
Beberapa hari lagi, Ayu akan resmi menjadi istri dari Revano revin sanjaya. Seorang pengusaha muda, bergerak di berbagai bidang usaha salah satu nya kontraktor. Mereka sudah memesan Gaun, untuk resepsi yang akan di adakan setelah akad nikah.
Memang rencana awal Resepsi akan di ada kan 6 bulan setelah akad nikah, namun mereka berubah pikiran. Mereka kembali musyawarah dan memutus kan, untuk acara resepsi setelah akad saja. Biar kalo cape-cape sekalian, biar tidak nanggung.
Beruntung pihak butik menyanggupi nya, walau dengan bayaran yang tidak sedikit. Tapi tidak mengapa, yang penting semua bisa berjalan dengan lancar. Ayu sangat bersyukur, karena Revano dan keluarga nya mau menerima nya dengan lapang dada.
Hari ini Ayu tidak pergi ke toko roti, ia akan fiting terakhir baju pengantin nya. Ia akan ke butik, bersama Revano dan Kalvin. Semua gaun yang akan di kenakan nanti sudah di coba dan semua nya pas. Begitu juga, dengan taksudo yang akan di kena kan Revano.
Setelah dari butik, Ayu dan Revano pergi makan siang bersama. Besok hari adalah acara siraman untuk kedua mempelai, acara itu akan di ada kan di rumah masing-masing. Kalvin masih tinggal di rumah Ayu, dia tidak mau pulang dengan alasan kalo di rumah sepi.
...********************...
Sedang kan Gilang masih di ruang atasan nya, ia masih menunggu apa yang akan di katakan oleh atasan nya. Setelah beberapa menit baru pak Lukman meletakan berkas yang sedang di pelajari dan mentanda tangani nya.
"Pak Gilang." Panggil pak Lukman sambil tersenyum.
Gilang yang merasa di panggil nama nya, ia mendongak kan kepala nya. "Ya pak Lukman, ada yang bisa saya bantu?" Ujar Gilang tersenyum pula.
"Maf pak Gilang, benar anda mau di pindah tugaskan di kota B?" Tanya pak Lukman dengan senyum ramah nya.
"Benar pak, saya mau di mutasi di kota B. Jujur saya, sedang menghindari mantan istri saya pak. Dan terakhir, saya dengar mantan istri saya lolos dari penjara." Ujar Gilang sambil tersenyum.
"Baik lah, pak Gilang kalo memang itu sudah jadi keputusan anda. Terima kasih, untuk kerja sama nya selama bekerja di perusahaan ini." Ujar pak Lukman sambil tersenyum lega, setelah memastikan hal yang mengganjal di hati nya.
Setelah berbincang dengan pak Lukman, Gilang kembali ke meja kerja nya lagi. Tiba-tiba teman semeja nya bertanya, "Ada Apa Lang, tumben pak Lukman manggil kamu? Apa kamu punya salah sama, beliau?"
"Tidak ada apa-apa Mas Riko(teman semeja), cuma sekedar ngobrol saja." Ujar Gilang tersenyum manis.
__ADS_1
"Oh.. Syukur lah kalo begitu. Saya sudah was-was loh Lang, takut kamu di pecat atau di pindah tugaskan ke tempat lain." Ujar Riko khawatir dengan Gilang.
"Terima kasih mas Riko, sudah mengkhawatirkan ke saya. Tapi saya benar tidak apa-apa. Sudah, lebih baik kita lanjut kerja saja." Ujar Gilang menenang kan.
setelah itu tidak ada pembicaraan lagi, mereka bekerja sampai sore tiba. Sekitar pukul 5 sore, Gilang pulang kerumah nya. Sesampai nya di rumah, Gilang di sambut oleh Rani dan Baby Elang.
"Papah.. Papah.." Panggil baby Elang tersenyum dengan menampil kan gigi khas anak kecil.
Gilang yang di panggil pun menoleh, "Ya sayang, kenapa nak?"
"Aku, mau sekolah pah. Teman-teman aku udah pada masuk sekolah, pah." Ujar baby Elang sedih.
"Oh.. Anak, papa mau sekolah? Nanti yah kita kan, beberapa hari lagi akan pindah tempat baru. nanti di tempat baru, kita cari sekolahan yah untuk kamu." Ujar Gilang memberi pengertian pada anak semata wayang nya.
