Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 139 Diva Datang Lagi


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, tahlilan pun telah selesai. Gilang, Rani, dan baby Elang sudah kembali ke kota B dari sore hari. sedang Angga, istri, dan anaknya juga sudah kembali, ke rumahnya dari kemarin. Mereka tidak menunggu, 7 harian tahlilan ibu.


Sebenarnya Gilang sangat berat, meninggalkan tempat kelahirannya untuk kembali ke kota B. Namun apa boleh buat, dia harus tetap bekerja untuk menghidupi anaknya.


Sekarang Gilang hanya bisa mendoakan yang terbaik, untuk almarhum Ayah dan Ibunya. Semoga mereka, tenang di alam sana. Mereka sudah bahagia, berkumpul lagi bersama-sama.


Keesokan harinya, Gilang berangkat kerja seperti biasanya. Ia segera menemui Bos nya, untuk meminta maaf. karena Gilang di rumah ibunya lebih dari Seminggu yaitu 8 hari.


Tok...


Tok...


Tok...


"Permisi Pak Boleh saya masuk." ujar Gilang meminta izin kepada bosnya untuk memasuki ruangannya.


"Oh ya silakan masuk, Pak Gilang." ujar sang bos mempersilahkan Gilang, untuk masuk ruangannya.


"Ini Pak, saya mau minta maaf. Saya kemarin di kampung, lebih dari seminggu." ujar Gilang meminta maaf kepada bosnya.


"Oh tidak apa-apa, Pak Gilang. Kami tahu anda sedang berduka, Kami masih bisa kok ngasih toleransi untuk anda." ujar Bos Gilang dengan tersenyum.


"Terima kasih untuk semua nya, Bos." Ujar Gilang terharu karena kebaikan bos nya. Bos Gilang menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Ya sudah saya permisi pak, mau kembali ke ruangan saya. Untuk melanjutkan pekerjaan saya, oh iya pak ini ada oleh-oleh dari kampung saya. Semoga bapak, berkenan mencicipi nya." Pamit Gilang tersenyum lega, sambil memberikan paper bag untuk bos nya.


"Wah ko repot-repot pak Gilang, terima kasih loh." Ujar Bos Gilang tersenyum

__ADS_1


Setelah pamit pada bos nya, Gilang kembali keruangan nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya. Jam makan siang tiba, Gilang dan karyawan yang lain nya pergi ke kantin untuk makan siang bersama.


Gilang juga mau memberikan sedikit oleh-oleh, untuk divisi nya yang telah bekerja keras. "Teman-teman semua ini ada sedikit oleh-oleh untuk kalian semua, semoga kalian mau menerima nya." ujar Gilang tersenyum.


"Wah terima kasih, pak Gilang sudah repot-repot bawa oleh-oleh untuk kami. Padahal kalo tidak bawa juga, tidak apa-apa. Kami tau, anda sedang berduka.'' Ujar salah satu karyawan satu divisi dengan Gilang.


"Terima kasih semua, untuk semua pengertian nya." Ucap Gilang terharu dengan kesolidan semua karyawan di sini.


Jam makan siang selesai, mereka kembali melanjutkan pekerjaannya. Sore hari pun tiba tepat pukul 05.00 sore, Gilang pulang dari kantornya. Sesampainya di rumah baby Elang, sedang menangis. Dia tidak mau dimandikan oleh Rani, Dia ingin dimandikan oleh Papanya.


Gilang hanya menghela nafas berat, setelah itu ia bergegas ke kamar mandi untuk memandikan anak semata wayangnya. Selesai mandi dan ganti baju baby Elang meminta susu, ia sudah haus dan lapar.


Tiba-tiba dari belakang, Gilang di kagetkan dengan kedatangan Rani. Dia dari depan, jalan dengan terburu-buru. "Ran, ada apa kamu jalan terburu sekali?" Tanya Gilang penasaran.


"Itu pak... Itu pak.. Di depan ada bu Diva, beliau marah-marah pada ku. Ia kira, aku telah merebut anda dan baby Elang." Ujar Rani ketakutan.


