengganggu saat bekerja." ujar Ayu.
'Mungkin juga sih' pikir ibu.
"Sudah lah bu, Ibu sudah makan belum? Ibu menggelengkan kepala nya. Ayo kita makan, Bu sumi pasti sudah masak untuk makan kita." ujar Ayu.
"Ibu ingin pecel lele yang di restoran Apus deket pasar, Yu. Kamu, beliin sekarang yah." ucap Ibu tersenyum.
"Giliran ada mau nya saja tersenyum begitu, coba kalo kemauan nya tidak di turuti bisa berhari-hari marah. Sudah seperti anak kecil saja." Gerutu Ayu.
"Nanti sore saja ya, Bu. Aku sudah pesan pecel lele untuk makan malam nanti, Dewi yang akan membawa kan nya dari restoran Apus Bu." ujar Ayu tersenyum.
"Ko Dewi yang bawa bukan kamu saja yang ke sana beli? tanya Ibu ketus.
"Iya Bu, kan Dewi kerja di sana! restoran itu punya temen ku." ujar Ayu menjelaskan.
Oh begitu.
Ayu menganggukan kepala nya.
"Bu Sumi dan bu Susi bagai mana kerja nya, bu? Apakah rajin apa tidak menurut ibu."
"Lumayan lah dari pada tidak ada yang membantu." ujar Ibu.
"Ya sudah, ayo masuk Kita makan dan setelah nya kita ngeteh sambil nyemil bu."
"Aku sewa bu! kalo di beli uang nya belum cukup. apalagi nanti untuk modal usaha, juga menbutuh kan uang yang tidak sedikit." ujar Ayu menjelaskan.
Sore hari nya...
Gilang sudah siap-siap untuk pulang. Di lobi kantor Gilang bertemu dengan Rudi dan Dini.
"Lang jalan yuk ke klab yang baru buka sekitar 2 minggu yang lalu." ajak Rudi.
"Iya Mas, ayo bareng Aku juga ko." Dini menimpali.
"Maf nih kalo minggu ini tidak bisa, aku harus pulang ibu ku sudah menelpon dari tadi. Bagaimana kalo minggu depan saja kita pergi nya." tawar Gilang.
"Ayo lah sekarang saja, pulang nya minggu depan." rayu Dini.
Tidak lama kemudian terdengar bunyi handpone..
Jika kau bertemu aku begini...
Berlumpur tubuh dan keringat membasuh bumi.
Di penjara terkurung-- Gilang permisi pada Rudi dan Dini untuk mengangkat telpone nya.
__ADS_1
"Halo Assalamu'alaikum, Mas." ujar Karina
"Ya hallo Wa'alaikumsalam, kenapa Rin?"
"Mas Gilang, malam ini nginep yah di rumah Karina." ujar Karina tak pantang menyerah.
"Kan tadi siang, Mas sudah bilang. kalo Mas akan pulang di rumah bude. Bagaimana kali minggu depan saja Mas nginep di rumah mu? "rayu Gilang.
"Tapi bener yah jangan bohong sama Aku, ya Mas." ujar Karina meyakinkan.
"Iya Rin-Rin(panggilan kesayangan karin dari Gilanh) sayang. kamu tidak percaya sama Mas Gilang?" tanya Gilang.
"Iya Mas, sudah janji harus di tepati yah." ujar Karina.
"Sudah dulu yah, Mas mau pulang dulu nanti kemaleman di jalan. Assalamu'alaikum." tutt
"Aku kan belum jawab salam nya sudah di matiin saja." gerutu Karina.
Sedang Aji yang di sebelah karin hanya mengernyitkan dahi nya tanda tidak mengerti apa yang di gerutukan istri tercinta nya itu.
"Rud, Din aku pulang sekarang yah." pamit Gilang.
"Iya sudah hati-hati di jalan yah." ucap Rudi.
"Iya makasih." ujar Gilang tersenyum.
**************
Tok...
Tok...
Tok...
"Assalamu'alaikum bu Ayu." ucap Dewi.
"Wa'alaikumsalam eh Dewi, ayo masuk." ajak Ayu.
"Tidak usah Bu, Saya cuma di suruh ngantar makanan ini dari restoran." ujar Dewi.
"Oh ya sudah mana makanan nya." ujar Ayu.
"Ini, Bu." ucap Dewi sembari mengulurkan bungkusan makanan nya.
"Terima kasih yah sudah di anterin makanan nya." ucap Ayu sambil menelip kan uang 10ribu di tangan Dewi.
"Ini uang apa, Bu?." tanya Dewi.
"Itu untuk beli kamu pulsa." jawab Ayu.
Bersambung...
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk karya ini...
Terima kasih...