Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 27


__ADS_3

Dua bulan kemudian, kandungan Maryam sudah masuk ke 9 bulan, serta Aisyah 7 bulan dan Adinda yang ke 5 bulan. Selama itupun, Ayah Ramli belum bangun dari koma nya, mereka selalu bergantian jika berkunjung.


Sekarang Aisyah dan Adam yang berkunjung menemui Ayah Ramli yang ditemani oleh Bunda Halwa, mereka berdua menyalimi tangan Bunda Halwa setelah mengucap salam.


"Belum ada kemajuan bun?". Tanya Adam pada bundanya.


"Belum, masih gini aja Dam". Jawab Bunda Halwa dengan lesu.


"Kita harus terus banyak berdoa untuk Ayah, agar cepat bangun dari tidur panjang nya". Ujar Aisyah pada Bunda Halwa.


"Iyaa syaang". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada Aisyah.


"Bagaimana kondisi Adinda sekarang?". Tanya Bunda Halwa pada Aisyah.


"Alhamdulillah sudah membaik dan tidak keterusan sakitnya". Jawab Aisyah pada Bunda Halwa.


Bunda Halwa hanya menganggukkan kepalanya, mereka pun kembali berbincang mengenai keadaan Ayah Ramli, terkadang di bawah alam sadar ingin sekali Ayah Ramli membuka matanya akan tetapi sangat susah seperti di lem saja matanya itu.


"Bunda udah makan belum?". Tanya Adam pada bundanya.


"Belum, bunda ga lapar". Jawab Bunda Halwa.


"Bun, jangan membiarkan perut kosong, lebih baik makan sebelum lapar daripada makan sesudah lapar". Ujar Adam pada bundanya.


"Heum baiklah". Ujar Bunda Halwa pada putranya.


"Ayok sama Aisyah aja Bun ke kantin, biar Mas Adam yang disini, gapapa kan mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Iyaa sayang gapapa yang penting bunda makan". Jawab Adam membuat Bunda Halwa terharu.


Aisyah dan Bunda Halwa memasuki kantin rumah sakit, setelah memesan makanan mereka berbincang bersama mengenai berbanyak hal terutama kandungan Aisyah, Bunda Halwa tidak sabar untuk menggendong cucu pertamanya.


"Coba aja kamu mengecek jenis kelaminnya biar Bunda bisa belikan baju nya". Ujar Bunda Halwa pada Aisyah.


"Kan emang menjadi kejutan bun, karena kebanyakan kaya gitu jadi Aisyah ingin seperti itu". Ujar Aisyah pada bundanya.


"Baiklah sayang, bunda akan terus mendukung apa yang kalian lakukan". Ujar Bunda Halwa pada Aisyah.


Hingga beberapa menit kemudian pesanan mereka tiba, namun saat menatap pelayan tersebut membuat Aisyah ketakutan, Bunda Halwa yang melihat reaksi menantunya pun melihat ke pelayan tersebut.

__ADS_1


"Astagfirullah, kamuu! belum kapok membuat anak saya masuk rumah sakit iyaa , sekarang jangan jangan kamu meracuni makanan saya juga menantu saya!!". Teriak Bunda Halwa pada nya, ya Devan lah yang menjadi pelayan rumah sakit.


"Ibu tidak baik memfitnah seperti itu, emangnya ibu ada bukti?". Tanya Devan padanya.


"Bisa, saya akan mendapatkan buktinya karena menerima orang sepertimu di rumah sakit milik saya". Jawab Bunda Halwa dengan kesal.


"Bunda sabarr, kendalikan emosi bunda". Ujar Aisyah yang ketakutan dengan Bunda Halwa yang biasanya lembut.


Seorang satpam datang ke kantin dan membawa alat mendeteksi makanan yang diracun, saat mengecek makanan Bunda tidak ada racun melainkan makanan yang di pesan Aisyah, membuat Aisyah istighfar karena kaget.


"Ya allah, kenapa anda tega sekali pak". Ujar Aisyah berkaca kaca.


"Salah saya apa sama bapak? salah saya menolak orang yang berbeda agama dengan saya? iya salah pakk!!!?". Tanya Aisyah dengan berteriak histeris.


"Kamu tidak salahh, tapi suami mu yang salah makanya aku ingin kamu matii!!!". Teriak Devan membuat semua orang kaget.


"Cukup pakk! jangan mengganggu keluarga saya lagii! STOP mengirim pesan misterius pada saya pak! sungguh kejam!!". Teriak Aisyah semakin histeris.


"Pergiii, usir dia pak, bawa dia pergiii!!". Teriak Aisyah membuat Bunda Halwa khawatir.


"Sayang, heyy tenang, ada apa nak?". Tanya Bunda Halwa khawatir.


