
Ijab qobul telah selesai, Rani juga sudah menghamiri suami nya di dalam masjid. Ia menyematkan, cin-cin kawin ke jari pasangan nya. Setelah itu Rani mencium tangan Gilang, yang sudah sah menjadi suami nya. Sedang Gilang, mencium kening Rani yang sudah sah menjadi istri nya.
Setelah selesai, sore hari nya akan di adakan resepsi di gedung dekat masjid. Mereka menuju hotel, yang tadi menjadi tempat rias pengantin. Mereka akan istirahar beberapa jam, supaya nanti malam mereka fres tidak kelelahan.
Baby Elang selalu menempel pada ibu sambung nya, seperti saat ini ia tidak mau makan kalo tidak di suapi oleh Rani. Ia yang belum selesai, menghapus riasan nya pun berhenti dulu dan menyuapi sang anak sambung.
Setelah selesai menyuapi makan, Rani kembali menghapus riasan nya dan berganti baju. Sedang Baby Elang setelah kenyang, ia tertidur dengan sendiri nya di atas kasur. Rani yang melihat itu hanya tersenyum, ia ikut merebahkan diri nya di ranjang dekat suami dan anak sambung nya.
Sekitar pukul 3 sore, Rani sudah kembali di rias untuk acara resepsi nanti. Gilang juga sudah terbangun dari tadi, sebelum di rias Gilang terlebih dahulu memandikan sang anak. Setelah memakaikan baju baby Elang, ia segera berpakaian.
Tiba-tiba, dari luar kamar terdengar suara keributan. Dan seperti nya suara itu sangat familiar, dan Gilang mengenali suara tersebut. 'Seperti suara Diva, mau apa dia kemari?' Ucap nya dalam hati.
Gilang keluar dari kamar nya dan menemui Diva, ia akan menanyakan maksud dan tujuan nya datang kemari.
"Ada urusan apa kamu datang kemari, Div?" Tanya Gilang sedikit emosi.
"Aku.. Aku, cuma mau minta maaf sama kamu dan Rani." Lirih Diva menunduk. Namun masih bisa di dengar oleh Gilang.
"Benarkah kamu mau minta maaf pada ku dan istriku." ucap ragu Gilang.
"Iya benar Mas, aku mau minta maaf pada mu dan Rani. Aku juga mau pamit, aku akan pergi jauh dari sini." Ujar Diva meyakinkan.
"Baik lah, kami memaf kan mu. kamu, hati-hati di mana pun berada." Ujar Gilang tersenyum tipis. Diva hanya menganggukan kepala nya.
"Saya permisi salam, untuk Rani dan Elang." Ujar Diva beranjak pergi keluar hotel.
Setelah kepergian Diva, Gilang kembali lagi ke kamar nya. Di sana Rani sudah rapi, sudah cantik, baby Elang juga sudah rapi dan tampan. Sekarang giliran Gilang yang di make up, biar wajah nya lebih fres.
__ADS_1
"Mas, tadi yang bikin keributan di depan siapa?" Tanya Rani tersenyum.
Emm Gilang sedikit berpikir, "Apakah harus jujur atau tidak pada istri nya, kalo yang datang itu mantan istri nya. Ah lebih baik aku jujur saja."
"Itu Dek yang datang tadi mantan istri ku, ia mau minta maaf dan sekalian berpamitan pada kita. Ia akan pergi dari sini, ia juga menitipkan salam untuk mu." ujar Gilang menjelaskan.
"Oh ya sudah tidak apa-apa, aku sudah memaafkan nya jauh sebelum dia meminta maaf." Ujar Rani berbesar hati.
Terima kasih ya, Dek. Ujar Gilang terharu.
"Iya sama-sama, bagaimana pun bu Diva adalah ibu kandung dari baby Elang." Ucap Rani dengan kerendahan hati.
Sekitar 15 menit kemudian Gilang sudah rapi di make up, mereka akan bersama-sama menuju pelaminan di gedung dekat masjid. Sesampai nya di sana, waktu sudah menunjukan pukul 7 malam.
