
Tak terasa kini usia kehamilan Aisyah sudah 3bulan sedangkan Maryam sudah memasuki ke 4bulan, mereka mengadakan syukuran barengan walaupun kehamilan Aisyah yang masih 3bulan.
Mereka mengundang ibu ibu pengajian, anak panti serta anak jalanan. Adam menghampiri istrinya yang sudah diberikan doa oleh yang lainnya, begitupun juga dengan Ilham mereka duduk bersama di kursi sofa.
"Kalian sudah usg?". Tanya Umi Humairah pada Aisyah dan Maryam.
"Tidak Umi, Ais pengen terkesan mengejutkan saat nanti lahiran saja". Jawab Aisyah pada Umi nya.
"Kalau Maryam sudah yakin ini laki laki kayanya Umi, karena setiap ngidam selalu berhubungan dengan lelaki". Jawab Maryam pada Umi Humairah.
"Bagaimana kalau ternyata perempuan kak?". Tanya Aisyah pada kakak ipar serta sahabatnya.
"Gatau aku juga, kita lihat aja nantii". Jawab Maryam diangguki oleh semuanya.
Adinda datang, semenjak kejadian Adinda pingsan beberapa bulan yang lalu ,ternyata Adinda sedang hamil hanya saja tidak ada ciri ciri seperti mual, muntah. Usia kehamilan Adinda sudah ada 1bulan lebih.
"Masya Allah Tabbarakkallah ya untuk kak Maryam, semoga nanti lancar lahirannya ya kak". Ujar Adinda pada Maryam.
"Terimakasih doanya Adinda". Ujar Maryam sambil tersenyum padanya.
"Iyaa kak, sama sama". Ujar Adinda sambil mengelus perutnya sendiri.
Tiba tiba Adinda ingin sesuatu, ia mencari keberadaan suaminya, setelah melihat suaminya ia pun menghampiri suaminya, Adam memberikan isyarat pada Davin bahwa Adinda menghampiri nya.
"Assalamu'alaikum". Salam Adinda membuat Adam, Ilham dan Davin menoleh.
"Waalaikumussalam". Jawab mereka padanya.
"Mas Davin". Panggil Adinda pada suaminya.
"Iyaa sayang kenapa?". Tanya Davin padanya.
"Aku mau makan mas". Jawab Adinda pada suaminya.
Pasti ada lanjutannya. Batin Davin.
__ADS_1
"Enak kayanya mas, makan bakso lava yang isinya cabe". Ujar Adinda membuat para lelaki terkejut.
"Kamu Tuh lagi hamil dek, jangan ngaco deh, apalagi baksonya pedes, kasian anak kamu yang di dalem perit". Ujar Adam pada adiknya.
Adinda yang mendengar itu, matanya langsung berkaca kaca, membuat ketiga pria itu panik karena takut ketahuan Aisyah dan Maryam, sedangkan saat itu Aisyah memang melihat Adinda langsung menghampiri bersama Maryam.
"Ada apaa Ini? loh Dinda kamu kenapa?". Tanya Aisyah pada adik iparnya.
"Hiks hiks abang Adam, abang Ilham jahat kakak". Jawab Adinda membuat Aisyah menatap tajam suaminya.
"Sayang, dengerin dulu penjelasan mas". Ujar Adam pada Aisyah.
"Ihh dek, abang lagi diem loh daritadii". Ujar Ilham panik.
"Jelasinnya diruang keluarga, ayo kalian ikutt". Ujar Maryam sambil menggandeng tangan Adinda bersama Aisyah.
Ketiga Pria langsung lemas menghadapi ibu hamil tersebut, mereka saling menoleh dan tersenyum tipis saat ketiga nya menghadapi ibu hamil yang sensitif, Adam dan Ilham serta Davin pun menghampiri istrinya di ruang keluarga.
Sedangkan itu, para orangtua yang melihatnya ikut ajaa, karena Aisyah yang menyuruh mereka untuk berkumpul di ruang keluarga. Saat ketiga pria tersebut tiba di ruang keluarga, ternyata semuanya sudah berkumpul kecuali mereka yang baru tiba langsung kaget.
"Iyaa, dan juga kamu kenapa Adinda?". Tanya Ayah Ramli padanya.
"Sekarang kamu jelasin mas disini, kenapa bisa Adinda nangis?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Eum yaudah maaf sebelumnya kalau abang bikin Adek nangis, tapi yang jelas abang gamau kandungan kamu kenapa napa dek, salah emang abang khawatir sama calon ponakan abang? kamu ngidam pengen makan bakso yang isinya banyak cabe itu? kamu ga mikirin kandungan kamu? abang bukannya marah tapi gamau kandungan kamu kenapa napa dek, dan ini juga berlaku untuk istri mas sendiri, ngidam makanan Jangan yang pedes pedes yaa". Ujar Adam menjelaskan dengan air mata mengalir.