"Ya sudah, Ran kamu masuk Kamar bersama baby Elang biar ibu Diva jadi urusan saya." Ujar Gilang tersenyum tipis. Rani menganggukan kepala nya, dan berlalu pergi ke kamar nya.


Sesampai nya di kamar, baby Elang segera di pakai kan baju dan menidurkan nya sebentar. Sedang Gilang pergi ke depan, untuk menyelesaikan urusan nya dengan Diva mantan istri nya.


"Hhmm... Hmmm ada apa, kamu mencari saya. Bukan kah, masalah kita sudah selesai?" Tanya Gilang dengan raut muka datar.


Diva yang merasa di belakang nya, ada orang berdehem pun menoleh dan tersenyum manis. "Eh.. Akhir nya kamu keluar juga, Mas. Saya kira kamu, tidak mau menemui saya." Ujar Diva tersenyum manis semanis gulali.


"Apa yang kamu inginkan dari ku?" Tanya Gilang dengan raut wajah datar, tidak ada lagi senyum yang tersungging untuk mantan istri nya.


"Tidak ada apa-apa, Mas. Aku cuma mau ketemu anak ku, itu saja." Ujar Diva dengan gamblang nya.

__ADS_1


Anak... Anak mana yang kau bicara kan? Anak yang telah kau buang. sarkas Gilang.


Mas kamu bicara begitu, aku tidak membuang nya. Aku hanya, menitip kan nya pada mu. Ujar Diva tercekat.


"Hhmm kamu, bilang menitipkan. Mana ada seorang ibu menitip kan anak nya, dengan suka rela menandatangani hitam di atas putih. Itu sama saja, kamu membuang nya." Sarkas Gilang dengan pandangan mengintimidasi.


"Iya maaf, sekarang aku menyesal mas. Aku mau, ambil balik anak aku." Ujar Diva sambil berderai air mata.


Meraka masih saling berdebat, hingga memakan waktu sekitar 2 jam lama nya. Dan tidak tau, mana yang menang atau pun kalah. Yang pasti, mereka tidak mau saling mengalah dalam pempertahan kan opini masing-masing.


Sementara di kamar, Rani dan baby Elang masih tertidur. Ia tidak mau mencamuri urusan orang lain, lebih baik ia tidur. Tidak lama kemudian Baby Elang terbangun dan menangis dengan kencang, ia mencari papa nya. Namun Rani dapat menenang kan nya dan Baby Elang kembali tertidur kembali.


Di ruang tamu Diva baru saja pergi, setelah di serang dengan omongan yang tidak mengenakan di telinga nya. Diva pulang dengan perasaan yang hancur, namun ia bertekat akan merebut anak nya dari tangan mantan suami nya.


Setelah di rasa sepi, Rani keluar dari kamar menuju dapur untuk memasak lauk makan malam. Setelah berkutat selama hampir 1 jam lama nya. Ia masak lumayan banyak, ada telur dadar, ada ayam goreng, sayur asem, tahu, tempe, dan sambel terasi.


Setelah pertengkaran tadi, Gilang makan dengan lahap sekali. Ia merasa lelah sekali hari ini, dia bekerja dari pagi sampai sore. Sesampai nya di rumah, Baby Elang nangis minta di mandiin. Setelah mandiin anak nya ia berdepat dengan mantan istri nya.


Tidak lama kemudian baby Elang bangun, ia kelaparan. Ia menghampiri meja makan dan duduk sendiri di kursi, setelah itu Rani segera mengambil kan makan untuk Baby Elang. Ia juga makan dengan lahap setelah menangis tadi.


Setelah selesai makan, Gilang mandi dan ganti baju. Sedang baby Elang ia sedang duduk, di depan televisi dengan di temani Rani pengasuh nya. Tidak lama kemudian Gilang datang untuk bergabung dengan Rani dan baby Elang menonton televisi acara kartun anak-anak.


Bersambung...


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk Karya receh ini. Semoga sahabat semua suka dengan alur cerita nya.


Mohon dukungan nya untuk karya ini.

__ADS_1


__ADS_2