Akhir nya, Baby Elang hanya menganggukan kepala nya pasrah. Tidak berapa lama Rani datang, "Sayang, mandi yuk. Udah bau asem tau badan nya." ujar Rani tersenyum lembut pada baby Elang.
"Oh.. Pantes dari tadi ada bau-bau gitu yah, ternyata ini bau anak bujang papah. Ayo, mau mandi bareng papah mau atau tidak." Ujar Gilang gemas sendiri.
Selesai mandi baby Elang di serahkan pada Rani, untuk di pakai kan baju biat tidak kedinginan. Setelah memakai baju baby Elang merasa kelaparan, dia pun meminta makan. "Tante, aku lapar mau makan." Rengek manja baby Elang.
"Baby lapar, ayo, kita makan." Ajak Rani sambil menggandeng baby Elang menuju dapur, untuk makan. Baby Elang menganggukan kepala nya, dan mengikuti langkah kaki pengasuh nya.
Tidak lama kemudian, Gilang menyusul baby Elang dan Rani ke dapur untuk makan. Setelah makan malam, mereka lanjut nonton tv.
...******************...
Hari ini, adalah hari yang bersejarah untuk Ayu dan Revano. Hari ini Ayu dan Revano akan melaksanakan, Akad nikah yang akan di laksanakan pukul 9 pagi. Sudah dari pukul 5 pagi Ayu dan keluarga nya di rias, begitu juga dengan keluarga Revano.
__ADS_1
Sekitar pukul 8.40 pagi, pak penghulu sudah datang. Sedang dari pukul 8.30 pagi, semua keluarga sudah selesai di rias. Revano dan Ayu duduk di tempat terpisah, Revano duduk di depan penghulu sedang Ayu di dalam kamar tempat tadi di rias.
Tepat pukul 9 pagi, acara akad nikah di laksanakan. Revano duduk berhadapan dengan pak penghulu dan Ayah Ayu, acara ijab qobul segera di laksana kan.
"Nak Revano, apa sudah siap?" Tanya pak penghulu.
"Siap, pak penghulu." Ujar Revano.
"Baik lah, silahkan pak Ridwan. Silah pak Ridwan, calon menantu nya di jabat tangan nya." Ujar pak penghulu sambil tersenyum. Revano, menjabat tangan pak Ridwan sebagai wali dari Ayu puspita.
"Baik lah, mas Revano kamu ikuti apa yang saya kata kan yah." Ujar pak penghulu. Revano menganggukan kepala nya.
"Saya Nikah kan dan saya kawin kan engkau Revano revin sanjaya bin Revin sanjaya(alm) dengan putri kandung saya yang bernama Ayu puspita dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan 1 unit Apartemen di singapura serta perhiasan senilai 30 juta rupiah di bayar tunai." Ujar pak Ridwan lantang.
Sedang di dalam kamar perasaan Ayu, tidak karuan antara cemas dan takut kalo Revano tidak lancar mengucap kan ijab Qobul nya. Ayu memejamkan mata nya dan menarik nafas dalam-dalam, untuk menenangkan hati nya. Di dalam kamar, Ayu di temani oleh ibu dan ibu angkat Revano.
Pak penghulu, memberikan kode untuk Revano agar segera menjawab ijab qobul nya. Revano, menganggukan kepala nya. "Saya terima nikah dan kawin nya Ayu puspita binti bapak Ridwah dengan maskawin yang di atas di bayar tunai." Ucap Revano lantang dengan 1 tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi Sah..Sah..Sah." Ucap pak penghulu.
"Sah.. Sah.." Ucap serempak para saksi. Setelah acara ijab qobul selesai. Ayu yang ada di dalam kamar merasa lega, setelah ada dari pihak WO memberitau kalo ijab qobul selesai dan berjalan dengan lancar.
Tidak lama kemudian Ayu di jemput, untuk keluar dan menemui suami nya. Ayu keluar dan di ikuti oleh tim Wo, juga orang tua nya.
Sesampai nya di depan Revano, Kalvin memberikan cincin pada papih nya. Untuk menyematkan, di jari manis Ayu. Setelah di semat kan cincin, Ayu mencium punggung tangan Revano. Sedang Ayu menyematkan cincin di jari manis Revano, dia mencium kening Ayu.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini.
Mohon tinggalkan jejak untuk karya ini.