Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 108


__ADS_3

Empat bulan kemudian..


Aisyah serta keluarga kecilnya berkunjung ke kediaman Husna, setelah mengucapkan salam akhirnya pintu dibuka oleh Arham, ia segera menunduk lalu menyuruh mereka masuk ke dalam, Arsyila langsung saja menghampiri Arsya.


"Assalamualaikum dedek Arsya, nama kembaran nya kak Arsyi ya bun". Ujar Arsyila sambil tersenyum pada bundanya.


"Waalaikumussalam Kak Arsyi, iya nih namanya hampir sama". Ujar Husna sambil tersenyum padanya.


"MasyaAllah lucu sekali bunda, sama seperti Adek Kahfi dulu". Ujar Arsyila yang asik menatap bayi mungil tersebut.


"Eheum kak Zina mata ihh". Ujar Husein padanya.


"Engga akan orang masih kecil juga". Ujar Arsyila pada kembarannya.


"Terserah kakak aja deh, yang penting aku udah kasih tau juga". Ujar Husein pada Arsyila.


"Udah kakak sama abang jangan ribut". Ujar Aisyah menatap keduanya.


Sementara itu Arham melihat mereka dari kejauhan karena ia baru saja menuruni tangga rumahnya, membuat semuanya menatap kearahnya tetapi hanya sesaat setelah tahu bahwa itu adalah Arham.


"Bang Arham". Panggil Husein pada Arham.


"Iyaa kenapa Husein?". Tanya Arham menatap Husein.


"Abang lagi ngerjain apa di Laptop?". Tanya Husein pada Arham.


"Lagi ngerjain tugas kampus". Jawabnya sambil. mengetik sesuatu di dalam laptop tersebut.


"Susah ya bang". Ujar Husein saat melihat Arham sedang fokus pada laptopnya.


"Ya tergantung sih, kalau lagi males terkadang yang mudah terasa susah". Ujar Arham padanya.


"Ohh gitu ya bang". Ujarnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


"Iyaa Husein". Ujarnya menatap adik kembaran sosok gadis yang ia sukai.


"Yaudah kalau gitu abang lanjut aja lagi, maaf ya kalau ganggu". Ujar Husein padanya.


"Iyaa gapapa lagian ngga ganggu juga kok". Ujar Arham pada Husein.


Aisyah serta Husna yang melihat interaksi antara Husein dan Arham pun tersenyum senang, karena jarang sekali Husein begitu dekat dengan Arham setiap kali bertemu, Adam dan Idris masih berada diruang kerja membahas masalah pekerjaan dan anak anaknya yang lain sedang bermain bersama.


"Arsyila". Panggil Mutiara padanya.


"Iyaa, Kak Muti kenapa?". Tanya Arsyila pada kembaran Arham.


"Kakak mau nanya dong sama kamu". Ujarnya pada Arsyila.

__ADS_1


"Nanya apa kak? silakan aja". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada Mutiara.


"Kalau misalkan ada yang menyukai Arsyila di usia Arsyi yang masih belasan tahun bagaimana?". Tanya Mutiara dengan hati hati.


"Menyukai aku dalam hal apa kak?". Tanya Arsyila pada Mutiara.


"Semisal antara Husein yang menyukai Adiba tetapi rasa suka sebagai bagaimana laki laki menyukai perempuan bukan suka karena kagum". Jawabnya pada Arsyila.


"Jika ada yang suka sama Arsyi, mereka harus bilang pada kedua orangtua Arsyi aja kak, karena engga mungkin kan Arsyi pacaran apalagi pacaran itu dilarang". Ujar Arsyila menatap Mutiara.


"Heum baiklah kalau begitu". Ujar Mutiara tersenyum manis pada Arsyila.


Beberapa jam kemudian Aisyah serta keluarga kecilnya berpamitan untuk pulang pada Husna dan Idris, mereka di antar sampai depan rumah lalu anak anak menyalimi tangan Husna dan Idris begitupun juga dengan ketiga anak mereka.


Selama dalam perjalanan Arsyila banyak diam tidak seperti yang lain, membuat Aisyah heran karena biasanya juga mereka akan saMa saMa kompak jika berbincang, tetapi melihat Arsyila yang terdiam membuat Aisyah sangat penasaran.


"Arsyila sayang, kamu kenapa diam saja sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Cuman ingin menikmati pemandangan aja bunda". Jawabnya pada sang bunda.


"Yang benar sayang?". Tanya Aisyah menatap anaknya dari kaca.


