Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 86


__ADS_3

Aisyah dan Adam sedang menemani anak mereka belajar sambil mengasuh Baby Kahfi, Aisyah telah KB karena Aisyah pikir 6 anak sudah cukup untuk Aisyah dan Adam, bukannya tidak mau menambah lagi karena Aisyah yang tidak mau kebanyakan mempunyai anak. Umi dan Abi nya saja hanya mempunyai dua anak, masa Aisyah mempunyai banyak anak.


"Bunda, antum itu artinya apa?". Tanya Husein padanya.


"Antum itu artinya kalian (lebih dari dua) laki laki". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Kalau anti bun? abang tadinya mau jawab alergi tapi ga mungkin". Ujar Husein membuat Adam terkekeh.


"Anti itu artinya kamu satu perempuan, misalnya anti kamu kemari". Ujar Aisyah pada anaknya Arsyila.


"Ohh kalau gitu ana artinya saya ya bun?". Tanya Husein padanya.


"Iyaa benar syang". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.


"Oh okee makasih bunda". Ujarnya pada Aisyah.


"Iya saMa saMa sayang". Ujarnya pada anaknya.


"Nanti kalau ada yang susah lagi, abang nanya sama bunda". Ujarnya pada Aisyah.


"Yaudah sekarang abang kerjain dulu tugasnya ya biar abang tenang, kalau dikerjakan malam kan tidak mungkin sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Kenapa tidak mungkin sayang?". Tanya Adam pada istrinya.


"Mereka bisa mengantuk mas kalau malam". Jawab Aisyah pada suaminya.


"Ah benar juga apa yang dibilang sama kamu sayang, jika malam mengerjakan nya tidak akan benar karena pasti mereka akan mengantuk". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa itu mas, makanya Aisyah dulu waktu kuliah mengerjakan jika sempat tetapi terkadang Aisyah juga bergadang mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


Adam hanya menggangguk nganggukkan kepalanya mengerti, memang saat menikah pun Aisyah terkadang bergadang untuk mengerjakan skripsi, Adam beberapa kali membantu istrinya jika begitu susah, Adam juga yang membantu memberikan judul skripsi yang dibuat oleh istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka tidur siang, seperti biasa keluarga kecil Adam selalu membiasakan tidur siang jika dihari minggu atau hari biasa nya kecuali Adam yang hanya akan tidur siang di hari minggu atau jika ia pulang kerja lebih awal, Baby Kahfi telah tertidur pulas di box bayi.


"Sayang, mas pengen dengar kamu menyanyikan lagu untuk mas". Ujarnya tiba tiba pada istrinya .


"Tumben mas, ada apa ini?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Ngga ada apa apa sayang, mas cuman pengen dinyanyikan lagu oleh istri mas tercinta ini". Jawab Adam dengan gemas sambil mencium pipi istrinya.


"Baiklah akan Aisyah nyanyikan lagu buat mas" Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa udah ayok sayang mulai". ujarnya pada sang istri dengan tidak sabar.


"Iyaa mas sabar ih Aisyah mau tarik nafas dulu sebelum mulai menyanyikan lagu untuk mas". Ujarnya pada suaminya.


Uhibbuka mitsla maa anta kaifa maa kunta


Waa mahmaa kaana mahmaa shooro, anta habiibi anta


Zauji anta suamiku habiibi anta


Halaali anta laa ukhsyaa' adzuulan hammuhuu maqti


Laqod adzinas zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatta


Saqoital hubba fii qolbi bihusnil fi' li wassamta

__ADS_1


Yaghiibus sa'du in ghibta wa yashful 'aisyu in ji'ta


Nahaarii kaadihun hatta idzaa ma'udtu lilbaiti


Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaya idza maa tabassamta


Uhibbuka mitsla maa anta uhibbuka kaifa maa kunta


Wa mahmaa kaana mahmaa shooro,anta habiibi anta


Zauji anta habiibi anta


Hingga beberapa menit kemudian Aisyah selesai menyanyikan lagu untuk suaminya, Adam yang mendengar itupun terharu walaupun tidak tau artinya tetapi itu sangat bermakna menurutnya, ia memeluk istrinya dengan erat.


