
Pesta selesai pada pukul 10.30 malam, Ayu dan Revano masuk kamar bersama-sama. Di kamar. mereka saling pandang dan diam. Tiba-tiba Revano, memutus kan untuk mandi terlebih dahulu.
"Yu, aku ke kamar mandi dulu yah." ujar Revano tersenyum canggung.
"Iya Mas, silahkan. Gantian nanti sama aku." Ujar Ayu balas tersenyum. Revano mengangukam kepala nya.
Di kamar Ayu menghapus riasan nya, dan berganti baju. Dari Gaun menjadi lingrie berwarna hitam, dan itu terlihat sangat s*ksi. Setelah Revano mandi, dia keluar kamar hanya memakai bathroob saja.
Begitu Revano keluar dari kamar mandi, Ayu langsung masuk ke kamar mandi. Ayu di kamar mandi sekitar 30 menit, ia berendam di bak mandi untuk merilek kan tubuh nya. Di luar kamar mandi Revano mondar mandir sendiri, ia masih gerogi hanya berdua dengan Ayu.
Selesai berendam Ayu segera membilas badan nya, dan keluar kamar mandi. Setelah itu, Ayu mendatangi suami nya yang ada di ranjang. Revano tiduran sambil membelakangi kamar mandi, Ayu menghampirinya. Ayu, mendapati kalo Revano sudah tidur lebih dulu.
Ayu menghela nafas lega, sebenar nya Ayu masih belum siap melakukan hubungan suami istri. Tapi, karena umur Ayu yang makin bertambah. Orang tua Ayu semakin tua, mereka ingin sebelum mereka tiada Ayu sudah memiliki keluarga.
Setelah mengeringkan rambut nya, Ayu juga ikut merebahkan badan nya. Karena lelah seharian berdiri, Ayu cepat sekali terlelap. Pagi hari nya Ayu terlebih dahulu terbangun, ia mandi dan berganti baju. Setelah itu Ayu membangun kan Suami nya, untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Setelah itu Ayu memesan sarapan, untuk mereka berdua. Selesai sarapan mereka keluar dari hotel, Revano dan Ayu akan pulang kerumah orang tua Ayu untuk sementara waktu. Di Rumah Ayu dan Revano di sambut oleh orang tua Ayu dan Kalvin, sedang baby Agesta masih tidur.
Hari ini Revano juga masih pergi ke kantor, ia hanya izin cuti beberapa hari. Ayu juga, tidak mempermasalahkan semua itu. Ayu meminta izin pada Revano, untuk pergi ke toko roti.
"Mas.. Aku mau izin nanti siang mau ke toko roti, terus sore nya mampir ke restoran. boleh tidak?" Tanya Ayu memonta izin pada sang suami.
"Baik lah, Mas izinin. Tapi tolong pulang nya, sebelum Aku pulang yah. Aku ingin pas pulang kerja, kamu sudah di rumah menyambut ku." Ujar Revano tersenyum tulus.
"Baik lah Mas, akan Ayu usahain. Sebelum kamu pulang aku sudah di rumah." Ujar Ayu tersenyum lembut.
"Ya sudah, Aku berangkat ke kantor dulu yah. Aku ada rapat direksi pukul 10 pagi." Ujar Revano memberitau, sambil mengulur kan tangan nya untuk berjabat tangan denhan Ayu.
__ADS_1
"Iya Mas, kamu hati-hati di jalan." Ujar Ayu tersenyum, sambil menyambut uluran tangan Revano untuk di cium dan Revano membalas dengan mencium kening sang Istri.
Setelah Revano pergi ke kantor, Ayu juga bersiap-siap untuk pergi ke toko roti. Sedang Kalvin sudah berangkat sekolah, pagi-pagi di antarkan pak Bobi(pengawal kepercayaan Revano).
Saat sedang bersiap-siap, baby Agesta bangun dan segera mencari bang Kalvin. "Mommy, babang mana?" Tanya baby Agesta dengan mata bulat nya yang menggemaskan.
"Eh.. Si cantik, sudah bangun. Bangun tidur ko tanyain babang sih! Bukan nya malah memeluk dan mencium Mommy nya." Ujar Ayu cemberut.
Baby Agesta hanya tersenyum, "oh Mommy, maf kan Aku. Sini peluk dulu." Ujar nya dengan senyum yang lebar. Baby Agesta dan Ayu saling berpelukan, hingga sang mama datang. "Sayang ko cuma mommy saja yang di peluk, mama juga mau di peluk dan di cium." Ujar Arina cemberut.
