
Aisyah dan suaminya Adam sedang berada di sebuah tempat yang sangat indah, Aisyah memeluk suaminya karena mereka berdua baru bisa Quality Time berdua, Adam mengelus kepala Aisyah yang tertutup kerudung tersebut.
"Syaang, jangan pernah tinggalin mas ya". Ujar Adam pada istrinya.
"Iya engga akan mas kecuali jika sudah takdirnya Aisyah pergi". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Jangan bahas ini sayang, mas ga akan kuat". Ujar Adam memeluk istrinya.
"Kaya Dilan aja mas, bedanya dia bilang gini "Jangan rindu, kamu ngga akan muat" gitu mas". ujar Aisyah terkekeh pada suaminya.
"Siapa Dilan? kamu kenal dimana sayang? dia dekat sama kamu?". Tanya Adam dengan datar membuat Aisyah mengulum senyumnya.
"Ya Allah mas, Dilan itu pemain film bukan orang yang sedang dekat dengan akuu, aku kenal dia juga ngga cuman tau filmnya". ujar Aisyah terkekeh dan itu membuat Adam malu.
"Ish bilang dongg sayang, kalau Dilan itu yang ada di film". Rengek Adam pada istrinya.
"Aisyah kira mas tau, eh ternyata gatau yaa". Ujar Aisyah terkekeh.
"Ah mas hanya lupa". Elak Adam pada istrinya.
"Ah masa mas? masa lupa mas? mas malu ya". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Udah ,pulang udah malam juga, nanti anak anak nyari". Ujar Adam sambil berlalu pergi meninggalkan Aisyah karena malu..
Aisyah yang melihat itu terkekeh, ada ada saja suaminya itu, bagaimana Aisyah tidak semakin mencintai suaminya, jika tingkahnya yang seperti itu membuat Aisyah berdebar kembali, Aisyah mengejar suaminya yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Haihh kalau ga malu ngga mungkin ninggalin Aisyah mas". Ujar Aisyah saat memasuki mobil.
"Siapa juga yang malu? ngga ada tuh". Elak Adam pada istrinya.
"Jangan ngelak mulu deh mas, kalau malu mah ya malu aja kali". Ujar Aisyah tertawa pelan.
"Udah ah jangan goda mas, mas lagi mengemudi nih". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa deh mas iyaa". Ujar Aisyah pada suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman mereka, Aisyah dan Adam turun dari mobil, pintu rumah ada yang membukanya siapa lagi jika bukan pekerja di rumah mereka, Aisyah dan Adam mengucapkan salam pada mereka.
Aisyah dan Adam mengecek anak anaknya untuk memastikan apakah sudah tertidur apa belum, setelah memastikan semua anak anaknya telah tertidur, Aisyah dan Adam memasuki kamar mereka.
"Kamu duluan sana bersihkan badan sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Baiklah mas , tunggu sebentar ya mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
__ADS_1
"Masya allah sayang, kamu menyiapkannya untuk mas?". Tanya Adam saat lima menit kemudian Aisyah keluar kamar mandi.
"Menyiapkan apanya mas?". Tanya balik Aisyah dengan bingung.
"Kamu memakai handuk kimono pasti dalemnya baju dinas kan?". Tanya Adam sambil mengangkat alisnya.
"Ngga mas, percaya diri banget, sana bersih bersih mas, bau tau". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Yaudah deh iya mas bersih bersih sayang". Ujar Adam sambil mencium bibir istrinya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
"Mas Adam ihh!". Kesal Aisyah pada suaminya itu.
Sambil menunggu suaminya selesai dari kamar mandi, Aisyah rebahan di kasur dengan menyelimutkan badannya, beberapa menit kemudian Adam keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya telah tertidur.
"Apakah mas mandinya kelamaan? sampai kamu ketiduran syaang". Gumam Adam saat melihat istrinya tertidur.
"Selamat malam istriku, tidur yang nyenyak ya sayang, mas mencintaimu". Ujar Adam lalu mencium kening istrinya serta bibirnya.
