
Kabar baik datang dari keluarga Adinda dan Davin, karena Adiba dilamar oleh Zidan dan itu membuat Aisyah tersenyum bahagia karena Adiba keponakannya tersebut menerima lamaran dari Zidan, anak dari Syarifah dan Hafash teman kenalan Aisyah.
"Selamat ya ponakan ateu, udah jadi calon pengantin nih sekarang". Ujar Aisyah pada Adiba.
"Makasih ateu, haha iyaa nih". Ujarnya pada Aisyah.
"Sama sama sayangg". Ujarnya sambil tersenyum pada ponakannya.
"Selamat ya dekk". Ujar Arsyila dan Ainun pada Adiba.
"Iyaa makasih kakakku". Ujarnya pada kedua sepupunya .
"Iyaa sama sama dek". Ujar mereka berdua pada Adiba.
Tiba tiba saja Arham menghampiri istrinya membuat Arsyila memandangnya heran, kenapa pula suaminya itu pikirnya ternyata Arham menghampiri Arsyila untuk memberitahu bahwa ada sahabatnya Caca.
"Caca apakabar?". Tanya Arsyila sambil tersenyum senang pada sahabatnya.
"Alhamdulilah kabar aku baik". Jawabnya pada Arsyila yang merupakan sahabat satu satunya.
"Btw anak kamu itu Ca?". Tanya Arsyila saat temannya menggendong seorang bayi.
"Iyaa nih namanya Muhammad Ismail Nurhasan panggil aja di Mail". Jawabnya pada Arsyila.
"Aduh gemas sekali ponakann ku inii". Ujar Arsyila pada Caca.
"Makasih Aunty yang cantik". Ujarnya pada sahabatnya.
"SaMa saMa sayang". Ujarnya sambil terus menatap anak sahabatnya .
"Udah ngga sabar pengen gendong ya?". Tanya Caca saat melihat tatapan sahabatnya.
"Iyaa nih, boleh engga aku gendong Baby Mail?". Tanya Arsyila pada sahabatnya.
"Boleh nih , sayangnya bunda sama Aunty Arsyi dulu ya". Ujar Caca sambil menatap anaknya.
"Makasih ya Ca". Ujar Arsyila pada sahabatnya.
"Iyaa sama sama Syii". Ujarnya pada sahabatnya.
Aisyah menghampiri keduanya, ia duduk disamping anaknya serta menatap anak Caca yang merupakan sahabat anaknya, Arsyila menatap bundanya yang seperti ingin menggendong anak sahabatnya membuatnya langsung mengalihkan Baby Mail pada bundanya.
"Bunda pengen gendong kan? nih gendong aja Baby Mail". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Beneran gapapa nih Ca?". Tanya Aisyah terlebih dahulu pada sahabat anaknya.
"Gapapa kok Aunty". Jawabnya dengan tersenyum lembut pada Aunty Aisyah.
"Makasih kalau begitu Ca". Ujar Aisyah pada sahabat anaknya.
"Iyaa sama sama Aunty". Ujar Caca pada Aisyah.
"Eh suami kamu mana Ca?". Tanya Arsyila pada sahabatnya.
__ADS_1
"Kerja Syii, jadi aku berdua aja bersama Baby Mail". Jawab Caca pada sahabatnya.
"Ngga ada Babysitter gitu Ca?". Tanya Arsyila pada sahabatnya.
"Ngga, aku ngga mempekerjakan babysitter Syii". Jawabnya pada Arsyila.
"Kenapa ngga Ca? ". Tanya Arsyila merasa penasaran pada sahabatnya.
"Ntahlah aku kurang percaya mempekerjakan babysitter Syii". Jawabnya pada Arsyila.
"Heum baiklah kalau begitu". Ujarnya pada sahabatnya.
Mereka kembali berbincang bersama hingga beberapa menit kemudian Caca berpamitan pada mereka semua untuk pulang, Arsyila mengantar sahabatnya sampai depan pintu hingga Caca memasuki mobilnya.
"Umah tidak sabar menunggu kehadiran kamu sayang". Gumamnya sambil mengusap perutnya.
"Sayang, kenapa kamu diam saja?". Tanya Arham yang menyusul istrinya..
"Ah engga mas". Jawabnya pada suaminya.
"Yaudah yuk masuk syang". Ujar Arham mengajak istrinya.
"Iyaa ayok masuk mas". Ujar Arsyila pada suaminya.
"Iyaa sayang". Ujarnya pada sang istri.
"Anaknya babah rewel ngga nih?". Tanya Arham pada istrinya.
"Engga babah, anaknya babah dan umah engga rewel kok". Jawab Arsyila sambil tersenyum tipis pada suaminya.
