
Kini kehamilan Adinda sudah memasuki usia 9bulan, semuanya selalu berada di dekat Adinda karena apa yang di idamkan oleh Adinda sangatlah membuat mereka tersiksa, bahkan Aisyah mengeluh kesal pada suaminya.
"Kak Aisyah, mana buah mangga muda nya?". Tanya Adinda untuk yang kelima kalinya.
"Masih dikupas din, sabar ya". Jawab Aisyah dengan sabar pada Adinda.
"Yaudah cepetan ya kak, aku pengen banget". Ujarnya pada Aisyah.
"Iya din tunggu aja". Ujarnya pada adik iparnya.
"Bunda mau abang bantu?". Tanya Hasan yang memang selalu pulang jika penting.
"Ga perlu Syaang, kamu jaga baby Kahfi aja ya". Jawab Aisyah pada anaknya .
"Baiklah bundaku sayang". Ujarnya pada Aisyah.
Aisyah memberikan buah mangga yang telah ia kupas dan potong potong pada Adinda, membuat Adinda langsung melahapnya dengan cepat hingga hanya tiga menit menghabiskan buah mangga tersebut membuat Aisyah melongo.
"Kak lagi dong". Ujarnya memberikan piring kosong pada Aisyah.
"Lagi? emangnyaa kamu belum kenyang din?". Tanya Aisyah pada adik iparnya.
"Belum kak". Jawab Adinda membuat Aisyah mengusap dadanya.
"Baiklah tunggu sebentar ya din". Ujarnya sambil berlalu pergi ke dapur.
"Loh Syah nambah lagi?". Tanya Maryam yang memang di dapur.
"Iyaa itu bumil belum kenyang". Jawab Aisyah pada kakak ipar nya.
"Astagfirullah, yaudah biar kakak kupas buahnya kamu yang potong buahnya". ujarnya diangguki oleh Aisyah.
Hingga beberapa menit kemudian Aisyah dan Maryam kembali menghampiri Adinda yang menunggu buah mangga, Aisyah meletakkan nya di meja sambil berlalu dari sana tapi belum sempat karena Adinda memanggilnya.
"Kenapa lagi din?". Tanya Aisyah dengan sabar.
"Minum nya belum kak". Jawabnya dengan santai.
"Ah baiklah sebentar". Ujarnya pada adik iparnya.
"Jangan lama kak, oh ya kak jus mangga kalau bisa buatkan". Ujarnya pada Aisyah.
"Siap tuan putri". Ujar Aisyah pada Adinda.
Aisyah termenung sambil menunggu jus mangga merata, ia jadi memikirkan mungkin inilah yang dirasakan oleh suaminya saat ia sedang hamil anak mereka, sekarang Aisyah baru mengerti lelahnya menghadapi bumil.
"Maafin Aisyah mas". Gumam Aisyah saat mengingat masa hamilnya.
"Sayang kenapa kamu diam disana? itu Adinda nungguin kamu katanya". Ujar Adam membuat Aisyah tersadar dari lamunan nya.
__ADS_1
"Ah iyaa mas, ini udah mau jadi kok, mas mau ngapain ke dapur?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Mas disuruh membawa buah mangga syaang, yang tadi habis". Jawabnya membuat Aisyah terkejut.
"Belum kenyang apa ya perutnya? daritadi loh mas banyak banget makannya". Ujarnya pada suaminya.
"Udah gapapa syaang, lebih baik kita cepat kembali sebelum Adinda marah". ajak Adam pada istrinya.
"Iyaa ayok mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
Aisyah dan Adam kembali menghampiri Adinda yang sedang menunggu mereka berdua, Adinda yang melihat itupun langsung tersenyum senang melihat apa yang dibawa oleh Adam dan Aisyah, saat keduanya meletakkannya dimeja Adinda langsung memakan buah tersebut dan memimum jusnya.
Beberapa menit kemudian Adinda akhirnya selesai memakan buah nya, hingga kini Adinda tertidur karena mengantuk akibat kebanyakan memakan buah mangga nya, Davin yang akan memindahkan istrinya terhenti saat istrinya bangun sambil meringis.
"Awss Sakitt mas". Ringis Adinda pada suaminya.
"Kayanya mau lahiran deh". Ujar Aisyah membuat semuanya panik.
"Bang, Davin minta tolong maaf setirin". Ujarnya pada Adam.
"Ah baiklah". Ujarnya sambil membuka pintu untuk Adinda dan Davin.
"Mas Aisyah nunggu dirumah aja yah, kasian anak anak mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa sayang nanti mas kabarkan jika sudah sampai". Ujar Adam pada istrinya.
"Hati hati bawa mobilnya ya mas". Ujarnya pada Adam.
