Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 99 Prematur


__ADS_3

Gilang dan ibu, mendengar teriakan paman Marno dari dalam rumah. Gilang mencari sumber suara nya, ternyata paman berada di depan kamar ku dan Diva. Pemandangan pertama yang ku lihat, keadaan Diva yang memprihatin kan. Diva jatuh pingsan dan darah mengalir dari kedua sela kaki nya, aku sempet tertegun sebentar.


Aku tersadar saat mendengar teriakan paman Marno, aku buru-buru menggendong Diva untuk di bawa ke rumah sakit. Perjalanan dari rumah, ke rumah sakit memakan waktu kurang lebih 30 menit.


Sesampai nya di rumah sakit Diva segera di bawa ke ruang UGD, untuk mendapat kan pertolongan pertama. Gilang segera menghubungi keluarga Diva, untuk memberitau kan keadaan Diva sekarang.


Setelah mendengar keadaan Diva, keluarga nya segera ke rumah sakit. Ayah dan kaka Diva, sudah menahan emosi sedari rumah. Sesampai nya di rumah sakit, mereka menemui Gilang dan meminta penjelasan. Mereka juga bertanya, bagaimana kronologi nya Diva bisa jatuh terpeleset.


Dengan badan sedikit bergeter, Gilang berusaha menjelaskan sekena nya. Bahwa Diva berlari dari depan ke kamar nya, karna sendal nya licin dia terpeleset. Paman ku sudah berlari untuk menangkap nya, namun tidak sampai tertangkap oleh beliau.


Tidak lama Dokter keluar dan memberitau kan kalo bayi harus segera di lahir kan, demi keselamatan ibu dan bayi.


"Keluarga pasien, ibu Diva." Panggil perawat. "Saya suami nya, Sus." Ujar Gilang.


"Saya Ayah nya, Sus." ujar keluarga Diva. Ucapan mereka hampir bersamaan. "Baik mari ikut saya, untuk menyelesai kan biaya operasi. Pasien harus segera menjalani operasi cesar, untuk menyelamat kan ibu dan bayi nya." Ujar Suster.


Mereka berdua mengikuti Suster untuk membayar biaya operasi, juga tanda tangan persetujuan operasi. Setelah Gilang menandatangani persetujuan operasi, para Dokter bergegas ke ruang operasi.


Sementara Ayu dan keluarga nya, sedang makan malam bersama Kalvin dan Revano. Seperti biasa, Kalvin akan manja pada semua nya termasuk Bibi.


"Mom, suapi Kalvin dong." Ujar Kalvin manja, Ayu mengangukan kepala nya.


"Ini mau di suapin pake lauk apa sayang?" Tanya Ayu tersenyum.

__ADS_1


"Emm Kalvin, mau pake ayam bakar sama capcay." Ujar Kalvin riang. Ayu kembali menganggukan kepala, dan mengambil kan lauk yang di minta oleh Kalvin.


"Sekarang Anak ganteng mau duduk di mana?" Tanya Ayu sambil tersenyum lembut. Sedang Ayah, ibu, Bibi dan Revano hanya memperhati kan interaksi Ayu dan Kalvin yang tidak bisa di pisah kan.


Selesai makan malam, Revano mengajak Kalvin pulang. Namun Kalvin ngambek tidak mau pulang, dia ingin tidur di sini bersama Ayu. "Mom, Kalvin boleh bobo di sini tidak sama Mommy?" Tanya Kalvin memohon.


"Emm boleh tidak yah", Ayu seakan berfikir keras. Coba tanya Yang kung dan Yang uti, boleh menginap tidak. "Yang kung, boleh yah Kalvin menginap di sini?" Tanya Kalvin memelas.


"Baik lah, memang besok kamu tidak sekolah?" Tanya Ayah Ayu. Kalvin menundukan kepala nya dan menghela nafas. "Huf Kalvin sekolah di rumah Yang kung!" Tegas Kalvin.


"Ya sudah kalo mau menginap boleh ko, biar papi kamu tidur di ruang tamu." Ujar Ayah Ayu tersenyum.


"Hooree makasih Yang kung." ujar Kalvin memeluk erat Yang kung nya. Ayah ayu pun tersenyum, "Bi tolong beres kan kamar tamu untuk tidur nak Revano." ujar Ayah dengan senyum nya yang mengembang.


