
Makan malam bersama dengan pengantin baru pun selesai, mereka duduk sejenak di kursi meja makan. Semuanya menunggu Aisyah, yang katanya akan mengatakan sesuatu. Aisya juga menyadari hal itu karena semua tatapan mereka mengarah padanya.
"Jadi gini Abi, Aisyah ingin pindah kuliah boleh ngga Abi?". Tanya Aisyah terlebih dahulu pada Abinya.
"Loh memangnya kenapa". Tanya Abi Ali kaget.
Maryam sudah membicarakan nya pada keluarga dan mereka setuju Maryam pindah kuliah, sekarang giliran Aisyah yang membicarakannya. Walau takut tidak di bolehkan oleh keluarganya.
"Aisyah tidak tahan Abi, Aisyah selalu diganggu oleh dosen disana, walaupun ga semua dosen seperti dia, tetapi Aisyah capek jika terus merasa di ikuti". Jawab Aisyah dengan menunduk.
"Siapa yang berani ganggu adik abang, bilang sama abang sayang, namanya siapa?". Tanya Abang Ilham padanya.
"Abang ingat ngga? saat itu abang jemput Aisyah dan Maryam?". Tanya Aisyah pada abangnya.
"Heum iyaa abang ingat, memangnya kenapa?". Tanya Abang Ilham padanya.
"Disitu aku dihalangi oleh dosen bang, abang pernah berbicara dengan nya". Jawab Aisyah membuat Ilham berdiri dari duduknya.
Maryam mengelus lengan suaminya, karena pasti merasa muak juga dengan dosen tersebut. Abi Ali dan Umi Humairah hanya diam menyimak, sambil menimbang boleh atau tidaknya Aisyah pindah kuliah.
"Apa si Devan itu masih mengganggu kamu dek?". Tanya Ilham pada nya sambil kembali duduk dikursi.
"Iyaa bang, bahkan tadi dia kirim pesan pada Aisyah padahal Aisyah tidak merasa pernah memberikan nomor ponsel Aisyah pada lelaki". Jawab Aisyah pada abangnya.
"Sudah Aisyah blokir nomornya, tetapi ada lagi nomor yang baru masuk". Lanjut Aisyah pada abangnya.
Abi Ali yang mendengarnya pun geram, ia langsung menyuruh Aisyah untuk mengganti kartu serta menyetujui Aisyah untuk pindah kuliah, Aisyah berterimakasih pada Abi Ali.
"Abi akan memindahkan kamu ke tempat kuliah yang akan membuat mu lebih nyaman , Abi geram mendengar ucapan kamu soal dosen itu". Ujar Abi Ali pada Aisyah.
"Nah mending sekarang kalian semua segera beristirahat, hari sudah semakin malam, apalagi kalian pengantin baru". Ujar Umi Humairah menggoda Keduanya.
"Umi jangan menggoda mereka berdua, liat tuh wajah mereka memerah". Ujar Abi Ali pada istrinya sambil tersenyum.
Akhirnya mereka pun berpisah karena memasuki kamarnya masing masing, Ilham masuk ke kamar pengantin yang memang kamar istrinya dulu, Maryam gugup bukan main ia masih tidak menyangka akan menikah dengan seseorang yang ia sukai.
"Assalamualaikum Istriku ". Salam Ilham pada istrinya.
__ADS_1
"Waaalaikumussalam Suamiku". Jawab Maryam dengan gugup sambil menundukan kepalanya.
Mereka duduk berjarak karena memang ini pertama kalinya untuk mereka berdua, baik Ilham maupun Maryam sama sama gugup membuat suasana menjadi canggung.
Aduh bagaimana ini? aku semakin degdegan jika beginii, ya Allah bantu hambamu untuk kuat. Batin Maryam berdoa dalam hatinya.
Allah, begini rasanya bila sudah menikah dengan orang yang selama ini hamba suka, bahkan jantung hambamu ini berdetak dengan sangat cepat. Batin Ilham tertunduk.
Ilham pun memberanikan diri untuk mendekati Maryam, membuat Maryam mundur karena kaget. Ilham yang melihat itupun tersenyum, Maryam mengangkat wajahnya dan melihat suaminya tersenyum membuatnya ikut tersenyum.
"Mas Ilham". Panggil Maryam pelan pada Ilham.
"Iyaa? kamu manggil aku dengan sebutan mas?". Tanya Ilham dengan raut wajah bahagia.
"Iya mas, kan ngga mungkin manggil abang lagi". Jawab Maryam dengan tersenyum malu.
"Jika kamu belum siap, mas bisa menunggu sampai kamu siap". Ujar Ilham pada istrinya.
