
Semua bukti sudah berada di tangan Hakim, Ayu di ruang sidang hanya sebentar. Rasa nya muak sekali melihat wajah Gilang, dari pada nanti Ayu ngamuk lebih baik pergi.
"Pak Gandi, saya serahin semua nya sama anda. Tolong lakukan yang terbaik, untuk kasus ini." Bisik Ayu pada pak Gandi.
"Baik bu, saya akan lakukan yang terbaik untuk kasus ini. Ibu jangan khawatir tentang ini." Bisik pak Gandi pada Ayu.
"Saya pergi dulu pak, saya sedang ada urusan di luar." Pamit nya pada pak Gandi. Pak Gandi hanya menganggukan kepala nya.
Ayu berjalan keluar ruangan, sampai di luar Ayu menghela nafas. 'Rasa nya lelah sekali, perceraian ini sangat menguras tenaga.' Ucap nya dalam hati.
Ayu berjalan menuju parkiran, dia pergi menaiki Motor nya yang di jadi kan tuntutan pengadilan. Motor yang di beli saat sudah menikah, sudah di jual oleh gilang untuk membayar hutang nya.
Gilang yang berada di ruang sidang, jadi sedikit gelisah. Setelah melihat ekspresi nya, Gilang merasa tidak enak hati mengaku-ngaku barang yang Ayu beli sendiri.
Tapi biar lah, Gilang tidak perduli. Yang dia tau, barang itu di beli saat menikah dengan nya. Egois memang, tapi itu sifat dia yang selalu mau menang sendiri. Tidak pernah dia mau mendengar kan, apa yang orang katakan.
Sebelum sidang di tutup Hakim ketua mengumumkan, kalau 2 minggu mendatang adalah sidang putusan perceraian. Selesai sidang, Gilang langsung pulang ke rumah istri muda nya.
Karena sore hari nya akan di adakan, pesta di out door di belakang rumah mertua nya. Dengan bertema kan penyambutan cucu pertama keluarga Diva. Pesta sangat meriah hingga malam hari pun belum selesai.
Pagi hari nya Gilang, di suruh ke kantor lebih pagi dari biasa nya. Kerjaan nya sangat menumpuk sekali, mungkin dia bisa lembur berhari-hari nanti.
Sedang Ayu masih sibuk dengan toko roti nya, yang semakin bertambah banyak pelanggan nya. Bahkan Andre sampai lembur mulu, karna banyak nya pesanan yang di terima nya. Ayu juga sering membantu karyawan toko, untuk mengemas roti-roti yang sudah dingin.
Sewa ruko sudah di perpanjang, sampai 1 tahun kedepan. Semua ada surat perjanjian nya, dan di tanda tangani oleh kedua belah pihak. Cabang dari toko roti mungkin sebentar lagi launcing, kalo sekarang sedang di renovasi.
sedang Kalvin merengek pada papi nya, ia minta di antar ke tempat Yang uti dan Yang kung. Kalvin kekeh ingin kesana, sudah 2 minggu mereka tidak ketemu.
"Pih, ketempat Mami yuk, Kalvin kangan sama Yang kung dan Yang uti." Ujar Kalvin memelas. Revano hanya tersenyum melihat rengekan Kalvin.
__ADS_1
"Baik tapi tidak sekarang yah, papi sedang sibuk bekerja. Bagaimana kalau, sabtu ini yah." ujar Revano.
"Oke bener yah, sabtu ini. Papih tidak sibuk kan sabtu nanti." Ujar Kalvin memastikan. Revano hanya menganggukan kepala nya. Dengan riang gembira, Kalvin berlari ke kamar nya. Revano, hanya menggeleng kan kepala nya.
Selesai sarapan, Revano berangkat ke kantor bersama Dino. Sedang Bobi masih di suruh melindungi, Ayu dan keluarga nya dari jauh. Setiap hari Bobi melapor kan, kegiatan keluarga itu.
Ayu pernah hampir di culik, karena kasus yang sedang di hadapi. Kasus perusakan, yang di lakukan beberapa preman. Perempuan itu juga masih sering meneror Ayu, sampai ia harus melapor pada polisi.
Melapor ke polisi sudah, tapi kasus itu masih di selidiki. Belum ada perkembangan yang berarti, dari pertama lapor sampai sekarang. Ayu juga sudah mulai kebal, dengan teror-teror yang mereka kirim.