"Baik pak, saya permisi." ujar Bibi yang juga tersenyum. Bibi pergi membersih kan ruang tamu, Ayu dan Kalvin ke kamar nya. Sedang Revano dan Ayah Ayu, masih berbincang entah apa hanya mereka yang tau.


"Ayah aku ke mushola rumah sakit dulu yah. Aku mau meminta keselamatan pada yang maha kuasa." izin nya pada Ayah Diva. Ayah Diva pasrah, apa pun yang terjadi nanti. Tidak lama Suster keluar untuk mencari tambahan kantong darah. Golongan darah Diva cukup langka, yaitu AB resus negatif.


Suster berusaha mencari Golongan darah tersebut, namun stok nya kosong. Suster memberitau kan, kepada keluarga pasien. "Keluarga pasien ibu Diva, kami sedang membutuh kan tambahan darah untuk pasien. Ada kah keluarga yang memiliki golongan darah yang sama, dengan pasien yaitu AB resus negatif." ujar Suster panjang lebar.


"Saya, Sus." ujar Kakak dari Diva.


"Baik mari pak ikut saya untuk di periksa terlebih dahulu, untuk memasti kan nya." Ujar Suster ramah. Kakak Diva mengikuti Suster, ke ruang pemeriksaan. Setelah di ambil darah nya sedikit untuk di periksa, Kakak Diva di suruh menunggu sebentar untuk mengetahui ke cocokan nya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, hasil pengecekan golongan darah sudah di tangan Suster dan hasil nya cocok. Hasil nya golongan darah anda cocok, dengan golongan darah Ibu Diva. "Mari pak, ikut saya ke ruangan pendonor darah." ujar Suster tersenyum.


30 menit kemudian, darah sudah siap di transfusi kan ke pada Diva. Dan 30 menit kemudian operasi selesai, semua berjalan dengan lancar. Alhamdulilah ibu dan bayi selamat, cuma kondisi bayi yang lahir prematur lebih rentan di banding lahir normal.


Berat bayi hanya 1,3 kg, panjang bayi 31 cm. Bayi tersebut di masukan ruangan khusus, yaitu Ruang NICU.


Ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) merupakan tempat khusus untuk merawat bayi baru lahir yang membutuh kan pengawasan ketat oleh tenaga medis. Biasanya bayi yang di rawat di ruang NICU lahir dengan gangguan kesehatan, misal nya lahir prematur atau lahir dengan cacat bawaan. Sumber google (mohon koreksi jika salah)


Kondisi Diva masih mengkhawatir kan, dia masih memasuki masa kritis, kalo Diva bisa melewati nya sampai tengah malam besok. Diva akan baik-baik saja, tapi kalau sampai tengah malam besok belum sadar kemungkinan pasien Koma.


Setelah menjalan kan sholat malam Gilang kembali ke kamar Diva, untuk melihat keadaan nya. Gilang merasa bersalah, karena keegoisan nya membuat anak dan istri nya menjalani kondisi seperti ini.


'Maf kan aku, sayang karena keegoisan ku. Kamu harus melahir kan cesar anak kita, dan keadaan mu juga belum sadar.' Ucap Gilang dalam hati. "Sudah yang sabar dari pada kamu menangis lebih baik kamu mendoakan istri dan anak mu, semoga Diva cepat melewati masa krisis dan keadaan anak kamu cepat stabil." Ujar Ibu menepuk punggung anak tersayang.


Gilang menganggukan kepala nya, membenar kan perkataan ibu nya. "Baik lah lebih baik sekarang aku fokus dengan kesembuhan anak dan istri ku." Gumam Gilang pelan.


Seminggu telah berlalu Diva di nyata kan koma selama 3 hari, dia sadar dan mencari anak yang di kandungan nya. Diva menangis tersedu-sedu, sampai membuat keluarga nya bingung. Tapi setelah di jelas kan bahwa anak nya, ada di ruang NICU keadaan nya menjadi lebih tenang.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.


Mohon tinggal kan jejak di kolom komentar, like, vote, saran, kritik dan gif.

__ADS_1



Mampir juga di karya terbaru ku terima kasih.


__ADS_2