Aisyah tidak menjawabnya karena kegelapan merenggutnya, Aisyah hanya mendengar suara suaminya berteriak memanggilnya, Adam membawa Aisyah ke ruangan untuk diperiksa, ia mendapat laporan dari bawahan nya bahwa ada yang mengganggu Aisyah serta bundanya.


"Sayangg bangunn, bangunn!!". Teriak Adam pada Aisyah.


"Tuan, lebih baik anda keluar, kami akan meriksa keadaan nona". Ujar dokter perempuan seumuran Bundanya.


"Sayang, kita keluar dulu ya, biarkan Aisyah di periksa sama dokter Ammah". Ujar Bunda Halwa yang memang mengenal dokter tersebut.


"Baiklah bunda". Ujar Adam menuruti perintah bundanya.


Diluar Adam segera memeluk bundanya serta menangis karena takut terjadi apa apa pada istrinya, Bunda Halwa mengelus rambut putranya ia merasa miris sekali, dulu putrinya sekarang menantu perempuannya yang Devan bikin masuk rumah sakit.


"Kenapa Aisyah bisa seperti itu Bun?". Tanya Adam pada bundanya dengan berkaca kaca.


"Sayang, apakah kamu tidak mengetahui Aisyah diteror pesan misterius oleh Devan?". Tanya Bunda Halwa membuat Adam mengangkat kepalanya.


"Maksud bunda?". tanya Adam tidak mengerti.

__ADS_1


"Mungkin selama beberapa bulan ini, Aisyah memendam nya sendirian sayang, bunda tadi khawatir saat Aisyah berteriak histeris melihat Devan dan juga ternyata Devan meracuni makanan istrimu, untung saja kita belum memakannya". Jawab Bunda Halwa membuat Adam kaget.


"Astagfirullah, bukannya dia sudah dijebloskan ke polisi bun?". Tanya Adam padanya.


"Bunda juga bingung sayang, seperti nya dia kabur nak, karena tadi saja ia menutup kepalanya serta memakai masker". Jawab Bunda Halwa padanya.


Beberapa menit kemudian, dokter Ammah keluar dari ruangan dan seperti saat Adinda di periksa, Aisyah diharuskan istirahat total karena mengalami stres membuat Adam sedih, garagara Devan istrinya menjadi seperti ini.


Akan ku pastikan, kau mendekam di penjara selamanya Devan!!!. Batin Adam berteriak kesal.


Bunda Halwa dan Adam menghampiri Aisyah yang masih belum sadarkan diri, sedangkan Adinda dan Davin masih setia menemani sang ayah karena mungkin abangnya ada urusan pikirnya, mereka tidak mengetahui Aisyah dirawat.


"Sayang maafin mas, bangun sayang hiks hiks". Ujar Adam sambil terisak.


"Udah sayang, jangan menangis nanti Aisyah mendengar nya dialam bawah sadarnya dan pasti ikut sedih". Ujar Bunda Halwa pada putranya.


"Iyaa tapii bunda, Adam gabisa liat Aisyah terbaring lemah seperti ini". Ujar Adam memeluk bundanya.


"Iyaa sayang, berdoa pada tuhan mintalah yang terbaik untuk kesehatan istri kamu juga anakmu sayang". Ujar Bunda Halwa pada putranya.


Adam izin ke musholah untuk sholat, Bunda Halwa menganggukkan kepalanya sambil menunggu Aisyah, kepanikan Adam membuat ia tersadar bahwa Adam meninggalkan suaminya , saat akan bangkit dari duduknya tiba tiba putrinya mengabari dirinya.


Ting!


...Adinda Putriku...


...Online...


Assalamu'alaikum bunda, aku dan mas Davin lagi nungguin ayah, bunda tenang aja jangan gelisah, lagian mas Davin ataupun Adinda tidak ada urusan lagi, jadi bebas mau menunggu disini sampai beberapa jam kedepan.


^^^Waalaikumussalam, syukurlah jika Ayah ada kalian yang menjaga, soalnya Bunda sedang menjaga kakakmu Aisyah sayang.^^^


Loh emangnya kak Aisyah kenapa bunda?


^^^Nanti bunda jelaskan besok saja, saat waktunya kalian menjenguk Ayah^^^


Kenapa ngga sekarang bunda?


^^^Nanti kamu panik, ninggalin Ayah lagi.^^^

__ADS_1


Heum yaudah deh bun.


Setelah nya bunda menyimpan ponselnya, lalu Adam pun masuk dengan perasaan tenang, ia membawa makanan untuk bunda, istri serta dirinya sendiri. Bunda Halwa disuruh makan lebih dulu oleh Adam, membuat bundanya mau tidak mau memakan makanan tersebut.


__ADS_2