Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 37


__ADS_3

Kini semuanya berkumpul di sebuah Villa dengan banyaknya anak bayi, Aisyah meletakkan anak anaknya di kasur bersama dengan yang lainnya, hanya saja terpisah oleh guling agar tidak saling kena tepak.


"Ohh ya bagaimana perkembangan anak kalian?". Tanya Ayah Ramli pada mereka.


"Alhamdulillah ayah, mereka sudah bisa membalikkan badannya ke samping atau tengkurap sendiri". Jawab Aisyah pada Ayah Ramli.


"Kalau Baby Fikri sih baru mau bisa tengkurap Ayah". Jawab Adinda padanya.


"Alhamdulillah baby Adnan dan Ainun sudah mulai aktiv tidurnya Yah,, kadang mereka saling tendang makanya sekarang tidurnya dipisah". Jawab Maryam pada Ayah Ramli.


"Masya Allah perkembangan yang sangat bagus". Ujarnya pada mereka.


Beberapa menit kemudian mereka mengadakan makan siang bersama, karena anak mereka sedang tidur lelap, acara makan siang begitu khidmat hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis.


Kini mereka sedang berbincang riang bersama mengenai berbagai hal mereka bahas, hingga Aisyah yang ke toilet karena tidak enak perutnya, ternyata Aisyah tembus untung ia membawa pembalut sebelum ke toilet.


"Mas Adam". Panggil Aisyah pada suaminya.


"Iya kenapa sayang?". Tanya Adam pasa istrinya.


"Yang lainnya kemana?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Ohh yang lainnya lagi dibelakang sayang, liat pemandangan". Jawab Adam pada istrinya.


"Kenapa mas ga kesana?". Tanya Aisyah pada suaminya sambil duduk di samping suaminya.


"Masa mah ninggalin para bayi sayangg dan juga kamu". Jawab Adam pada istrinya.


Aisyah yang mendengar itupun tersenyum pada suaminya, ia merasa bahagia karena suaminya itu paling mengerti dirinya, Aisyah memeluk suaminya dengan lembut hingga beberapa menit kemudian ia baru melepaskannya.


"Anak bunda bangun ternyata". Ujar Aisyah menghampiri anaknya.


"Haus iyaa syaang? sebentar yaa syaang". Ujar Aisyah menggendong anaknya.


"Sayang, kamu menyusui nya di kamar aja, takutnya ada yang masuk". Ujar Adam pada istrinya.


"Baiklah mas, titip anak anak ya mas". Ujar Aisyah diangguki oleh suaminya.


Beberapa menit kemudian, semuanya kembali ke dalam Villa, mereka melihat hanya ada Adam yang sedang menimang anaknya yang terbangun, Adinda menghampiri para bayi, untung saja anaknya tidak menangis begitupun juga dengan Maryam yang mengecek anaknya.


"Aisyah mana Dam?". Tanya Ilham padanya.


"Lagi dikamar, baby Arsyi nangis". Jawab Aisyah pada Ilham.

__ADS_1


"Ohh lapar tohh, pantes aja dikamar". Ujar Ilham pada Adam.


"Yaiyalah, kalau disini kan banyak orang, aurat juga". Ujar Adam pada iparnya.


"Iyaa tauu kali Dam". Ujar Ilham sambil melirik pada anak anaknya.


Aisyah kembali bersama dengan Baby Arsyi ke ruang tengah, disana masing masing menggendong para bayi karena sudah terbangun, Aisyah duduk disamping suaminya yang sedang menggendong baby Husein.


"Mereka ngga rewel mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Alhamdulillah ngga sayang, mereka bangun cuman lirik kanan kiri". Jawab Adam pada istrinya.


"Syukurlah mas". Ujar Aisyah pada suaminya sambil tersenyum.


"Iyaa sayang, baby Arsyi tidur?". Tanya Adam pada istrinya.


"Ngga mas, nih bangun". Jawab Aisyah pada suaminya sambil memperlihatkan Baby Arsyi pada suaminya.


"Anak ayah pada pintar". Ujar Adam menatap anaknya.


"Iyaa dong sama seperti ayahnya". ujar Aisyah sambil tersenyum pada suaminya.


"Kamu juga pintar syaang". Ujar Adam sambil tersenyum pada istrinya.


Beberapa jam berlalu, kini mereka sedang melaksanakan sholat ashar berjamaah kecuali Aisyah yang masih berhalangan, jadi Aisyah menunggu para bayi diruang tengah.