"Ah lebih baik aku juga tidur, soalnya lelah juga perjalanan tadi". Ujarnya lalu menaiki kasur dan membuka selimut yang menyelimuti Aisyah.
Keesokkan harinya, Aisyah bangun terlebih dahulu lalu menatap suaminya yang sangat tampan jika sedang tidur, Aisyah membelai wajah suaminya hingga tak menyadari Adam yang sudah bangun karena Aisyah membelai dengan mata tertutup.
"Udah puas belainya sayang?". tanya Adam membuat Aisyah kaget.
"Belum, yaudah lah sayang". Jawab Adam pada istrinya.
"Kapan bangunnya mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Sejak kamu membelai wajah mas sayang". Jawaban Adam membuat Aisyah malu.
"Aisyah ke air duluan Mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Eitss Syaang, kamu harus tanggung jawab loh". Ujar Adam pada istrinya.
"Tanggung jawab apasih mas? Aisyah ngehamilin mas?". Tanya Aisyah dengan polos..
"Ya ampun sayang kita nikah udah berapa lama sih? kok masih aja ngga ngerti soal begini". Ujar Adam dengan gemas pada istrinya.
"Ya aku kan emang gatau mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
Adam membisikkan sesuatu pada Aisyah yang membuat pipinya memerah merona, Adam yang melihat itupun langsung menyelimutkan badan mereka berdua dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan suami istri.
Cahaya menyinari mereka berdua membuat keduanya terbangun, dan melihat jam dinding menunjukkan jam 7 pagi, keduanya segera bangun dari tidurnya karena mereka telat bangun karena Adam yang melakukannya berkali kali.
__ADS_1
"Ayah bunda!! bangunn!!". Teriak anak anak membuat Aisyah baik Adam panik.
"Garagara mas sih jadi telat kan". Gerutu Aisyah pada suaminya.
"Iyaa maaf sayang, tapi kamu menikmatinya kan". Ujar Adam pada istrinya.
"Udah deh mas lebih baik sekarang kita mandii, aku belum masak sarapan ih". ujar Aisyah pada suaminya.
"Iya sayang iyaa". ujar Adam pada istrinya.
Beberapa menit kemudian Aisyah dan Adam keluar dari kamar, membuat anak anaknya menoleh saat pintu kamar orangtua nya terbuka, Aisyah dan Adam tersenyum pada mereka berlima yang memang sudah menunggu mereka berdua.
"Bunda saMa ayah, ngapain aja sih lama bener?". Tanya Baby Hasan padanya.
"Bunda mandi sayang". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Yaudah, kalau gitu ayo kita sarapan bunda, abang lapar". Ujarnya pada Aisyah.
"Yaudah tapi bunda masak dulu sebentar ya". Ujar Aisyah pada mereka.
"Okee bunda". Ujar mereka pada Aisyah.
Aisyah berjalan menuju dapur di ikuti oleh Adam yang berniat membantu istrinya, Aisyah yang menyadari itu membiarkan suaminya karena masih kesal karena suaminya ia jadi kelewat sholat shubuh.
Beberapa menit kemudian Aisyah telah selesai memasak dan kini mereka sedang memakan sarapannya dengan tenang, hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan sarapannya.
"Bunda hari ini diam saja?". Tanya Baby Hasan padanya.
"Iyaa diam saja, bunda masih lemas". Jawab Aisyah sambil menyindir suaminya.
"Yaudah deh bun". ujar Baby Hasan padanya.
"Lebih baik kalian belajar membaca lagi ya, bawa kan bukunya?". Tanya Aisyah pada mereka.
"Bawa bunda". Jawab Mereka pada Aisyah.
"Oke kalian belajar sama ayah ya, bunda ga bantu". Ujar Aisyah pada nya.
"Loh sayang, tapi--".
"Ngga ada tapi tapi an ya mas, selamat belajar mengajar". Ujar Aisyah meninggalkan mereka di ruang tengah.
Adam yang melihat itupun hanya tersenyum tipis, ia mengajarkan anak anaknya hanya sampai anaknya berkata lelah saja, karena jika Adam yang berkata lelah akan kena amuk ibunda ratu pikir Adam.
__ADS_1