"Makasih sayang". ujarnya pada Aisyah.


"Iyaa saMa saMa mas". ujar Aisyah pada suaminya.


"Yaudah sekarang kita tidur sayang, mas ngantuk". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa Ayok tidur Mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iya syang" . Ujarnya sambil tersenyum tipis.


Mereka tidur dengan berpelukan membuat keduanya tidur dengan nyenyak, hingga beberapa jam kemudian mereka berdua bangun dari tidurnya yang nyenyak setelah merasakan adanya bunyi alarm dari ponsel Aisyah, yang sengaja menyalakan alarm pada pukul 14.30 mendekati waktu Ashar.


"Syang, kita bangunkan anak anak". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa ayo sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa gapapa sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Baiklah mas, Aisyah tunggu di musholah sama baby Kahfi kasian ditinggal sendiri di kamar". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa syang, bawa aja". Ujar Adam diangguki oleh istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah di musholah, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah, Aisyah menggendong anaknya yang menangis sambil melihat anak anaknya yang sedang setor hafalan.


"Bunda kita punya pantun nih bun". Ujar Husein pada Aisyah.


"Pantun apa sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Dengerin aja bunda". Ujarnya pada Aisyah.


"Baiklah sayang bunda akan dengarkan". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Bunga mawar dihinggapi kupu-kupu,


Karena mawar indah mempesona.


Surgaku ada di bawah telapak kaki ibu,


Karena ibu berhati mulia.". Ujar Husein padanya.


"Buah jambu buah markisa,


Dipetik di ujung desa.

__ADS_1


Hati ibu sungguh mulia,


Kasihnya membawa ke surga.". Ujar Arsyila pada bundanya.


"Tanam jagung tanam tebu,


Tanamnya di tengah sawah.


Terima kasih padamu ibu,


Telah membesarkan sepenuh jiwa.". Ujar Ayra pada bundanya.


"Naik pesawat ke Madura,


Tidak lupa membeli baju.


Ibu begitu indah telapak kakimu,


Di sanalah tempat surgaku". Ujar Alyssa pada Aisyah.


"Memandang langit di akhir tahun,


Melihat terangnya cahaya bulan.


Ibu, rasa lelah mampu kau tahan,


Demi anakmu engkau rela berkorban". Ujar Husein lagi pada Aisyah.


"Sepeda motor beroda dua,


Melaju menuju pasar raya.


Wanita terbaik di atas dunia,


Ialah ibu kita tercinta". Ujar keempat anaknya kompak karena memang sudah di rencanakan.


Aisyah yang mendengar itupun terharu, ia memeluk anaknya serta mencium kening anaknya satu persatu, Adam yang melihat itu mengulum senyumnya karena terharu mendengar pantun anak anaknya untuk istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka keluar dari ruangan musholah, kini semuanya sedang menonton acara televisi yang menampilkan film kartun upin ipin kesukaan anak anaknya, hingga tak terasa keempat anaknya tertidur ketika sedang menonton film tersebut.


"Mas anak anak tidur nih". Ujarnya pada suaminya.


"Yaudah ubah sofanya menjadi tempat tidur". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Kamu berdiri dulu syaang". Ujar Adam diangguki oleh istrinya.


"Nah sekarang anak anak udah aman, kalau tidur ngga akan terjatuh karena sudah dirubah menjadi tempat tidur". Ujarnya pada sang suami.


"Yaudah tidurkan baby Kahfi disini sayang". Ujar Adam sambil menunjuk salah satu sofa.


"Baiklah mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


Aisyah dan Adam menatap anak anaknya dengan tersenyum, tidak menyangka mereka akan sampai di detik ini membuat keduanya saling menatap dan tersenyum mengingat awal awal pernikahan mereka berdua.


"Mas sangat mencintaimu sayang". Ujar Adam menatap istrinya.

__ADS_1


__ADS_2