"Waalaikumussalam". Ujar Aisyah pada suaminya yang kini sudah tak terlihat punggung nya.
Aisyah dan Maryam menunggu dirumah Adinda dengan cemas, keduanya terus melihat ponselnya mereka berdua hingga Baby Kahfi menangis membuat Aisyah bangkit dari duduknya, lalu membawa baby Kahfi ke dalam gendongannya.
"Anak bunda haus ya syang? mau minum susu?". Tanya Aisyah tersenyum pada anaknya.
"Yah bun". Celotehnya sambil tersenyum.
"Aish pintarnya anak bunda". Ujarnya sambil mengelus pipi anaknya yang gembul.
"Kak Nadzar dan Rayyan bangun tuh , mereka nangis cari kakak". Ujar Aisyah yang menghampiri kakak iparnya.
"Ohh ya? yaaudah Syah kakak ke kamar dulu". Ujarnya diangguki oleh Aisyah.
...Suamiku Tersayang 🤗❤...
...Online...
^^^Assalamu'alaikum mas, udah nyampe mas? gimana Adinda? udah melahirkan?^^^
Waalaikumussalam udah syaang, belum sayang agak lama mas masih belum mendengar suara tangisan bayi, maaf ya mas lupa ngabarin kamu sayang.
__ADS_1
^^^Semoga saja lahirannya di lancarkan ya mas, iyaa gapapa mas Aisyah ngerti kok^^^
Kamu masih dirumah Adinda kan?
^^^Iyaa masih mas, kenapa emangnya?^^^
Boleh minta tolong ambilkan beberapa baju bayi ngga syaang? ini lupa engga bawa baju bayi nya saking panik tadi.
^^^Ah yaudah nanti Aisyah antar kesana mas, sekarang Aisyah mau menidurkan baby Kahfi dulu^^^
Yaudah sayang, udah ya nanti mas kabari lagi, Wassalamualaikum istriku
^^^Iyaa mas, waalaikumussalam suamiku 🤗❤^^^
Maryam kembali setelah menidurkan anak anaknya, sekarang Aisyah yang menidurkan baby Kahfi di kamar khusus para bayi, Aisyah kembali menghampiri kakak iparnya yang sedang memainkan ponselnya, ia duduk lalu menarik nafasnya sebelum berbicara pada kakak iparnya.
"Kak, Aisyah disuruh antarkan baju bayi, karena tadi lupa ngga bawa, ngga papa kakak sendirian disini?". Tanya Aisyah pada Maryam.
"Yaudah gapapa Syah, lagian bentaran lagi kan bunda Halwa mau ke rumah jadi kakak ada temennya". Jawab Maryam pada Aisyah.
"Beneran ngga papa kak?". Tanya Aisyah memastikan.
"Iyaa beneran ngga papa Syah, udah sana pergi ke rumah sakit, siapa tau udah lahiran sekarang". jawabnya pada Aisyah.
"Yaudah Aisyah Titip anak anak ya kak, kalau Baby Kahfi nangis Aisyah udah buatkan stok Asi di tas kecil, maaf ya ngerepotin kakak". Ujar Aisyah pada kakak iparnya.
"Iyaa gapapa kali syah, santai aja". Ujarnya pada Aisyah.
Beberapa menit kemudian Aisyah sudah sampai dirumah sakit memakai mobil suaminya, ia memasuki rumah sakit yang telah diberikan alamat ruangan Adinda sekarang hingga tiba Aisyah di depan pintu ruangan Adinda.
"Assalamualaikum". Salam Aisyah membuka pintu.
"Waalaikumussalam". Jawab ketiganya pada Aisyah.
"Maaf ya lama macet soalnya". Ujarnya sambil menyimpan tas bayi yang berisi baju.
"Iyaa gapapa kak, udah ada baju dari rumah sakit kok". Ujar Adinda dengan lemas.
"Syukurlah kalau begitu, ah ya gimana ponakann aku? tampan apakah cantik?". tanya Aisyah pada Adinda.
"Tampan kak". Jawab Adinda padanya.
"Ah ya namanya siapa nih?". Tanya Aisyah pada mereka berdua.
"Namanya adalah Dani Ramadhan Putra Dirgantara panggilnya bisa Dani atau Rama". Jawab Adinda pada Aisyah kakak iparnya.
"Ah bagus sekali namanya Din". Ujarnya sambil tersenyum menatap bayi mungil tersenyum.
Beberapa jam kemudian Adinda sudah diperbolehkan pulang, Aisyah membawa mobilnya sendiri karena suaminya menyetir mobil Davin, selama dalam perjalanan Aisyah terus saja tersenyum senang melihat baby Dani.
__ADS_1
Sehat selalu sayangnya ateu.