
Keesokkan harinya Adinda datang bersama Davin ke rumah kediaman Aisyah dan Adam, Aisyah yang tidak diberitahukan kedatangan mereka pun terkejut saat membuka pintu rumah.
"Assalamualaikum kak". Ujar mereka pada Aisyah.
"Waalaikumussalam, kalian kok ngga bilang mau kesini? kan biar aku masak dulu". Ujar Aisyah pada mereka berdua.
"Ihh ga perlu repot repot masak kak, kita berdua kesini mau main kok". Ujar Adinda pada Aisyah.
"Yaudah Ayok masuk, kebetulan Mas Adam baru selesai berpakaian". Ajak Aisyah pada mereka berdua.
Mereka bertiga berjalan ke ruang keluarga, disana sudah ada Adam yang sedang mengajak anaknya berbicara , mereka tersenyum melihat Adam yang berbeda ketika berhadapan dengan mereka dan anak kecil.
"Mas Adam". Panggil Aisyah pada suaminya.
"Iyaa syaang, eh kalian datang". Ujar Adam saat melihat mereka berdua.
"Iyaa bang, aku kangen banget sama ponakan". Ujar Adinda pada abangnya.
"Padahal kan ada yang deket, tuh anaknya bang Ilham". Ujar Adam pada adiknya.
"Ya karena kangen nya sama ponakan dari abang Adam bukan abang Ilham". Ujar Adinda membuat Aisyah tertawa geli.
Adam tidak lagi berbicara pada adiknya, karena ia sedang fokus berbincang dengan Davin mengenai pekerjaan, sedangkan Aisyah dan Adinda bermain dengan bayi kembar. Adinda mengelus perutnya saat melihat sikembar.
"Semoga aja nanti jika anak aku lelaki setampan Jungkook ,kalau perempuan secantik ibunya pasti". Ujar Adinda membuat Davin mendelik.
"Sayang, itu anak aku sama kamu, bukan si jongkok atau siapalah itu". Ujar Davin kesal pada istrinya.
"Husstt jaga pandangan dek, walaupun artis harus tetap jaga pandangan kamu tuh". Ujar Adam pada adiknya.
"Ihh iyaa abang lagian aku cuman bercanda doang serius amat sih". Ujar Adinda pada abangnya.
Davin dan Adam pergi ke ruangan kerja Adam untuk membahas proyek yang sedang mereka jalani, sedangkan Aisyah tengah memasak untuk makan siang begitupun Adinda yang ditugaskan untuk menjaga bayi kembar.
"Baby Arsyi mau digendong sama Aunty?". Tanya Adinda pada ponakannya.
"Masya allah senyumannya sangat mempesona". Ujar Adinda melihatnya.
"Jadi gasabar nunggu kelahiran adik kalian tau ngga". Ujar Adinda mengelus perutnya yang sudah memasuki usia 8bulan.
Beberapa jam kemudian Aisyah memanggil Adam serta Davin untuk makan siang, Adinda membantu Aisyah menyediakan makanan dimeja makan, sementara sikembar ditidurkan di stroller.
__ADS_1
"Wahh enak nih sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa makannya harus dimakan mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa ayo makan bang, mas Davin". Ujar Adinda pada suaminya.
"Kamu yang mimpi doa nya dek". Ujar Adam diangguki oleh Adinda.
*Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma bariklana fimma rozaktana wakina adzabannar, Aamiin yaa rabbal'alamin*
Mereka makan siang bersama dengan nikmat, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis, Adinda dan Aisyah membereskan piring bekas mereka makan sedangkan Davin dan Adam mengajak sikembar main.
"Kamu sudah menyiapkan nama Vin?". Tanya Adam pada adik iparnya.
"Alhamdulilah sudah bang". Jawab Davin padanya.
"Oh ya syukur lah kalau begitu, kasih bocoran dong". Ujar Adam pada Davin.
"Ga serulah abangg, masa tau duluan, nantilah bareng bareng taunya". Celetuk Adinda dibelakang Adam bersama Aisyah.
Adinda dan Aisyah duduk di samping suaminya masing masing, mereka juga mengacak sikembar berbicara walaupun tak ada balasan dari sikembar, tapi mereka senang melakukannya karena terkadang sikembar tersenyum.
"Yaiyalah biar adil bang". Ujar Adinda pada abangnya.
"Oh ya din, Hpl kamu kira kira kapan?". Tanya Aisyah pada Adinda.