"Iyaa mas". Ujar Arsyila pada suaminya.
"Kalian berdua darimana?". Pertanyaan tiba tiba dari Aisyah membuat mereka terkejut.
"Ih bunda ngagetin tau engga". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Haha maafin bunda ya syaang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Heum yaudah gapapa bunda". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Yaudah kita masuk sayang, oh ya Arham ayah Adam menyuruh kamu ke halaman belakang". Ujar Aisyah pada keduanya.
"Oke siap bunda". Ujar mereka berdua pada Aisyah.
Arham, Arsyila dan Aisyah berpencar saat memasuki rumah , Aisyah menggandeng tangan anaknya karena memang Arsyila masih manja padanya, semua orang menatap keduanya dengan tatapan heran pada Arsyila.
"Arsyi kamu manja banget deh". Ujar Ainun pada saudaranya .
"Iyaa biarin dongg, bunda aja ngga protes kok'. Ujar Arsyila pada kakak sepupunya.
"Udah jangan ribut intinya yaa". Ujar Adiba yang melihat kedua sepupunya.
"Okee siap Adiba". Ujar mereka dengan kompak pada adik sepupu mereka.
__ADS_1
"Siipp". Ujar Adiba sambil tersenyum tipis pada kedua sepupunya.
Beberapa menit kemudian Arsyila dan Arham berpamitan pada mereka semua untuk pulang, begitupun dengan keluarga kecil Aisyah dan Adam mereka juga berpamitan pulang pada Adinda dan Davin, selama dalam perjalanan pulang baik di mobil Arham dan Arsyila maupun mobil Aisyah dan Adam.
Suasana nya sepi banget. Batin keduanya kompak antara anak dan ibu.
"Oh ya mas, nanti mampir beli rujak buah ya, kayanya enak banget deh". Ujar Arsyila pada suaminya.
"Okee siap sayangku". Ujarnya pada Arsyila.
"Makasihh ya babahku sayang". Ujar Arsyila sambil mengecup pipi suaminya.
"Sayang, mas sedang menjalani mobil bahaya loh, jangan goda mas sayang". Ujar Arham pada istrinya.
"Hahaha iya deh engga mas, maaf ya suamiku sayang yang ganteng ini". Ujar Arsyila sambil tertawa pelan pada suaminya.
"Loh mas, lihat Arham dan Arsyila berhenti". Ujar Aisyah yang melihat dari jauh.
"Mungkin Kak Arsyi mengidam bunda". Ujar Husein pada bundanya.
"Btw kenapa kalian engga pakai mobil kalian sendiri aja sih? kenapa harus selalu ikut saMa bunda dan ayah?". Tanya Adam pada anak anaknya.
"Lebih nyaman aja ayah". Jawab Ayra pada ayahnya.
"Memangnya kenapa kalau kalian menyetir sendirian?". tanya Adam pada anak anaknya.
"Ya bahaya dong yah, takutnya terjadi sesuatu hal. yang tidak di inginkan". Jawab Alyssa yang sedaritadi hanya diam saja memperhatikan mereka berbincang.
"Benar dengan apa yang dikatakan oleh Alyssa ayah". Ujar Hasan pada ayahnya.
"Huftt baiklah kalau begitu, lebih baik kita pulang duluan, karena kayanya Arsyila dan Arham masih lama". Ujar Adam pada mereka.
"Yaudah ayok jalan Ayah". Ujar Kahfi pada ayahnya.
"Seperti pada supir aja sih". Gumamnya yang terdengar oleh istrinya.
Aisyah tersenyum, ia merasa tidak menyangka akan melahirkan serta membesarkan anak anaknya dan menyaksikan anaknya menikah, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman mereka.
"Alhamdulillah sampai dirumah". Gumam Aisyah menatap rumah di hadapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ngga kerasa ya, puasa 19 hari lagi ya gays, ngga kerasa perasaan baru aja hari pertama puasa, besok udah mau ke 12 ramadhan aja hihi, semangat menjalani ibadah puasa nya bagi yang melaksanakan ibadah puasa ya gayss :)
Udah ada yang bocor belum ngga nih? berapa btw hehe maaf kepo :)
Jangan lupa juga, seperti biasa Like and Comment juga Vote ya gays :)
Makasih sebelumnya yang sudah membaca :) jangan hanya membaca saja tanpa adanya Like :(
Maaf sekali lagi kalau akhir akhir ini Author sering banget ketiduran yang membuat terlambatnya menulis novel, maafin Author ya gays:)
Sebenarnya bab di novel ini ataupun di kedua novel sama di tulis di tanggal 02/04/2023 tetapi karena banyak ketiduran jadi malah diupdate ditanggal 03/04/2023 :(
__ADS_1
#SNS2611