Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 105 Titik Terang


__ADS_3

"Kenapa kamu yang minta izin,Yu?" Tanya Revano bingung. Ayu, menceritakan kejadian di kamar tadi. Kalvin mau sholat asal kan kamu mengizinkan untuk di menginap di rumah ini. Revano menganggukan kepala tanda di mengerti, akan maksud yang Ayu bicara kan.


"Baik lah, saya izinin untuk malam ini menginap di sini. Tapi kamu jangan bilang yah, kalo sya sudah ngizinin." Ujar Revano tersenyum. Ayu menganggukan kepala nya, tanda mengerti.


Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, Revano sengaja mengajak Kalvin pulang. Revano, ingin menjaili anak nya sendiri.


"Kalvin sayang sudah malam, ayo kita pulang." Ajak Revano dengan tersenyum usil. Ayu hanya menahan senyum melihat ekspresi wajah Kalvin.


"Mom... Mom... Mommy belum bilang sama papi, kalo aku mau menginap di sini." Ujar Kalvin memelas. Ayu pura-pura menepuk jidat nya dan berkata, "Maf kan Mom sayang, mom lupa." Ujar Ayu pura-pura bersalah.


"Kenapa, ada apa?" Ucap Revano pura-pura tidak mengerti.


"Papi, Kalvin mau nginep di sini. Kalvin ingin bobo sama, Mom. Boleh yah kalo Kalvin nginep di sini." Ujar Kalvin memohon.


"Emmm bagaimana yah!" Revano pura-pura berpikir. Dan tidak lama, Revano menganggukan kepala nya. "Tapi harus janji mau rajin sholat nya, tidak boleh nakal. Janji." Ujar Revano sambil menunjukan jari kelingking nya. "Aku janji, pih." Ucap Kalvin sambil menyambut, uluran jari kelingking Papi nya.


Kalvin sangat bahagia dia segera memeluk papi nya, karena telah memberi izin untuk menginap di rumah Momy nya. "Terima kasih pih, Kalvin janji bakal nurut apa yang di kata kan oleh papih." Ujar Kalvin sambil menunjukan dua jari tengah dan telunjuk.


Tidak lama Revano pulang dengan di kawal oleh Dino, sedang Bobi di suruh jaga Kalvin dan keluarga Ayu. "Ayo sekarang tidur, sudah malam. Besok Mom, harus mengantar kamu pagi." Ajak Ayu.


Mereka berdua menaiki tangga untuk pergi ke kamar Ayu. Sesampai nya di kamar Ayu menyuruh Kalvin, untuk cuci muka, cuci kaki dan gosok gigi. "Sayang kalo mau tidur biasain yah untuk cuci muka, tangan, kaki dan gosok gigi nya biar bersih." Ujar Ayu menasehati. Kalvin yang sedang gosok gigi, hanya menganggukan kepala nya.

__ADS_1


Sesudah gosok gigi, Kalvin di ajak tidur oleh Ayu. Ayu membacakan dongeng sebelum tidur, baru setengah di bacakan Kalvin sudah terlelap. Tidak lama Ayu ikut terlelap, dan bangun pas azan subuh. Ayu membangun kan, Kalvin untuk sholat subuh.


Sesudah melaksana kan solat subuh, Kalvin merengek minta tidur lagi.


"Mom, aku masih ngantuk boleh bobo lagi tidak?" Tanya Kalvin sambil menguap. Ayu, menganggukan kan kepala nya.


"Boleh tidur lagi, tapi nanti kalo momy bangunin lagi langsung bangun yah." Ujar Ayu tersenyum lalu memeluk Kalvin.


"Baik Mom, Kalvin akan bangun nanti kalo Mom bangunin. Janji." Ujar Kalvin sambil mengulurkan jari kelingking nya pada Ayu. "Oke." jawab Ayu sambil menyambut uluran jari kelingking Kalvin.


Sekitar pukul 7 pagi, Kalvin kembali di bangun kan oleh Ayu. "Sayang bangun yuk sudah pukul 7 loh, tadi janji nya apa, sama Mom?" Tanya Ayu. Sedang Kalvin, hanya meregang otot nya lalu tidur kembali.


