
Ting!
...Adinda Adikku...
...Online...
Assalamu'alaikum kak Aisyah
^^^Wa'alaikumussalam kenapa Din?^^^
Boleh minta tolong ngga kak?
^^^Minta tolong apa? in syaa allah kakak bisa bantu^^^
Kayanya aku pengen sesuatu deh kak
^^^Kamu ngidam din?^^^
Ngga kak ihh
^^^Yang bener kamu?^^^
Beneran kak, aku ga hamil kok orang ngga kerasa tanda tanda hamil nya.
^^^Yaudah kamu mau apa emangnya?^^^
Kakak sama bang Adam bisa ke rumah ngga?
^^^Mau apa sih emangnya Din?^^^
Ke rumah aja kak, Adinda pengen banget sesuatu itu
^^^Yaudah sebentar ya, kakak siap siap dulu^^^
Okee kak, Dinda tunggu ya, Wassalamualaikum
^^^Iyaa din, waalaikumussalam^^^
Aisyah langsung bilang pada suaminya, Adam yang mendengar itu heran teyapi ia menuruti saja kemauan adiknya, beberapa menit kemudian Aisyah dan suaminya sampai dirumah kediaman Adinda, anak anaknya sudah turun terlebih dahulu.
"Assalamualaikum". salam Aisyah dengan keluarga kecilnya.
"Waalaikumussalam, kak abang mari masuk". ujar Adinda pada mereka berdua.
"Jadi sebenernya kamu mau apa dek?". Tanya Adam pada adiknya.
"Sebenarnya Adinda menyuruh kalian datang kesini karena pengen dibikinkan rujak buah, ntah kenapa Adinda pengen itu bang". Jawab Adinda pada mereka berdua.
"Fiks kamu ngidam ini Din". Ujar Aisyah padanya.
"Ngga mungkin kak, orang aku ngga ngerasain tanda tanda orang hamil ihh". Ujar Adinda pada Aisyah.
"Yaudah kalau gitu, tapi bahan bahannya ada?". Tanya Aisyah pada adik iparnya.
"Udah ada kak". Jawab Adinda menarik tangan keduanya ke dapur.
__ADS_1
Aisyah dan Adam menuruti keingin Adinda, untung saja baby Kahfi sedang berada dirumah umi Humairah, jadi Aisyah dan Adam bisa ke rumah kediaman Adinda dan Davin, keduanya sibuk didapur sedangkan Adinda melihat mereka dari jauh.
Beberapa menit kemudian Aisyah dan Adam selesai membuat rujak buah untuk Adinda , membuat Adinda ngiler saat melihatnya ia pun langsung memakan rujak buah sesudah membaca doa sebelum makan, Adam dan Aisyah ngeri melihat Adinda yang lahap memakan rujak buah.
"Ngga pedes apa Din?". Tanya Aisyah pada nya.
"Ngga pedes sama sekali kak tapi enak ". jawab Adinda pada kakak ipar nya.
"Itu tadi kakak kasih 10 cabek loh din, masa ngga pedes sih?". Tanya Aisyah pada Adinda sambil melirik pada suaminya.
"Kamu mah hamil din". Ujar Adam pada adiknya.
"Ihhh abang nyebelin banget, dibilangin aku ga hamil juga". Ujar Adinda dengan kesal.
"Coba kamu testpack aja din, siapa tau memang kamu hamil". Ujar Aisyah pada mereka.
"Ngga mau kalau nyatanya ngga hamil aku sendiri yang kecewa". Ujar Adinda pada Aisyah.
"Coba aja dulu din". Ujarnya pada Adinda.
"Gamau kak ih". Ujarnya pada Aisyah.
"Yaudah deh kakak hanya memberikan saran loh din, tapi terserah kamu aja itumah". Ujar Aisyah sambil tersenyum tipis pada Adinda.
Beberapa menit kemudian Aisyah dan suaminya pamit pada Adinda, untuk menjemput anaknya yang berada dirumah orangtua Aisyah, selama dalam perjalanan Aisyah terus saja memikirkan Adinda membuat Adam tidak mengerti, istrinya terlalu perduli dengan urusan orang.
"Sayang jangan dipikirin, Dinda nya aja santai". Ujar Adam pada istrinya.
"Heum tapi Aisyah yakin banget mas kalau Adinda pasti hamil". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Ah Aisyah lupa mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Lupa kenapa? ada barang yang ketinggalan?". Tanya Adam pada istrinya.