Teror itu di antara nya...
Ayu pernah di kirimi bangkai Ayam.
Telor busuk.
Bangkai kucing.
Awal-awal nya yah takut, cemas, dan gelisah. Tapi dengan dukungan dari orang terdekat, Ayu bisa menghadapi semua nya. Walau rintangan semakin banyak, bukan hanya dari mantan suami juga dari si peneror itu.
Sore hari nya Pak Gandi ke rumah, beliau menginformasikan bahwa sidang harta gono-gini pihak Ayu yang memenang kan. Dan sidang putusan, akan di ada kan 2 minggu lagi.
Orang tua Ayu sujud sukur, sebentar lagi sidang akan berakhir. Mereka juga capai mendengar, Gilang banyak menuntut yang bukan hak nya. Apa lagi kemaren pas awal-awal sidang, Gilang sangat gencar merayu Ayu supaya mencabut gugatan nya.
Bukan hanya Gilang tapi juga ibu nya, beliau jadi lebih sering kerumah ini hanya untuk membujuk Ayu. Tapi semua itu, tidak di gubris oleh Ayu dan keluarga nya. Mereka membiar kan Gilang dan ibu nya, untuk datang ke rumah dan menemui nya.
Sepulang kerja, Gilang menghampiri baby Elang dan Diva. Karena malam sudah hampir larut mereka juga sudah tidur, kalau malam baby Elang suka bangun. Kalau bangun dia akan menangis kencang, dia akan diam jika sudah di dalam gendongan Gilang.
Baby Elang akan tersenyum, jika Gilang mengajak nya bicara. Sedang Diva tertidur kembali, karena Baby Elang sudah tidak menangis lagi. Lelah yang di rasa kan oleh Gilang, kerja berangkat pagi dan pulang sudah larut.
__ADS_1
Giliran pulang kerja mau istirahat, baby Elang terbangun dan harus dia yang gendong. Pernah suatu ketika Gilang lembur sampai benar-benar larut malam, baby Elang bangun sudah di coba kakek nya, om nya, yang gendong. Namun tetap saja menangis sampai Gilang pulang dan menggendong nya.
Ke esokan hari nya...
Ayu sudah bersiap-siap ke ruko, dia akan ada pertemuan dengan perusahaan yang di kelola oleh Revano. Perusahaan Revano akan mengadakan ulang tahun perusahaan, dan akan memesan kue ulang tahun khusus. Ayu membawa Andre, untuk menulis detail apa saja yang harus ada di kue tersebut.
Dan ternyata cukup banyak detail nya, Revano memesan kue ulang taun 5 susun tinggi. Revano memesan sebanyak 2 kue, dengan detail yang berbeda pula. Yang satu bertemakan glamour dan elegan, sedang yang satu bertemakan pesta rakyat.
Revano juga mengajak Kalvin di pertemuan ini. Karena dari kemaren ribut mulu, bilang kangen sama Mommy dan Eyang nya. Jadi yang ada di situ Ayu menemani Kalvin main, sedang Revano dan Andre yang membicara kan konsep kue tersebut.
Mereka juga menyempat kan untuk makan bersama, termasuk Ayu dan Kalvin. Kalvin seperti biasa meminta di suapin oleh Ayu, sampai makanan habis tidak bersisa. Sesudah makan mereka berdua pamit pulang ke ruko, dan lagi Kalvin minta ikut Ayu.
"Mom, aku ikut pulang sama mommy yah. Aku kangen sama Yang kung dan uti." Ujar Kalvin memohon.
"Kalvin minta izin papi dulu boleh tidak nya yah, sayang." Ucap Ayu bijak. Kalvin menganggukan kepala nya bahagia.
"Pih, aku ikut Mommy yah. Papih, nyusul nya malam saja." Ujar Kalvin meminta izin. Sedang Revano melirik Ayu, dia keberatan tidak kalau Kalvin ikut ke sana.
"Sebentar papi bicara dulu, sama Mommy. Sibuk tidak hari ini, kalau kamu ikut." Ujar Papi Revano.
"Yu, kamu sibuk tidak ini Kalvin dari kemarin minta ketemu orang tua kamu." Ucap Revano. Ayu hanya menggelengkan kepala nya.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.
Mohon untuk tinggalin jejak di karya ini.
__ADS_1
Mampir juga di karya terbaru saya...