"Eum, aku udah siap kok mas". Ujar Maryam dengan ragu.
Ilham menarik pinggang istrinya untuk ia peluk, Maryam gugup namun Ilham memeluknya membuatnya merasa nyaman, hingga tak sadar ia terlelap begitu juga dengan Ilham.
Keesokkan harinya Maryam terlebih dahulu bangun daripada suaminya, ia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya karena gerah, setelah nya ia membangunkan suaminya karena sebentar lagi adzan shubuh berkumandang.
"Kenapa ngga ajak mas mandi tadii?".Tanya Ilham dengan wajah bangun tidur.
"Mas ihh udah sana, cepat ke air". Ujar Maryam dengan malu.
"Iyaa sayang iyaa, tunggu mas". Ujar Ilham diangguki oleh istrinya.
Sementara itu dikamar lain yang tak lain adalah Aisyah, dia terbangun jam 4 shubuh, walaupun dirinya sedang berhalangan tetapi Aisyah selalu bangun shubuh untuk membantu Umi nya di dapur.
"Assalamualaikum Umi". Salam Aisyah pada Umi.
"Waalaikumussalam, eh Aisyah kamu sudah bangun?". Tanya Umi Humairah padanya.
"Alhamdulillah sudah umi, apa perlu bantuan Aisyah?". Tanya Aisyah pada mereka berdua.
__ADS_1
"Tidak perlu sayang, sebentar lagi juga selesai kok". Jawab Umi Fatimah (Siti Nur Fatimah)
"Baiklah, Aisyah membereskan yang lain saja daripada bosan". Ujarnya diangguki oleh keduanya.
Aisyah bertemu dengan pengantin baru, waktu menunjukkan pukul jam 5 shubuh pasti keduanya telah selesai melaksanakan sholat shubuh, berbeda dengan Aisyah serta para Umi yang sedang berhalangan.
"Wahh segar sekali pengantin baru inii". Ujar Aisyah menggoda keduanya.
"Aisyah jangan mengganggu mereka, yang sudah Abi pastikan mereka pasti belum melakukan malam pertama, iyakan?". Goda Abi Ali pada mereka berdua.
"Ish Abi bilang pada Aisyah jangan mengganggu mereka, tapi Abi sendiri menggoda mereka berdua". Ujar Aisyah kesal pada Abi nya.
"Hahaha iya sayang maaf, udah ahh yuk kita sarapan shubuh". Ajak Abi Ali pada mereka.
"Orang mah namanya sarapan Tuh jam 7 Abi bukan jam 5 shubuh". Ujar Aisyah padanya.
"Ya biarlah, biar beda dengan yang lain". Ujarnya sambil terkekeh pada putrinya.
Mereka semua menikmati sarapannya dengan hikmat, Aisyah terlebih dahulu habis lalu pergi ke dapur membawa piring bekasnya, setelahnya ia pamitan untuk masuk ke dalam kamar untuk bersiap siap ke kampus yang telah Abi daftarkan semalam pada pemilik yayasan tersebut.
Karena Maryam masih cuti pernikahan, ia pun berangkat sendirian diantar oleh Abi Ali yang memang akan berbicara sesuatu pada pemilik yayasan tempatnya berkuliah.
"Sudah pukul tujuh pagi, ayo kita berangkat sebelum Abi ke kantor". Ajak Abi Ali pada Aisyah.
"Baiklah Abi". Ujar Aisyah padanya.
Mereka pun berpamitan kepada seluruh keluarganya untuk berangkat beraktivitas, selama perjalanan Aisyah mengecek tasnya takutnya ada yang tertinggal dirumah Maryam.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di kampus Universitas Masjidil Da'arul Ilmi (UMDI) , Aisyah dan Abi Ali keluar dari mobil lalu masuk kedalam kampus tersebut.
"Bismillah, semoga Aisyah betah disini dan tidak ada yang mengganggu Aisyah kembali Abi". Ujar Aisyah pada Abi nya.
"Tentu saja syang, aamiin yaa rabbal'alamin , karena ini kampus milik sahabat Abi jadi tidak mungkin mengerjakan dosen yang berbeda agama, karena kampus ini full mengajarkan tentang islam". Ujar Abi Ali sambil memeluk pundak putrinya.
Keduanya tiba di ruangan pemilik yayasan kampus tersebut, saat pintu terbuka disana ada Adam yang membuat Aisyah terkejut, seakan secara tidak sengaja ia menemukan jodohnya tetapi ia lansgung menepis pemikiran nya.
"Aisyah, ngapain dia kesini?". Gumam Adam saat melihatnya.
__ADS_1