Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 126 Ke Mall


__ADS_3

Sesampai nya di mall, Kalvin mengajak baby Agesta ke Time zone. Mereka di sana bermain bola basket, capit boneka dan hampir semua permainan mereka mainin. Kalvin mendapat beberapa boneka, ada ikan Nemo. Dan tentu di kasih oleh Kalvin, tapi ada drama dulu sebelum di kasihin.


"Bang, aku mau boneka yang ikan dong." ujar Baby Agesta sambil tersenyum.


"Emm.. gimana yah, Baby yang beruang aja yah boneka nya." Ujar Kalvin dengan seringai jail nya.


"Mama Abang, tidak mau memberi boneka ikan nya untuk Aku." Adu baby Agesta sambil merengek pada ibu nya.


"Abang jangan ngisengin ade nya lah, kasian tau sampai berkaca-kaca begitu." Ujar Mama Agesta menasehati Kalvin.


"Iya-iya nih ambil, abang cuma bercanda saja. Maf yah, jadi bikin baby sedih. Sudah sekarang senyum nya mana, kan sudah Abang kasih boneka ikan nya." ujar Kalvin tersenyum.


Baby Agesta yang sudah mendapatkan boneka yang ia mau pun tersenyum, dengan memperlihatkan deretan gigi nya. "Sekarang kita makan yuk, sudah siang. Nanti kalo telat makan bisa kena sakit maagh." Ujar mama Agesta menasehati Kalvin dan Agesta.


Mereka berdua mengangguk-anggukan kepala nya, berlalu mengikuti mama Agesta ke sebuah restoran nusantara. Mereka berdua duduk berjejer di kursi, sedang pengawal duduk di seberang meja yang di pake Kalvin.


Di restoran itu Kalvin memesan, udang asam manis, ayam bakar dan capcay. Sedang baby Agesta dan ibu nya memesan, rendang sapi, sama ayam bakar dan cah kangkung. Para pengawal memesan, gulai kepala kakap dan capcai tidak lupa juga kerupuk nya.


Karena lelah bermain mereka makan dengan lahap sekali, dalam hitungan menit makanan sudah berpindah ke dalam perut mereka. "Aahh.. Kenyang nya." Ujar Kalvin sambil tersenyum geli.


Sekarang sudah kenyang, kita mau lanjut main atau langsung pulang? tanya Mama Agesta.


"Ma, pulang nya nanti saja. Kita belanja cemilan dulu yuk, di lantai bawah." Ajak Kalvin dan di angguki oleh mama Ages.


"Baik lah tapi jangan lama-lama yah, kalian harus bobo siang. Nanti kalo kamu, tidak bobo siang rewel mengantuk saat sore hari." Ujar Mama Ages.

__ADS_1


"Baik lah, Ma." Nurut mereka berdua. Mereka pun turun melalui Eskalator, untuk menuju lantai bawah. Sesampai nya di bawah, mereka berlari kesana kemari dengan di ikuti oleh dua pengawal.


Di situ Kalvin membeli susu, ciki, permen dan buah mangga kesukaan nya. Sedang baby Agesta membeli buah alpukat, susu rasa stroberi, marsmellow, dan juga sosis dan naget. Sedang mama Ages, hanya mengikuti apa kemauan anak nya.


Setelah mengantri selama 20 menit, kini mereka sudah berada di depan kasir. Mereka mengeluarkan, semua barang belanjaan untuk di hitung di kasir. Semua total belanjaan mereka, mencapai 300 ribu rupiah.


Belanja selesai sudah pukul 2 siang, mereka berdua sudah menguap karna mengantuk. Mereka minta gendong pada para pengawal yang mengikuti nya, dan dengan senang hati mereka menuruti nya.


Sesampai nya di rumah, Kalvin dan baby Agesta sudah terlelap tidur nya. Mama Agesta mengucap kan, terima kasih pada para pengawal. Sedang mereka, menganggukan kepala dan tersenyum.


Ayu keluar dari dalam kamar nya, ia mendapati sang kakak ipar sedang duduk selonjoran di atas sofa. "Ka, main kemana saja lama sekali pulang nya?" Tanya Ayu pada kakak ipar nya.