"Ateu ga bisa bayangin kalau punya anak kembar 10, ateu pusing yang ada sayang". ujar Aisyah menatap Baby Adnan.


"Eh senyum sayang". Ujarnya sambil tersenyum pada ponakannya.


"Yahh yah". Oceh baby Adnan dan Ainun.


"Ahh kalian pasti akan semakin lucu jika sudah bicara dan sedikit cadel". Ujar Aisyah terkekeh menatap para bayi tersebut.


"Ahh kalian ketawa, lucu sekalii". Ujar Aisyah sambil memvideo untuk kenangan nanti.


Beberapa menit kemudian mereka semua selesai melaksanakan sholat berjamaah, Aisyah yang melihat itupun segera mencium tangan suaminya, walau bagaimanapun halangannya mencium tangan suami setelah sholat adalah kewajiban Aisyah.


"Ah iya kak, kapan baby Adnan dan Ainun imunisasi?". Tanya Aisyah pada Maryam.


"Heum, semingguan lagi Syah, kalau anakmu?". Tanya balik Maryam pada Aisyah.


"Sama dong kak aku juga". Jawab Aisyah dengan girang pada Maryam.

__ADS_1


"Wah kita berangkat bareng aja kalau gitu nanti Syah". Ujar Maryam pada Aisyah.


"Iyaa kak, aku sih ayo aja". Ujar Aisyah pada Maryam.


Mereka kembali berbincang bersama mengenai anak anaknya, ataupun perusahaan sang suami. Hingga beberapa menit kemudian baby Fikri menangis membuat Adinda segera menggendongnya.


"Kenapa anak bunda? haus yaa? atau pup sayang?". Tanya Adinda mengecup kening anaknya.


"Owalah ternyata pup, sebentar bunda ganti dulu sayang". Ujar Adinda melepaskan pempers tersebut.


"Wah anak bunda udah enak lagi ya, ngga gelisah kaya tadi". Ujarnya sambil mengelus pipi gembul anaknya.


"Sekarang haus ya sayang? yaudah yuk kita ke kamar minum dulu sayang". Ujar Adinda sambil pamit pada mereka.


Beberapa menit kemudian mereka makan sore bersama, Aisyah melayani suaminya begitupun juga dengan para istri lainnya, Aisyah dan Adam terkadang bergantian makan karena baby Hasan rewel.


"Alhamdulillah, sudah habis". ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa sayang, alhamdulillah nikmat". Ujar Adam tersenyum pada istrinya.


"Mas kita liat pemandangan belakang yuk mumpung masih ada waktu". Ajak Aisyah pada suaminya.


"Iyaa hayu sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Ayah, bunda, Adam titip dulu mereka ya". Ujar Adam pada kedua orangtuanya.


"Emangnya kalian mau kemana?". Tanya Bunda Halwa sambil menggendong baby Arsyi.


"Mau liat pemandangan bealakang bun, kan kita berdua belum melihatnya tadi". Jawab Adam pada sang bunda.


"Ah benar juga, baiklah sana, asal jangan sampai ke magriban loh pamali". ujar Bunda Halwa diangguki oleh keduanya.


"Baiklah, siap bunda". ujar Adam pada Bunda Halwa.


Kini Aisyah dan Adam sedang duduk dikursi taman belakang villa, dengan menatap pemandangan didepannya yang sangat indah sekali, banyak bunga cantik didepannya membuat Aisyah ingin memetiknya hanya saja terlalu berbahaya karena berduri.


"Sayang, wisuda kamu kapan?". Tanya Adam pada istrinya.


"6 bulan lagi mas, kenapa emangnya?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Ngga mas hanya tanya saja sayang, kamu sekarang udah masuk umur 20tahun, tapi kamu sudah menjadi seorang ibu, apakah kamu ngga malu?". Tanya Adam dengan hati hati.


"Kenapa aku harus malu mas? karena aku sangat menerima mereka, ngga mungkin aku malu mas, justru aku bangga menjadi seorang ibu". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada suaminya.

__ADS_1


"Terimakasih saayang, mas sangat mencintaimu". Ujar Adam memeluk tubuh istrinya ke dalam dekapannya.


Beberapa menit kemudian mereka berdua kembali masuk ke dalam villa karena jam memasuki adzan magrib akan berkumandang sebentar lagi, Aisyah menyiapkan makan malam selagi menunggu yang lain pada sholat magrib.


__ADS_2