"Bukan mas, tapi Aisyah lupa ngga nanyain apa Adinda sudah menstruasi apa belumnya". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Ohh begitu yaudah kamu tanya saja lewat pesan". Ujar Adam membuat Aisyah menganggukkan kepalanya.
Aisyah mengambil ponselnya hendak mengirimkan pesan pada adik iparnya, tetapi ternyata ponsel Aisyah kehabisan baterai sedangkan ponsel Adam lupa Adam bawa karena dirumah, membuat Aisyah menunda untuk menanyakannya.
"Kenapa ngga jadi syang?". tanya Adam pada istrinya.
"Nanti aja deh mas". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Heum baiklah sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas, lebih baik kita cepat ke rumah Umi, Aisyah rindu sekali pada baby". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa syang, bentaran lagi juga sampai". Ujar Adam pada istrinya.
"Mas rasanya pengen banget ke Paris". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Mau apa syang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Pengen banget liburan sama kamu dan anak anak mas". Jawab Aisyah pada suaminya.
__ADS_1
"Yaudah nanti mas atur jadwalnya syang". Ujarnya pada Aisyah.
"Iyaa mas". Ujarnya sambil tersenyum senang.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman keluarga Syafi'i, disana ternyata ada Ilham. dan Maryam serta anak anak mereka, setelah mengucapkan salam Adam dan Aisyah serta keempat anaknya masuk ke dalam rumah.
"Kalian darimana?". Tanya Ilham pada mereka berdua.
"Dari rumah Dinda bang". Jawab Aisyah pada abangnya.
"Habis ngapain emangnya?". Tanya Ilham pada keduanya.
"Dinda kaya orang yang lagi hamil loh bang, soalnya dia minta Aisyah dan Mas Adam buatin rujak buah". Jawab Aisyah pada mereka.
"Mungkin saja memang hamil hanya saja tidak merasakan tanda tandanya". ujar Umi Humairah pada Aisyah.
"Bisa begitu ya Umi?". Tanya Maryam padanya.
"Bisa buktinya Aisyah hamil baby Kahfi tanpa merasakan mual mual kan". jawabnya membuat Aisyah mengingat saat ia hamil.
"Ah iyaa benar juga Umi". Ujar Aisyah pada Uminya.
"Iyaa syaang, kamu sudah suruh Adinda cek pake testpack?". Tanya Umi Humairah padanya.
"Udah tapi ya Adinda gamau umi". Jawab Aisyah pada nya.
"Heum baiklah jangan dipaksakan". Ujarnya diangguki oleh Aisyah.
Beberapa jam kemudian Aisyah dan keluarga kecilnya pamitan untuk pulang pada Umi Humairah begitupun juga dengan Ilham dan keluarga kecilnya, membuat Umi Humairah kembali merasakan kesepian di rumahnya karena anak anaknya telah pulang.
"Nanti Aisyah main lagi ya umi". Ujar Aisyah memeluk Uminya.
"Iyaa syaang, kalian hati hati ya dijalannya". Ujar Umi Humairah pada Aisyah.
"Iyaa Umi syaang". Ujarnya pada Uminya.
"Kalian juga hati hati ya, kabari umi jika sudah sampai". Ujar Umi Humairah pada Ilham dan keluarga kecilnya.
"Iyaa siap umikku". Ujar Ilham padanya.
Beberapa menit kemudian Aisyah dan keluarga kecilnya sampai di rumah kediaman mereka, semuanya masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam, anak anak langsung berlari ke ruang tengah dan tiduran di sofa karena terlalu jauh jika ke kamarnya.
Aisyah menidurkan baby Kahfi di kamar bawah jika siang sampai sore, kecuali jika sudah memasuki waktu malam mereka akan ke kamar atas, Aisyah menghampiri anak anaknya yang berada diruang tengah ternyata anak anaknya sudah tertidur pulas.
"Ya ampun kalian pada tidur pasti capek". Ujar Aisyah menatap anak anaknya.
"Kenapa selalu saja seperti ini, kalian sangat menggemaskan jika sedang tidur". Gumam Aisyah tersenyum menatap anak anaknya.
"Kenapa syang?". Tanya Adam pada suaminya.
"Gapapa mas hanya melihat anak anak sedang tidur". Jawab Aisyah pada suaminya.
Adam pun menatap anak anaknya yang tidak terusik saMa sekali, padahal Adam memegang pipi mereka satu persatu, Aisyah yang melihatnya hanya geleng geleng kepala sambil mengulum senyumnya.
...****************...
__ADS_1
Maaf agak telat, terlalu pusing kepala ku :$