"Kata dokter sih bulan Juni atau Juli tanggal 19 kak". Jawab Adinda pada Aisyah.
"Ah iya sekarang baru tanggal 10 juni ya, masih lama dong". Ujar Aisyah diangguki oleh Adinda.
Beberapa menit kemudian Adinda dan suaminya pamitan untuk pulang, karena Adinda merasa lelah ingin tidur dan tidak mungkin ia tidur di rumah abangnya, saat perjalanan pulang Adinda langsung tertidur membuat Davin tersenyum.
"Anak ayah atau Abi atau apalah, semoga baik baik yaa didalam, jangan bikin ummah kesakitan sayang, abi sayang kalian". Ujar Davin mengelus perut istrinya.
"Lucu banget sih sayang, kalau udah tidur pengennya aku terkam tau, tapi kamu lagi hamil besar". ujar Davin tersenyum menatap istrinya.
Beberapa jam kemudian sampailah mereka di rumah kediamannya, Davin menggendong istrinya yang nyenyak tidurnya, untung saja ada pembantu serta satpam dan yang lainnya bekerja, memudahkan Davin membawa istrinya.
Saat membuka pintu ternyata ada Umi Humairah dan Bunda Halwa yang sengaja berkunjung, Davin merasa tak enak kepada mereka berdua, karena keduanya tidak tau mereka akan datang.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum umi bunda". Salam Davin pada mereka.
"Waalaikumussalam nak Davin". Jawab Umi Humairah.
"Waalaikumussalam Vin, loh Adinda kenapa Vin? sakit?". Tanya Bunda Halwa panik.
"Ngga sakit bunda tenang aja, Adinda cuman tidur karena tadi kelelahan bermain dengan sikembar". Jawab Davin membuat Bunda Halwa lega.
"Oh syukurlah, bunda kira kenapa dengan Adinda". Ujar Bunda Halwa pada menantunya.
"Maaf ya bunda dan Umi pasti menunggu lama". Ujar Davin pada mereka berdua.
"Ihh gapapa Vin, udah sana tidurin Adinda kekamar pasti berat kan". Ujar Umi Humairah pada Davin.
Davin permisi pada mereka berdua, setelah menidurkan Adinda di ranjang ia kembali ke ruang tamu, ternyata Bunda Halwa dan Umi Humairah masih disana.
"Bunda dan Umi ngga bareng Abi dan Ayah?". Tanya Davin pada mereka berdua.
"Nanti mereka menjemput kok sebentar lagi Vin". Jawab Bunda Halwa padanya.
"Bentar ya bunda umi, Davin ambilin minum dulu". Ujar Davin pada mereka.
"Udah gausah repot repot Vin, cuma beberapa menit lagi kok disini". Ujar Bunda Halwa padanya.
"Udah ah bunda, ga repot saMa sekali ko". Ujar Davin sambil berlalu pergi ke dapur.
Davin yang mendengar suara mobil pun menyuruh pembantunya membuat kopi dua gelas dan jus dua gelas, setelah jadi Davin membawanya lalu meletakkan didepan mereka.
"Wahh makasih Vin, padahal ga perlu repot repot segala". Ujar Ayah Ramli padanya.
"Ga repot kok Yah, silahkan diminum ayah bunda Abi umi". Ujar Davin pada mereka.
"Baiklah, kita terima ya Vin". Ujarnya diangguki oleh Davin.
Mereka kembali berbincang sebentar sebelum pulang ke rumah, hingga beberapa saat kemudian mereka berpamitan pada pemilik rumah, seandainya ada Adinda pasti sangat asik berbincang karena biasanya Adinda selalu bercanda.
Davin kembali ke kamar untuk melihat istrinya, ternyata masih tertidur pulas sungguh membuat Davin gemas, Davin mencuri ciuman di bibir istrinya sebentar agar tidak membuat istrinya terbangun, setelahnya ia ikut tertidur karena waktu ke asar masih lama.
"Uhh bikin aku degdegan tau". ujar Adinda yang memang sudah terbangun.
"Terimakasih suamiku, aku mencintaimu". Ujarnya sambil memeluk suaminya.
__ADS_1
"Terimakasih ya allah". Ujarnya sebelum kegelapan merenggutnya.
Davin Dan Adinda tertidur dengan saling berhadapan, sesekali tangan Adinda mengelus perutnya karena menendang dengan keras, membuat Adinda meringis kesakitan akibat tendangan anaknya..