Sesayang itu kamu mas sama aku dan Adinda. Batin Aisyah merasa bersalah menyalahkan suaminya.
"Sekarang abang tanya sama kamu dek, abang jahat dari belah mananya? kamu bilang abang Ilham sama abang jahat kan? coba bilang sama kita semua, abang itu sayang sama kamu dek walaupun abang cuek ke kamu, bukan berarti abang ngga sayang sama kamu". Lanjut Adam membuat semua orang terharu.
Davin yang sebagai suami dari Adinda pun merasa terharu, sedangkan Adinda tertegun mendengar abangnya berbicara seperti itu, ia merasa bersalah karena membuat abangnya kena marah oleh istrinya .
"Abang ga nyalahin kamu dek, tapi memang ibu hamil sensitif, bukan cuman kamu yang pernah bikin abang serba salah seperti ini, tapi istri abang juga pernah dek, jadi wajar saja menurut abang". Lanjut lagi Adam sebelum akhirnya ia pamit pergi duluan ke kamar di susul oleh Ilham dan Davin.
Sekarang semua orang menatap ke arah Aisyah, Adinda dan juga Maryam, membuat ketiga wanita tersebut langsung pamitan menyusul suami mereka, selama dalam perjalanan Adinda memeluk Aisyah, ia menangis dipelukan Aisyah.
__ADS_1
"Hiks hiks abang baik sama aku, sayang sama aku kak, tapi aku buat abang marah". Ujar Adinda pada Aisyah.
"Sstt udah jangan nangis lagi, kakak juga merasa bersalah pada suami kakak, bukan kamu aja Dinda". Ujar Maryam mengelus punggung Adinda.
"Ternyata hamil seperti ini pasti bikin suami lelah ya kak, karena kita sensitif terus". Ujar Adinda pada keduanya.
"Ngga sayangg, ngga ada suami yang lelah menghadapi istrinya yang sedang hamil, justru mereka harus selalu siap siaga jika terjadi apa apaa sama istrinya, kamu masih mau bakso pedas itu?". Tanya Davin yang emang keluar kamar.
"Mas Davin, maafin aku yaa mas, aku jadi makan basko tapi yang ga pedes mas, karena aku beneran pengen makan bakso mas, bolehkan?". Tanya Adinda di pelukan suaminya.
"Baiklah boleh sayang, tapi lain kali jangan gitu ya, kita para pria juga paham sayang kalian sensitif karena sedang hamil, tapi kamu ngadu abang Adam sama Abang Ilham jahat seperti itu pada orang yang lagi hamil pula, kasian abang kamu, nanti kamu minta maaf ya sama mereka". Ujar Davin mengelus rambut istrinya.
Davin dan Adinda keluar kamar, pas pasan dengan Adam serta yang lainnya, Adam yang melihat itu hanya tersenyum tipis, Adinda langsung memeluk abangnya serta minta maaf padanya.
"Abang maafin Dinda yaa bang, maaf kalau Dinda buat abang dimarahin sama Kak Aisyah, abang Ilham maafin aku ya". Ujar Adinda dipelukan Adam lalu menoleh pada Ilham.
"Iyaa abang maafin, sudah sana katanya mau makan bakso kan". Ujar Adam pada adiknya.
"Abang kok tau?". Tanya Adinda melepaskan pelukannya.
"Ya karena abang adalah kakak kamu, pasti tau lah". Jawab Adam sambil tertawa Kecil.
"Ihh abangg mahh, mana ada, abang pasti dikasih tau sama mas Davin kan?". Tanya Adinda pada Adam.
"Loh mas kan sama kamu daritadi di dalam, gimana kasih tau nya". Ujar Davin mengangkat alisnya.
"Bisa aja kan lewat ponsel". Ujar Adinda menatap suaminya.
"Pegang ponsel aja ngga, yang aku pegang kepala kamu, ku elus biar adem tuh hati". Ujar Davin membuat Adinda malu.
Mereka semua tertawa melihatnya, akhirnya mereka bermaafan sebelum pergi mencari tukang bakso, ya Aisyah dan Maryam ikut ikutan ngidam bakso seperti Adinda.
Bagaimana readers?
Aku bikin dua bab, untuk kemarin dan sekarang :)
__ADS_1