Baby Agesta memutar bola mata nya malas, "selalu saja ada drama memperebut kan peluk dan cium. Tapi aku senang, dengan semua ini." Ucap Agesta dalam hati.
...**********************...
Tepat pagi ini Gilang, Baby Elang dan Rani akan pindah ke kota B. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 2 jam, mereka tidak membawa semua barang-barang di rumah yang lama. Mereka hanya membawa pakaian saja, rumah dinas yang akan di tempati barang-barang nya sudah penuh.
Sesampai nya di sana, Gilang dan Rani membereskan barang-barang nya. Sedang Baby Elang, sudah tidur dari di jalan. Sebenar nya, Gilang dan Rani merasa canggung. sejak dari semalam, Gilang terus memandang Rani dengan tatapan berbeda.
Ah.. Tidak, Ran. Saya hanya... Sudah lupakan, tidak ada apa-apa ko. Ujar Gilang gerogi.
"Ya sudah pak kalo gitu, saya ke dapur dulu. Saya mau masak untuk makan siang bersama, mumpung Baby masih tidur." Ujar nya tersenyum.
Rani berlalu ke dalam dapur, untuk masak se ada nya. Dia membuka lemari pendingin, untuk melihat ada sayuran apa di dalam nya. Dan ternyata di lemari pendingin tidak ada apa-apa, yang menjaga rumah itu lupa membelikan sayuran.
Rani keluar rumah untuk mencari warung terdekat, dan Alhamdulilah ada. Tepat 3 rumah, dari rumah yang di tempati nya ada warung sembako. Di warung itu Rani membeli beras, telor, peralatan mandi seperti sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi dan lain-lain nya.
Setelah mendapatkan semua yang di butuh kan, Rani membayar semua barang belanjaan nya. Dan setelah itu pergi pulang kerumah, untuk memasak nasi dan menggoreng telor. Sesampai nya di rumah, Gilang berpapasan dengan Rani di depan pintu.
__ADS_1
"Loh Ran, kamu dari mana? Ko dari luar tidak izin dulu." ujar Gilang.
"Saya dari warung sebelah pak, untuk membeli beras dan segala kebutuhan nya yang tidak ada di rumah ini. Seperti perlengkapan mandi, beras, telur dan lain nya." Ujar Rani sambil menunjukan barang bawaan nya.
Gilang hanya menganggukan kepala nya, tanda ia mengerti. "Ya sudah ini habis, berapa duit Ran? biar saya ganti semua uang yang untuk belanja." Ujar Gilang tersenyum.
"Ini habis 150 ribu rupiah, pak. Saya beras hanya beli beberapa liter saja. Tidak cukup untuk sebulan, paling juga seminggu." Ujar Rani memberitau.
"Oh.. Baik lah, besok pagi kita kepasar, Untuk belanja sayuran dan kebutuhan yang tidak ada di warung dekat sini. Dan ini uang, untuk menggantikan uang kamu." Ujar Gilang sambil mengambil beberapa lembar uang di dalam dompet nya.
"Kalo begitu saya permisi, pak. Mau masak nasi dulu, kemudian menggoreng telor untuk makan siang nanti." Ujar Rani tersenyum.
Rani berlalu kedapur, segera mencuci beras untuk di masak. setelah itu, Rani menggoreng telor mata sapi kesukaan Baby Elang, juga menggoreng naget yang tadi di beli di warung.
30 menit kemudian, Baby Elang terbangun dan mencari papah nya.
"Papah... Papah." panggil Elang.
"Iya Sayang, Papah sedang di luar sini keluar." Ucap Gilang sambil sedikit meninggikan suara nya takut tidak terdengar.
Elang yang mendengar suara papa nya pun segera keluar dari kamar dan menghampiri nya. "Pah, Elang lapar. Rengek nya manja."
"Anak, papa laper? Ayo ke dapur, tante Rani sudah selesai masak nya apa belum yah." ajak Gilang sambil tersenyum. Sedang baby Elang, menganggukan kepala nya.
Mereka berdua pergi kedapur, untuk melihat makanan sudah siap apa belum? Dan Rani sudah menghidangkan nya di atas meja makan.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga para pembaca suka dengan karya Autor.
Mohon tinggal kan jejek untuk karya ini.