"Cuma ke Mall saja ko, Yu. Mereka berdua main di Time zone, di lanjut makan dan yang terakhir belanja ala mereka berdua. Sesudah itu baru pulang, dan mereka tertidur dengan pulas nya." Ujar Mama Ages tersenyum lembut.


Ka, aku masuk kamar dulu yah. Mau menghubungi Revano. Dan memberi tau kalo Kalvin akan menginap di sini. Semoga Revano, mengizinkan Kalvin untuk menginap di sini malam ini.


Sementara Gilang masih harus merayu Diva agar mau melepaskan Baby Elang, tanpa harus mereka bersama lagi. Memang sekarang, Baby Elang sudah ada di hadapan Gilang.


"Elang masih terus memanggil Papa..hiks aku mau pulang hiks.. Tante itu tidak baik sama Elang." Ujar Baby Elang sendu sambil menunjuk Diva.


"Iya sayang, sebentar lagi yah. Baby Elang sabar dulu, nanti kita pulang bersama." Ujar Gilang sendu sekali.


"Aku sudah membawa mu ketemu dengan Elang, sekarang kamu tepatin janji kamu untuk rujuk lagi sama aku." Ujar Diva memaksa.


Gilang diam saja, dia sedang memikirkan langkah selanjut nya. Gilang ingin membawa baby Elang, tanpa harus rujuk dengan Diva. Tidak lama kemudian, pihak kepolisian datang mereka membekuk Diva dan Reni juga ada beberapa orang pria di rumah kosong tersebut.

__ADS_1


"Kamu tega Mas, sama aku. Aku benar-benar tulus ingin rujuk sama kamu, malah kamu bawa-bawa polisi untuk menangkap ku." Ujar Diva kesal sekali.


"Maaf Div, yang kamu lakukan melanggar hukum. Kamu tega menculik anak kamu sendiri, hanya untuk bisa balikan sama aku. Ibu macam apa begitu, yang tega menyakiti anak nya sendiri." Ungkap kekesalan Gilang.


Diva dan teman-teman nya dibawa kantor polisi, untuk membayar apa yang telah ia lakukan. "Semoga kamu bisa bertobat Div, dan jadi kan ini sebuah pelajaran berharga. Tidak semua yang kamu ingin kan, kamu dapat kan." Ucap Gilang tulus.


Baby Elang sangat bahagia, bisa bersama lagi dengan papa nya. "Papa aku takut, mereka mengikatku. Sakit tangan aku hiks..." Ujar Elang sambil menunjukan kedua tangan nya yang memerah, bekas ikatan yang terlalu kencang.


Gilang yang melihat itu merasa sedih dan tak berguna sama sekali, ia merasa gagal menjaga baby Elang. Gilang segera mengoleskan, salep anti memar di kedua tangan baby Elang.


Gilang juga membawa Baby Elang ke psikilog anak, untuk memulih kan pskis nya. Setiap tidur, hampir di pastikan mimpi buruk. Bangun tidur ia menangis histeris, sambil memanggil papa nya.


Beberapa hari telah berlalu, Gilang pergi ke kantor polisi untuk menjenguk Diva. Bagaimana pun juga, Diva tetap ibu dari baby Elang.


Saya ke kantor polisi Gilang membawa mukena dan sajadah, Gilang berharap Diva bisa bertobat dan memperbaiki diri nya. Tapi tak di sangka, Diva malah membuang mukenah dan sajadah nya. Diva berkata sudah merubah keyakinan nya, mengikuti sang pacar dulu.


Gilang hanya menganggukan kepala nya, dan pergi begitu saja tanpa menoleh lagi. Sesampai nya di rumah, Gilang memeluk sang Anak dengan erat. "Ran, tolong bersiap-siap lah kita akan pindah dari kota ini. Bawa saja baju yang sekiranya di butuh kan di sana" ujar Gilang.


Baik pak, saya akan mempersiap kan semua nya. Tapi, kapan kita pindah pak? Tanya Rani penasaran.


"Mungkin dalam waktu dekat ini, maka nya kamu tolong siap kan semua nya. Siapin juga segala keperluan Ibu." ujar Gilang meminta tolong.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya Untuk karya receh Autor ini. Semoga pembaca suka dengan karya ini.

__ADS_1


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini.


__ADS_2