"Ya sudah kalo masih tidak mau bangun jangan salah kan Mom, kalo nanti papi tidak mengizinkan lagi nginep di sini." Ancam Ayu pada Kalvin. Tidak berapa lama Kalvin bangun dari tidur nya, dengan senyum yang mengembang.


Setelah selesai sarapan, Ayu mengantar kan Kalvin pulang dengan mobil Revano di supiri oleh pak Bobi. Sesampai nya di sana, Kalvin masuk ke kamar nya. Sedang Ayu menemui Revano, untuk pamit pulang.


Setelah pamit pulang, Ayu memesan taksi online untuk menuju ke cabang toko roti yang mau di buka beberapa bulan kedepan. Di sana Ayu, memperhatikan renovasi yang sedang di lakukan oleh tukang-tukang bangunan. Hari ini juga akan datang 2 buah oven yang besar, oleh karena itu Ayu harus mengawasi nya sendiri.


Sedang di perusahaan mertua nya Gilang, pak Rizal semakin meraja lela. Dia pikir tidak ada yang tau, tentang kecurangan nya terhadap perusahaan. Ada seorang bagian IT yang tau tentang ke culasan nya, dia pun mengumpulkan semua bukti-bukti yang di butuh kan. Sebut saja nama nya Edo, dia baru 2 tahun bekerja di situ. Dia seorang genius, walau baru sebentar saja melihat data-data perusahaan dia dapat tau.


Selama 1 tahun, Edo mencari bukti-bukti akhir nya semua terkumpul. Detik itu juga Edo menghubungi Ayah mertua Gilang, tadi nya tidak percaya. Tapi setelah Edo memberi bukti-bukti melalui email, kerugian yang di capai sudah hampir 40 %. Itu sudah membuat kerugian yang cukup besar, dan mungkin harus gulung tikar.

__ADS_1


Setelah Ayah Diva mengantongi semua bukti-bukti, beliau menyuruh pengawal kepercayaan nya untuk ke kantor polisi. Sesampai nya di kantor polisi, pak polisi mencatat laporan nya.


Sore hari nya pak Gandi ke rumah, beliau menginfokan ke majuan kasus perusakan yang terjadi di toko roti tempo hari. Ada sedikit titik terang tentang kasus itu. Preman-preman itu sudah di tangkap, cuma mereka tidak mau buka mulut. Mereka tidak mau mengungkap kan, siapa yang menyuruh melakukan perusakan tersebut.


Sejauh ini, informasi yang di dapat dari kantor polisi. "Maf pak Gandi saya boleh tidak ketemu sama preman-preman itu?" Tanya Ayu tersenyum.


Pak Gandi sedikit berpikir kemudian mengangguk-anggukan kepala nya. "Baik lah akan saya bicara kan dulu dengan pak polisi nya, bisa tidak preman-preman itu di kunjungi." Ucap pak Gandi tersenyum.


"Oh begitu pak, baik lah saya tunggu informasi nya dari anda." Ujar Ayah. Pak Gandi menganggukan kepala nya tanda mengerti. Setelah mengata kan itu pak Gandi pamit pulang kepada Ayah dan Ayu.


Setelah kepergian pak Gandi, "syukur alhamdulilah ya, Yah. Kasus perusakan sudah ada sedikit titik terang, semoga kedepan nya dapat di ungkap kan." ujar Ayu bersyukur.


"Iya Yu, kebenaran pasti akan terungkap cepat atau lambat." Ujar Ayah menggebu. Ayu menganggukan kepala nya.


"Semoga ya, Yah. Aku ke kamar dulu yah, cape mau istirahat." pamit Ayu sambil tersenyum. Setelah kepergian Ayu ke kamar nya, ibu menghampiri Ayah. "Tadi pak Gandi, ada apa kemari?" Tanya ibu penasaran.


"Pak Gandi menginformasikan bahwa, yang melakukan perusakan toko Ayu sudah tertangkap. Cuma mereka belum mau buka suara siapa yang menyuruh mereka." Ujar Ayah.


"Sukur lah Yah, kalo kalo sudah ada titik terang. Kasihan dia sempet sepi toko nya, walau cuma sebentar." Ujar Ibu.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.


Mohon tinggal kan jejak di karya ini.


__ADS_2