"Benar bunda, ngapain juga kakak bohong sama bunda". Jawabnya menatap bundanya melalui kaca.


"Syukurlah kalau begitu syaang". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Ada yang mau jajan ice cream engga? ". Tanya Adam pada anaknya.


"Mauu Yahhh!!". Sahut mereka bersamaan pada Adam membuat Aisyah terkejut.


"Baiklah kita ke Alfamart dulu". Ujar Adam memarkirkan mobilnya.


Mereka turun bersama dari mobil kemudian memasuki Alfamart tersebut bersama, membuat banyak orang menatap mereka kagum karena mereka adalah keluarga yang sempurna, membuat Arsyila sedikit risih karenanya.


Setelah mendapatkan Ice Cream keinginan mereka, dengan cepat Arsyila memasuki mobilnya membuat yang lain keheranan melihatnya, Aisyah serta yang lainnya masuk ke dalam mobil dimana Arsyila begitu tenang memakan ice cream.


"Syaang kenapa tadi kamu harus lari sih?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Aku risih diliatin mereka semua bunda". Jawab Arsyila dengan jujur.


"Bunda kira kamu kenapa toh nak". Ujar Aisyah sambil tersenyum tipis pada anaknya.


"Habis aku engga suka mereka semua menatap kita seperti tadi". Ujar Arsyila pada bundanya.


"Baiklah kalau begitu, kita lanjutkan perjalanan kita yang tertunda". Ujar Aisyah diangguki oleh yang anak anaknya.


"Bunda, kakak mau nanya deh". Tanya Arsyila pada Aisyah.

__ADS_1


"Mau nanya apa sayang? ". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Bunda sama ayah awalnya kenal apa gimana?". Tanya Arsyila membuat Adam yang sedang menyetir mengangkat alisnya.


"Maksud kamu sayang?". Tanya Adam pada Arsyila anaknya.


"Nanti aja deh dirumah yah". Jawabnya pada Adam.


"Baiklah kalau begitu". Ujar Adam pada anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya, Aisyah serta anak anaknya turun dari mobil begitupun dengan Adam suaminya, mereka memasuki rumah setelah mengucapkan salam pada pekerja dirumah.


Kini mereka semua sedang berkumpul diruang tengah bersama, Adam dan Aisyah menunggu Arsyila yang akan berbicara tetapi sampai lima menit menunggu anaknya tidak berbicara apapun, membuat Adam menghela nafasnya.


"Syaang sebenarnya kamu ini mau nanya apa?". Tanya Aisyah dengan lembut pada anaknya.


"Aku cuman mau nanya, bagaimana ayah mengenal ibu begitupun sebaliknya?" . Tanya Arsyila dengan hati hati.


"Tentu saja ibu mengenal ayahmu sejak kecil syaang". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Kalau ayah sendiri gimanaa?". Tanya Arsyila menatap Adam.


"Ayah juga sama sayang, mengenal bundamu sejak kecil hanya saja kita terpisah hingga akhirnya ayah bertemu bunda kembali". Jawabnya pada anaknya.


"Begitu ya? terus setelahnya gimana?". Tanya Arsyila menatap keduanya.


"Iyaa kita menikah dan hadirlah kalian dihidup ayah dan bunda". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Gitu ya bun". Ujarnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya mengerti.


"Iya syaang". Ujar Aisyah tersenyum tipis mengingat awal pernikahannya dengan Adam.


Beberapa menit kemudian mereka memasuki kamarnya masing masing, karena mereka ingin tidur siang sebab mereka telah menahan kantuknya sedaritadi, membuat Adam dan Aisyah juga tidur dengan nyenyak.


Beberapa jam kemudian Aisyah terbangun terlebih dahulu, ia menatap suaminya yang sangat tampan bahkan masih sama semenjak pernikahan mereka yang sudah hampir 15 tahun lebih, Aisyah mengusap wajah suaminya dengan lembut.


"Sayang, jangan ganggu mas". Ujarnya menangkap tangan istrinya.


"Aku hanya memegang wajah suami tampanku ini". Ujar Aisyah sambil tersenyum tipis pada suaminya.


"Sayang, kamu juga istri cantiknya mas". Ujarnya mengecup bibir istrinya.


"Eum mas, lebih baik kita bersiap siap untuk sholat ashar". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Baiklah sayang". Ujarnya menggendong istrinya membuat Aisyah terkejut.


Kini keduanya sedang membangunkan kelima anaknya yang masih tidur pulas, hingga beberapa menit mereka sudah terbangun bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2