Para tamu undangan sudah hampir memenuhi tempat duduk yang di sediakan, di aula gedung tersebut. Dengan kedatangan kedua mempelai, acara resmi di laksanakan. Acara resepsi di lakukan, selama 3 jam lama nya.
Baby Elang, sangat senang sekarang ia punya keluarga yang lengkap atau utuh. Begitu juga Gilang, ia menemukan sosok perempuan yang tulus sayang pada nya dan anak nya.
...*******************...
Beberapa bulan telah berlalu, sekarang usia kandungan Ayu menginjak 4 bulan. Mereka akan mengadakan, acara pengajian 4 bulanan. Mereka akan mengundang ibu-ibu pengajian, untuk mendoakan ibu dan calon bayi nya.
Ayu dan Gilang, sekarang berteman mereka suka memberi kabar berita nya. Gilang juga mengabarkan, kalo sang istri sekarang tengah berbadan dua. Usia kandungan nya, kurang lebih 3 minggu.
Di trimester ke dua kandungan Ayu, ia sudah tidak mual dan pusing lagi. Ia malah cendrung suka makan, Ayu yang tadi nya sebelum hamil berat badan nya mencapai 48 kg. Sedang saat ini, berat badan Ayu mencapai 59 kg.
Revano mencoba menjadi suami siaga, begitu juga Kalvin ia akan menjadi kaka yang siaga. Ia akan menjaga sang Momi dari pulang sekolah sampai mau tidur, ia juga akan dengan senang hati membantu kebutuhan Mamy sambung nya.
__ADS_1
Waktu begitu cepat berlalu, sebentar lagi Ayu akan menjalani proses melahirkan. Rencana nya Ayu akan menjalani operasi cesar, karena salah satu bayi nya ada yang sungsang. Jadwal operasi Ayu, sudah di tentukan oleh Dokter yaitu sekitar 1 minggu lagi.
Namun manusia hanya bisa berencana, tapi tetap tuhan yang menentukan. Sudah dari semalam perut Ayu merasa sakit, tapi tidak di rasa ia menganggap itu kontraksi palsu. Karena memang biasa nya begitu, nanti sakit itu akan hilang dengan sendiri nya.
Namun entah mengapa sakit kali ini, terasa berbeda. Ia yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit nya, segera pergi ke rumah bidan sebelah rumah nya. Saat di periksa oleh bidan ternyata, Ayu sudah mau melahirkan. Ia sudah, pembukaan 9 hampir lengkap.
Bidan itu juga memeriksa posisi bayi, posisi mereka bagus dan salah satu bayi sudah memasuki tulang panggul. Ayu sudah merasa ingin buang air besar sekarang, ia segera mengungkapkan nya pada Bidan.
Revano dan Kalvin menunggu di depan ruang bersalin, mereka hanya mondar mandir saja di sana.
Tidak berapa lama, terdengar suara tangisan bayi yang begitu keras dengan jenis kelamin perempuan. Selang 5 menit, lahir lagi seorang bayi laki-laki. Selang 10 menit, terdengar tangisan kembali, sekarang yang lahir bayi berjenis kelamin laki.
Ayu dan Revano sudah memilih nama untuk bayi-bayi mereka di antara nya.
--- Untuk anak yang pertama perempuan bernama Aisyah putri reyu Revano.
--- Untuk Anak yang kedua dan ketiga di beri Atalarik eka putra Revano dan untuk sang adik di beri nama Atarya dwi putra Revano.
Ayu dan Revano sangat suprize karena mendapat 3 bayi sekaligus. Sedang usia kandungan Rani sekarang sudah mau memasuki bulan ke 6. Semua telah berbahagia, dengan kehidupan masing-masing.
Tamat....
Mohon maf para pembaca setia, jika saya ada salah kata secara sengaja atau tidak sengaja menyakiti hati kalian semua.
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya receh ini, semoga pembaca semua suka alur cerita nya.
Mohon dukungan nya untuk karya ini dengan cara like, komen, saran, kritik, vote, dan gifh berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis
__ADS_1