Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 49 Hasutan


__ADS_3

Tidak lama kemudian, Gilang menyusul ibu nya ke kamar.


Tok...


Tok...


Tok...


"Iya masuk saja Lang" ucap Ibu.


ceklek...


"Ada apa bu, suruh Gilang kemari? apa ada yang penting bu?" tanya Gilang.


"Itu Ibu mau bilang kalo selama kamu ngekos, Ayu itu boros sekali loh, setiap hari dia beli makan di luar tidak mau masak." ucap Ibu mendalami drama nya.


Gilang hanya diam menyimak perkataan Ibu.


"Kalo ibu bilangin malah marahan dia, tau tidak kamu. Setiap hari ibu cuma di kasih makan sayur tanpa lauk" fitnah ibu.


"Masa sih Ayu begitu Bu," ujar Gilang rasa nya tidak percaya.


"Coba nanti saya tanya kan pada Ayu. apa benar begitu!" ujar Gilang.


"Percuma kamu tanya? Ayu pasti nyangkal semua dan balik menyalah kan Ibu." hasut Ibu.


Gilang berpikir "mungkin kah Ayu begitu."


Sementara di luar kamar...


Ayu sedang menerka-nerka kira-kira apa yang sedang di bicarakan Ibu pada Gilang.


"Mungkin kah ibu mengadu yang tidak-tidak pada Gilang" ucap dalam hati Ayu.

__ADS_1


Sudah lah nanti juga tau kalau dia sudah keluar dari kanar Ibu.


Tak berapa lama Gilang keluar dari kamar Ibu dengan raut wajah yang tidak mengenakan.


"Ayu bisa kita bicara berdua!" tegas Gilang.


"Mau bicara apa Mas" ujar Ayu santai, tapi di dalam hati berdebar tidak karuan.


Ayu menghela nafas kasar, pasti ada yang tidak beres nih.


"Mau bicara di mana Mas?" tanya Ayu


"Sudah ikut saja sih! bawel amat jadi perempuan" ucap Gilang Kasar.


Mereka sampai di kamar belakang dan mengunci nya.


"Yu, Apa benar selama saya ngekos kamu cuma ngasih Ibu makan pake sayur saja? sedang kamu sendiri beli diluar?" bentak Gilang.


Ayu bukan menjawab tapi malah balik bertanya.


"Tentu saja saya percaya apa yang di kata kan Ibu, dia yang lahirin saya. Dan tidak mungkin Ibu berbohong sama saya" bentak Gilang kembali.


"Ya sudah buat apa saya menjelas kan pada mu Mas, kalo kamu lebih percaya pada Ibu mu dan tidak mau mendengar penjelasan ku" jawab Ayu dengan nada rendah.


Ayu pun pergi meninggal kan Gilang sendiri.


"Ayu cape kalo setiap ada masalah pasti perdebatan nya panjang dan akhir nya aku yang di salahkan" monolog Ayu.


Lebih baik aku istirahat. Badan dan pikiran aku cape banget.


Pagi hari nya...


Rutinitas Ayu seperti biasa padat, mau ada atau tidak ada Gilang sama saja. Tidak berpengaruh apa-apa.

__ADS_1


Ayu bersikap seperti biasa seakan tidak terjadi apa-apa, semalam antara aku dan Gilang.


Di rumah orang tua Ayu...


Ayah dan ibu Ayu sudah bersiap untuk pergi ke ruman Bu Nur (besan/sahabat lama nya)


Mereka sengaja tidak menghubungi Ayu kalo mau datang ke rumah mertuanya.


Mereka berangkat dari rumah pukul 7 pagi dan mungkin sampai sana pukul 8 pagi kalo tidak macet.


Kalo macet bisa sampai pukul 9 pagi.


"Bu kira-kira Ayu di perlakuan dengan baik tidak yah sama besan kita." ucap Ayah Ayu.


"In sya Alloh pak, Nur kan orang baik" ucap Ibu menenangkan Bapak.


Di rumah Gilang...


Yu... Ayu... Ayu... panggil Gilang.


Ya Mas ada apa yah? ucap Ayu.


"Itu loh kamar mandi licin kamu sikat sana Ibu mau mandi tuh" teriak Gilang.


"Maf Mas tolong kamu dulu yang sikatin, aku masih sibuk beresin warung" ucap Ayu.


"Apa kamu nyuruh aku untuk nyikatin kamar mandi! itu kan tugas kamu." teriak Gilang lagi.


"Maf Mas, saya tidak menyuruh kamu. Saya cuma meminta tolong sama kamu" ujar Ayu.


Bersambung...


Apa reaksi Ayah Ayu saat tau Ayu di perlakukan seperti itu?

__ADS_1


Terima kasih....


__ADS_2